
Tangan kiri Ezra membawa ransel, sedang tangan kananya menggandeng Zahwa keluar dari kamarnya.
"Hey... Kalian mau kemana? Kok bawa ransel besar?"
Tiba-tiba Mita sudah datang bersama Bibi. Mereka bertemu di depan teras.
"Ummi... Kami mau menginap di Hotel malam ini." Ucap Ezra.
Sementara Zahwa merasa malu karena perkataan Ezra itu. Bibi pun tersenyum simpul mendengarnya.
"Oooh, boleh, berapa hari?" Tanya Mita.
"Sehari aja Mi,",Jawab Ezra.
"Kalau mau lama juga nggak papa, asal kabarin mama ya?"
"Baik Mi."
Mereka pun salaman, dan pergi meninggalkan Kastel.
Di perjalanan.
"Ngapain Bang meski ke Hotel segala?di Kastel juga besar kayak Hotel." Protes Zahwa.
"Supaya nggak ada yang ganggu. Aku nggak mau kejadian tadi terulang, aku juga masih laper, mau nambah, eh malah,ada si bocil."
Ucap Ezra sambil menyunggingkan sedikit senyumnya.
"Laper ya makan Bang, apa hubungannya dengan Bocil?" Tanya Zahwa bingung.
"Eeeeh." Ezra mengusap-usap kepala Zahwa yang di balut kerudung gemes, masa nggak paham yang di maksud Ezra?
"Nanti aku praktekin lapernya aku tu kayak gimana?" Ucapnya sambil tersenyum nakal.
Ezra kembali menatap jalan raya dan meluncur menuju Hotel berbintang. Hotel ini adalah milik mereka, Hotel keluarga pemiliknya Hanan dan Ezra.
"Mmm." Zahwa hanya menggumam, sepertinya dia baru mengerti namun dia tidak mau menanggapi.
"Baiknya kita ke kampus dulu, kalau urusan kampus selesai baru ke kantor Abang." Saran Zahwa.
"Oke Bosss," Jawab Ezra sambil meraih tangan Zahwa dan menciumnya, Zahwa merasa tersanjung oleh perlakuan mesra sang suami.
...***...
"Zaira, Ada Aa mu di depan kampus, sepertinya dia sedang mengantar Istrinya!" Bisik sahabat Zaira.
Zaira langsung kaget dan beranjak dari duduknya.
"Dimana wanita itu?" Tanya Zaira.
"Di Ruang Administrasi."
Tap tap tap
Zaira bergegas berjalan menuju ruang Administrasi.
"Zaira! Kau mau apa, jangan membua masalah, nanti kau akan di hukum." Teriak sahabatnya.
Zaira terus berjalan dan sampai di depan ruang Administrasi. Dia pun memakai maskernya. Berdiri agak jauh dari ruangan itu. Sepertinya dia sedang menunggu Zahwa keluar.
"Baiklah Bu...terimakasih."
"Iya Zahwa, sampaikan salam ku pada Mertuamu ya, dia sangat,baik, beberapa mahasiswa di sini dia yang biayain lho! Sangat dermawan," Kata Bendahara kampus.
"Benarkah? Maaf bu kami belum melaksanakan pesta besar, kemaren cuma Nikah itu pun...." Zahwa enggan menceritakan.
"Aku mengerti, minggu depan kamu sudah Wisuda, jadi kau bisa Fokus dengan resepsi nanti ya. Selamat, kamu dapat jodoh yang sungguh sangat cocok buat anak sholehah sepertimu."
__ADS_1
"Terimakasih bu. Kalau begitu, aku pamit dulu," Katanya.
"Oke, mudahan SAMAWA ya."
"Terimakasih bu, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Zahwa pun keluar dan berjalan menuju parkiran yang lumayan jauh dari Ruang Administrasi itu.Zahwa tak menyadari kalau Zaira sedang mengikutinya di belakang. Mau apa dia?
Zaira tampak tersenyum licik.
Tiba di pinggiran kolam ikan yang kumayan dalam.
Bruk
Byur
"Au..."
Zahwa terjatuh ke kolam ikan saat Zaira dengan sengaja menabraknya keras. Tanpa perasaan bersalah Zaira malah melarikan diri begitu saja, dengan mengambil langkah seribu, hingga Zahwa pun tidak tau siapa orang yang menabraknya, mana tidak ada saksi mata lagi.
"Toloooong..." Zahwa berusaha bangun dan berjalan ke samping kolam. Beberapa orang pun berhamburan mendekati Zahwa.
"Mbak...kenapa terjatuh?" Seorang mahasiswi yang datang lebih dulu pun menjulurkan tangannya berusaha membantu Zahwa. Namun karena Zahwa menggunakan baju syar'i hingga kainnya itu nempel di kulit dan membuatnya sulit mengangkat kaki ke atas.
Di parkiran.
"Helo, kenapa lama sekali?"
Seorang lelaki sedang berteleponan dengan temannya.
"Ada mahasiswa jatuh ke kolam, aku sedang ingin membantunya," Jawab di sebrang telepon.
"Siapa yang jatuh?"
"Zahwa? Aku akan ke sana."
Seketika Ezra yang asyik memainkan Hp nya di Bangku panjang parkiran pun kaget.
"Mas, ada apa?"
"Ada wanita jatuh ke kolam."
"Siapa?",Ezra sambil mwngikuti langkah lelaki itu.
"Katanya Zahwa Mas," Jawabnya.
"Zahwa?"
Bruk tap tap tap
"Aduh."
"Maaf."
Ezra menabrak sisi tubuh lelaki itu ketika dia mendengar nama Zahwa. Ezra berlari sekuat tenaga.
Bruk
"Misi!" Ucap Ezra.
Dia menabrak orang yang berkerumun di area kolam. Tampak lah Zahwa sedang berusaha naik di bantu beberaap orang mahasiswi.
Byur.
Ezra pun turun ke dalam kolam dan mengangkat tubuh istrinya. Orang-orang yang melihat aksi Heroik itu pun mengagetkan semua orang yang hadir di sana. Zahwa yang terkenal kesholehahan nya dan anti bersentuhan dengan siapa pun kini malah di peluk dan di dorong naik ke atas oleh pria.
__ADS_1
Zahwa sudah berada di atas dengan baju sangat basah, kerudungnya pun nempel di badannya.
"Maaf, mas bolehkah aku minta jas mu ini?" Tanya Ezra pada lelaki berjas Biru.
Ezra pun mengambil dompet dan mengeluarkan uang sebanyak 5 lembar berwarna merah. Walau sedikit basah.
"Oh, boleh." Lelaki itu pun menyerahkan kasnya dan mengambil uangnya.
Hap
Ezra memakaikan jas itu di tubuh Zahwa, dia pun memeluk tubuh kurus yang terlihat menggigil itu berjalan menuju parkiran. Semua mata memandangnya heran dan ada juga yang bisik-bisik.
"Cewe munafik, bersalaman saja tidak mau, sok jual mahal, eh saat sama cowok tajir, malah jadi murahan." Ucap salah satu wanita yang ada di situ.
"Iya, ya."
Kebetulan di sana ada teman akrab Linda yang tau bahwa Zahwa dan Ezra mantan Zaira sudah menikah pun merasa panas, karena Linda menceritakan betapa baiknya Zahwa dan Rangga selama ini menjaganya, hingga menikahkannya dengan Bima ayah dari bayi yang di kandungnya.
"Hey semua! kalian jangan sampai makan fitnah! kalian tau kaaaan? Kalau fitnah itu lebih kejam dari membunuh. Zahwa dan Ezra sudah menikah sejak kurang lebih sebulan lalu, mereka belum melaksanakan resepsi, kalian tunggu aja! pasti satu kampus bakal di undang kok!" Ucapnya merasa bangga.
"Ha, bukankah Ezra itu pacar Zaira?" Sahut seorang mahasiswa yang sering jalan dan di di gandeng Zaira biasanya.
"Mereka udah putus sejak sebulan lebih." Jawab Liana temannya Linda lagi.
"Pasti lah Ezra mau yang sholehah, yang menjaga pandangannya kaaan? Secara, Umminya Auntynya orang yang taat ibadah." Teriak seorang mahasiswi lainnya, yang memang mengenal Zahwa.
...***...
"Sayang, siapa yang membuatmu begini, kenapa bisa jatuh?" Tanya Ezra dengan terus menggenggam tangan istrinya, sesekali menciuminya.
"Aku juga tidak tau Bang, saat keluar dari Ruang Administrasi tadi, aku tidak memperhatikan sekeliling, saat berada di samping kolam, malah ada yang menabrak sisi kananku, sangat keras, hingga aku kehilangan keseimbangan," Katanya.
"Kita ke hotel saja."
Saat di halaman Hotel.
Ezra pun membawanya ke hotel.
"Maaf Tuan! Apakah anda sudah memboking kamarnya?"
Seorang security terlihat baru magang mendekati Zahwa dan Ezra yang terlihat basah kuyup.
"Sudah, oh iya, apakah kau bisa membantuku?"
Ezra malah sengaja membuat Security itu nanti akan menjadi syok kalau tau, dialah Ceo Hotel tersebut.
Security pun membawakan Ransel milik mereka. Security mengira, mereka berdua takut kalau ransel tersebut basah, kalau mereka membawanya sendiri, makanya meminta bantuan Security.
Security di sana juga ada beberapa orang, jadi masih bisa di bawa satu untuk mengantarkan tamu.
"Beruntung sekali kau!"
Bisik seorang karyawan saat Security itu melewati Cs yang sedang membersihkan depan Lift tersebut di lobi.
"Ha?"
Security tidak sempat bertanya maksud Cs tersebut, karena Zahwa dan Ezra sudah masuk dalam Lift. Security segera menyusul dengan sedikit berlari kecil.
"Mengapa Tuan dan Nyonya basah kuyup? Apakah kehujanan di perjalanan.?" Tanya security.
"Iya, kami main india-india an, hm."
Sahut Ezra sambil tersenyum menatap Zahwa.
Seeeeet
Pintu Lift terbuka di lantai 7 Hotel berbintang itu.
__ADS_1
...BERSAMBUNG......