Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Hari Pernikahan.


__ADS_3

Tepat jam 8 malam Ezra, Rizal, Faris, Difan dan Aisya sudah sampai di halaman hotel untuk menginap beberapa hari ke depan. Hotel Elit dan mewah itu menjulang tinggi seakan mencapai langit ke 7.


Ceklek.


"Aisya, ingat! jangan berani keluar kamar tanpa izin dariku!" peringatan Ezra buat Aisya.


"Iya kakak sayang. Assalamualaikum."


"Wa alaikum salam."


Aisya masuk ke dalam kamarnya, sedang teman teman Ezra sudah duluan.


"Hups, aaaah, untung punya Kakak yang sangat baik hati, hihi," gumam Aisya sambil rebahan di kasur empuknya.


Sementara di kamar Ezra.


"Maaf, liburan kita kali ini sangat terganggu, padahal ini liburan pertama kita ke Luar Negeri."


"Tidak apa apa Ez, lagian adikmu itu sangat cantik dan imut, mana tega kami membiarkannya tidur di kamar yang sembarangan, iya nggak teman teman?" ucap Difan.


"Iya, untung kemaren kita pesan kamar 2, tapi adikmu sangat cantik, aku boleh nggak ngelamar dia?" canda Faris.


"Sssst, aku duluan, ngapain kamu mau menusukku dari belakang, ha ha ha." Rizal menyahut.


mereka pun menatap Rizal bersamaan.


"Sudah sudah, ayo kita atur barisan!"


Ezra merasa bersalah, maka Ezra pun mengalah tidur di sofa ruangan itu, sofa yang sangat empuk, kamar VIP yang sangat mewah.


***


Malam yang dingin di bulan oktober. Ketika seorang wanita sedang sujud di sajadah panjangnya, berdo'a penuh khusus.


Ya Allah, semua yang terjadi atas takdir MU, tolong bantu hamba untuk menjalani semua ini, tunjukan jalan bagi Hamba MU ya Robb....


Beberapa tetesan air bening mengalir begitu saja dari ke dua sudut mata Zahwa.


Dreeeet.

__ADS_1


Hp Shaina bergetar.


"Eaaaaah....Siapa sih malam malam begini?" Shaina pun menatap Fathir yang memeluknya erat, dia mencoba melerai pelan pelan, Fathir kalau udah tidur nggak mudah bangun, apa lagi udah di peluk sama Shaina sang pujaan hati."


"Zahwa?"


[Ma, apa mama sudah tidur?]


Shaina terkejut ketika mendapat pesan dari Zahwa anak gadisnya, yang besok akan menikah.


Cekleeeeeeeeek.


Shaina membuka pintu sangat pelan. Setelah berhasil mengganti tubuhnya dengan guling di pelukan Fathir. Hi hi kayak bayi aja.


Tok tok


Ceklek


"Mama."


Shaina pun masuk dan melihat putrinya masih duduk di atas sajadahnya.


"Sayang, ada apa?"


Hap


"Hik hik hik."


Tiba tiba Zahwa menangis.


"Apa kau ingin berubah pikiran?"


"Tidak Ma, mungkin ini benar benar yang terbaik Ma."


"Kalau kau yakin, jangan goyah, Allah pasti punya rencana yang lebih baik dari rencana kita."


Terbuat dari apa hati wanita ini, anak yang lahir dari rahimku, tapi dia jauh lebih naik dariku.


Batin Shaina.

__ADS_1


Shaina pun memeluk tubuh putrinya, mereka sama sama menangis, tak terasa hari sudah jam 5 pagi, saat azan berkomandang.


"Sayaaaang, kau di mana? kok ngilang?"


Teriakan Fathir mengagetkan Zahwa dan Shaina yang tak terasa tidur sambil berpelukan.


Sebenarnya Zahwa lah yang duluan tidur di pangkuan Shaina, sehingga Shaina tidak tega membangunkannya. Hingga akhirnya Shaina juga tertidur di atas bahu putrinya.


"Iya Beng..."


Zahwa dan Shaina pun bangun untuk menunaikan sholat subuh. Selesai sholat.


Ceklek.


"Yola, kok masih tiduran?"


Zahwa mendatangi kamar Yola.


"Mmm."


"Ayo cepat bersiap?"


"Mau ke mana? bukankah hari ini kakak akan menikah?"


"Apa kau tidak ingin melihat Kakakmu ini menikah?" tanya Zahwa.


"Males."


"Ayo! kau pun akan menikah hari ini, ayo! biar kita barengan," ucap Zahwa.


"Heh, menikah dengan pohon pisang?"


"Yola! mana boleh ngomong begitu, ayo mandi! tukang rias udah datang tuh!"


Zahwa menarik tangan Yola.


Yola akan menikah? dengan siapa ya?


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2