
Mata Yola tertuju pada lelaki yang menyelinap lewat pintu samping. Dan berjalan santai menuju halaman, seperti tak terjadi sesuatu. Yola pun berinisiatif memoto pemuda itu lewat dalam mobil.
"Sepertinya ini menarik, baiklah, aku akan melihat sampai mana ini akan berlanjut...." gumamnya.
"Pak, ayo kita pulang!" ajak Yola.
"Baik Non," jawab sopir.
Yola sepertinya mengurungkan niatnya untuk memergoki pasangan selingkuh itu.
"Kalau memang apa yang ku duga benar, Mas Huda akan menerima batunya. Namun sebelum itu, aku akan menyelidikinya duku," ucapnya lagi.
Yola pun sudah sampai di halaman rumah mewahnya. Dia berjalan menuju rumah dan kamarnya, terlihat ada senyum yang mengembang di bibirnya.
"Yola? Ada apa? Kok senyum-senyum?" tanya Zahwa yang masih santai duduk di ruang keluarga bersama Arsy.
"Nggak ada Kak, baru ketemu teman lama," sahutnya.
"Oooh, oh iya, tolong temenin Arsy bentar, aku mau BAB dulu," ucap Zahwa.
"Oke Kak... Helo sayangku... Mmmmch gemes banget lihat kamu, oh iya, kamu mendukung Onty nggak, kalau Onty bubaran sama om Huda? heh? Ayu jawab,? hemmmmh gemes banget aku sama kamu ini Mbol," ucapnya.
Yola dan Arsy seakan sedang ngomongin sesuatu, Arsy pun tampak tertawa-tawa kecil. Yola sangat senang menemani Arsy yang pintar.
***
Bram dan Ezra sudah sampai di Jerman. Ternyata Ezra tak sebodoh itu, Dia pun mengirim mata-mata dari jarak jauh, untuk membuntuti Bram ke Apartemennya. Sementara Bram yang akan menuruni tangga Pesawat memanggil Ezra.
"Tuan Ezra. Setelah ini, anggap kita tak pernah kenal, jangan pernah menghubungiku, kecuali aku menghubungimu, nomor anda pun ku simpan dengan nama nomor rekan bisnis," ucapnya.
"Baik Tuan Bram, terima kasih banyak. Oke, aku akan mencari hotel yang lumayan dekat dengan Apartemen Anda, aku akan menunggu kabar dari Anda. Terima kasih," ucap Ezra.
"Sama-sama Tuan. Terima kasih, selamat jalan, nanti aku akan menelpon anda."
Bram pun meninggalkan Ezra beberapa langkah di belakangnya. Sementara Ezra mulai mengaktifkan Hpnya dan menelepon seseorang.
"Kau ikuti dia sampai ke Apartemennya, nanti kau ambil foto, mungkin saja Zaira dan anakku akan terlihat keluar dari Apartemennya." ucap Ezra.
__ADS_1
"Baik Bos, siap," sahut seseorang.
"Ezra pun meninggalkan pesawat dan berjalan untuk mengambil barangnya di antrian. Setelah Ezra berhasil menemukan tasnya, dia pun memesan taksi dan pergi menuju Hotel yang sudah direkomendasikan oleh Bram. Sesampainya di Hotel tersebut Ezra pun menelpon zahwa istrinya.
"Hello sayang, aku sudah di Jerman, bagaimana kabar gemoy ku Arsy, apakah dia sehat, aku pasti sangat merindukannya," ucap Ezra.
"Alhamdulillah, Arsy sehat Aba... Kok cuma nanyain Arsy doang? Nggak kangen sama Ummanya kah?" tanya Zahwa.
"Masih ada tabungan bekas tadi malam, hi hi, nanti 3 hari lagi, aku pasti sangat merindukanmu," goda Ezra.
"Ih Abang me***n, cuma itu doang yang di bahas," sahut Zahwa kesel.
"Ha ha, iya Sayang, aku tidak bisa menjelaskannya tentang kerinduanku padamu Sayang... Kau tau sendiri, bagaimana malam ini aku melaluinya tanpamu, aku pasti tidak bisa tidur Sayang," ucap Ezra.
"Gombal," jawab Zahwa.
"Eh kok gombal, bener lho!" sahut Ezra lagi.
"Udah ya Bang, Arsy kayaknya udah lapar nih, saat nya makan siang, assalamualaikum," ucap Zahwa.
***
Bram sudah sampai di Apartemennya. Satu minggu Dia meninggalkan Jerman, dan selma satu minggu itu juga, tak ada gelagat mencurigakan dari Zaira atau pun mertuanya.
"Hello Sayang... Waaah wangi banget kmu Lucky," ucap Bram saat pertama kali masuk Apartemen itu.
"Lho, kok cuma Lucky yang di cium, masa istrinya nggak?" celetus Zaira yang tersenyum manja. Penganten baru mah gitu๐.
"Emch... Aku juga sangat kangen kok sama kamu," ucapnya.
Bram pun memeluk Zaira erat, dan menciumi pipi wanita itu. Zaira pun tampak senang dan bermanja, dengan terus melingkarkan tangannya di pinggang Bram. Bram yang memang tampan dan mempesona itu ternyata bisa meluluhkan hati Zaira, dan mungkin saja Zaira sudah melupakan dendamnya pada Ezra, saat menemukan lelaki yang tulus mencintainya.
"Ma... Jaga Lucky ya, aku mau merapikan Baju Mas Bram duku," ucap Zaira sambil mengedipkan matanya pada sang Mama.
"Kebiasaan, bilang aja kalau masih pengantin baru," ucap sang Mama.
"Ha ha ha... Tuh Mama paham," ucap Zaira sambil berlari kecil menyusul Bram yang sudah masuk duluan.
__ADS_1
"Aku mandi dulu ya! Gerah nih," ucap Bram.
"Ikuuut," suara manja Zaira, membuat gairah Bram bangkit.
"Hemmm," balas Bram sambil menggoyang kepalanya isyarat ' ayo masuk' ๐
Akhirnya pengantin baru ini oun kembali...
***
"Bos, aku sudah melihat wanita dan anak itu berjamur di balkon pagi ini, dan aku sekarang masih melihat mereka berjemur," ucap mata-mata Ezra.
"Benarkaj? Apakah mereka memperlakukan Arsyaku dengan baik?" tanya Ezra.
"Iya Bis, sepertinya Non Zaira menyayangi anak Anda," ucap Mata mata itu.
"Oooh, anakku... Tolong Vc, aku mau melihatnya walau jarak yang sangat jauh," pinta Ezra.
"Baik Bos,"
Mata-mata itu pun pura pura Selfi dan mengarahkan kamera belakang ke arah Zaira yang sedang berjemur di ujung balkon.
"Hello sayaaaang... Cilubbaaa...," Asyik Zaira sedang bermain dengan Arsya.
Ezra yang melihat dsri kamers itu lun menggenggam tangannya erat.
"Kurang ajar kau Zaira, aku akan menghabisi mu," ucapnya.
Ezra pun menutup teleponnya dan berniat langsung menuju gedung tempat Zaira berada. Dia sudah bertekat untuk merebut Arsya tanpa menunggu aba-aba dari Bram.
Sementara Zaira pun kembali ke kamar karena merasa penat. Sementara Ibunya sedang berbelanja ke pasar.
saat Zaira turun, tanpa sengaja dia melihat Mata mata Ezra tampak memperhatikannya dari pantulan kaca di dinding balkon.
"Siapa orang ini?" lirih hatinya curiga.
BERSAMBUNG...
__ADS_1