Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Hasil Tes Mengejutkan


__ADS_3

Zahwa lun spontan kembali menunduk, karena merasa berdosa telah memandang wajah tampan yang ada di depan pintu masuk.


"Zahwa, kok kamu manggil Papa? Ada apa?" tanya Ezra penasaran.


"Bang lihat deh, orang yang ada di depan pintu, dia sangat mirip Papa," ucap Zahwa.


Ezra pun mengikuti arahan Zahwa dan melihat pemuda yang sedang berdebat dengan pelayan restauran. Ezra mulai menajamkan pendengarannya.


"Maaf pa, tidak bisa, seorang pengusaha kaya telah memborong semua makanan di sini." ucap pelayan lagi.


"Pertemukan aku dengannya, biar aku membeli satu porsi untuk kakekku yang sedang sakit." paksa nya lagi.


Karena hanya Restauran ini yang cocok dengan lidah Kakek, sudah berapa kali beli sejak ke kota ini, hanya masakan Restauran ini yang Kakek suka


"Maaf, tidak bisa, Beliau krang besar, aku tidak berani tuan." ucapnya.lagi.


"Tunggu!"


Karena prnasaran Ezra pun mendekat.


"maaf Bos, dia memaksa, Tuan bisa pergi!" ucap Pelayan sambil memohon lada Huda.


"Tunggu dulu! Ada apa?" tanya Ezra.


"Apakah Tuan pengusaha yang memborong makanan di sini?" tanya Huda.


"Iya, Tuan memerlukan sesuatu?"


Mata Ezra tak lepas dari wajah tampan pemuda itu, mungkin ketampanan pemuda itu menyaingi ketampanannya.


"Kami baru benerapa hari di Kota ini, dan Kakekku sakit jantung, hanya di sini aku bisa dapat makanan sehat, aku memohon untuk membeli satu porsi untuk Kakek." ucap Huda.


"Cuma itu?" tanya Ezra bersikap biasa , ramah tidak, kasar juga tidak.


"Iya Tuan." ucap Huda.


"Ayo!"


Ezra mengajak pemuda itu masuk dan membawanya duduk tak jauh dari tempat Mita juga Zahwa duduk. Kalau Mita memang tidak pernah menatap wajah lelaki, jadi dia tidak tau wajah Huda bagaimana, namun Sejak Zahwa menatap spontan tadi, hatinya sangat penasaran, namun dia berusaha untuk tidak menatapnya lagi.


"Kau pesan saja makanan apa saja yang,kau inginkan, gratis," ucap Ezra.


"Tidak Tuan, biar aku beli." ucap Huda.


"Tidak perlu, karena kebetulan, kau mirip dengan seseorang." ucap Ezra lagi.


"Seseorang?" tanya Huda.


"Ya... Sangat mirip dengan Mertuaku, mungkin waktu muda dulu dia sangat mirip denganmu, oke, kau pesan saja jangan sungkan, aku mau ke sana."


Ezra pun menunjuk meja Zahwa dan duduk manis kembali di sana.


Setelah memesan menu yang di sukai Kakek Huda, dia pun memberikannya pada pelayan.

__ADS_1


"Maaf Tuan, bolehkah aku minta no HPmu? Mungkin saja nanti aku ingin mengucapkan rasa terima kasihku padamu. Mungkin suatu saat aku bisa membalasnya." ucap Huda.


"Ha ha, tidak usah sungkan, tidak usah merasa jadi beban, tapi baiklah, ini kartu namaku."


Ezra pun memberikan kartu namanya, Huda pun pergi. Namun sebelum pergi, Huda sempat melirik wajah Zahwa dan terkejut, karena dia merasa ada kemiripan dengan dirinya.


Mengapa kota ini sangat aneh ya? Kok banyak orang yang mirip aku?


Batinnya.


Akhirnya Huda pun pergi meninggalkan Restauran dengan hati senang.


"Hwa, apa jangan-jangan dia kembaranmu saat lahir ya? Sangat mirip, kembar pengantin." ucap Ezra sambil menatal isteinya yang menikmati jus mangga.


"Ah, mana ada Bang, aku nggak ada kembaran ah, ngaco." sahutnya.


"Emang sangat mirip?" tanya Mita yang penasaran.


"Sangat mirip Mi, Ummi sih nggak ngeliat tadi." ucap Ezra.


"Eeeh, kamu, kan di larang ngeliat cowok , apalagi tampan, kamu juga nih, baiknya kamu pakai masker terus, biar pesona ketampananmu itu tersimpan." saran Mita.


"Iya juga ya, baiklah, mulai besok aku pakai masker deh Mi." ucapnya lagi.


Akhirnya makanan pun datang, mereka menyantap semua makanan yang tersedia, termasuk semua pelayanan Restauran pun di jamu dengan makanan yang sama.


"Aunty, tolong bayar!" ucap Mita pada Aunty kepercayaan keluarga Adinata.


"Baik Nyonya."


25 juta.


Keluarga yang sangat dermawan.


...***...


"Kok banyak kali kau pesan makanannya Huda," ucap Kakek.


"Ini di kasih sama pengusaha kaya Kek, waktu aku datang ke Restauran itu, semua makanan sudah di pesan, aku berusaha memohon sama pelayan, namun tidak bisa, untungnya, Bos yang ngemborong semua makanan itu ngeliat aku, jadi dia berikan secara cuma-cuma, bahkan aku juga mendapatkan kartu namanya." ucap Huda senang.


"Benarkah? Pasti dia sangat kaya," ucap kakek.


"Ayo Kek di makan! nanti dingin."


Huda dan Kakek pin makan hidangan yang,sudah di buka di hadapan mereka.


"Besok Kakek akan operasi, jadi harus puasa pagi ya." ucap Huda lagi.


...***...


Seminggu telah berlalu. Fathir pun mendatangi ruang Laboratorium untuk mengambil hasil tes DNA. Tampak seorang lemuda yang duduk sambil memainkan Hpnya pun juga ada di depan Ruang Lab itu.


"Kau? Bukankah kau pemuda yang membasa Kakekmu berobat waktu itu?" tanya Fathir.

__ADS_1


"I___iya Pa, maaf, kenalkan, nama saya Huda, dari desa." ucapnya.


"Oh, iya, namaku Fathir."


Mereka pun berkenalan. Huda pun sempat kagum dengan wajah Fathir yang terlihat memang sangat mirip dengannya, walau pun sudah tua.


"Oh iya, kamu ngapain ada di sini? Apa mau ambil tes Lap Kakek mu juga?" tanya Fathir.


"Oh, iya, tapi mau ngambil tes kami berdua." ucapnya.


"Tes berdua? Maksudnya? Kamu juga sakit?" tanya Fathir.


"Tuan Fathir."


Fathir di panggil perawat.


"Oh iya Pa, saya duluan ya!"


Belum sempat Huda menjawab pertanyaan Fathir, ternyata Fathir di panggil masuk.


"Begini pa, ternyata kemiripan kalian cuma 50%, jadi kemungkinan atas nama Yola ini bukanlah anak Tuan." ucap perawat.


"A___apa? Maksudnya, anak kami tertukar?" tanyanya.


"Iya Pa, kemungkinan begitu, ini hasilnya."


Fathir pun mengambil kertas itu dan pergi keluar dengan wajah lesu.


"Lalu di mana anakku?"


Gumamnya.


Huda pun masuk tanpa bersapaan dengan Fathir.


...***...


Huda sudah kembali ke kamar Kakeknya.


"Ternyata benar'kan, kamu bukanlah darah daging keluarga kami, lalu di mana cucuku yang sebenarnya?" tanya Kakek.


"Kakek, walau bagaimana pun, kau adalah Kakekku." ucapnya.


"Tapi kau berhak tau siapa orang tuamu Nak, mereka pasti orang mulia, darah yang mengalir di tubuhmu begitu bersih, terbukti dengan sikap dan perilaku mu selama ini sangat sopan," ucap Kakek.


"Baiklah Kakek, kita simpan saja rasa penasaran kita ini, yang penting, hari ini Kakek akan operasi jantung, Kakek harus fokus untuk kesehatan Kakek ya?" pinta Huda.


...***...


"Sayang, di mana anakku? Bagaimana aku mencsrinya? Sudah 24 tahum lho!" ucap Fathir merasa sedih dan kecewa.


"Kita tanyakan saja pihak Rumah sakit, waktu istri Beng dulu melahirkan." saran Shaina.


"Oh iya ya___ Oh iya, aku tadi ketemu lagi dengan krang yang mirip aku di Lab," ucsp Fathir.

__ADS_1


"Nah, lho kok kebetulan sekali orang itu terus berkeliaran di dekat kita, atau jangan-jangan dia adalah anak Bengbeng? bukankah Beng dulu pernah bilang, waktu USG kelamin laki-laki, eh pas lahir kok perempuan?" ucap Shaina.


...BERSAMBUNG......


__ADS_2