
Kakek, Huda dan Yola pun sampai di pekarangan rumah di pedesaan yang Asri.
"Ayah, kalian sudah pulang? bagaimana dengan Operasinya? Apa lancar?" tanya Jery, menyambut kedatangan mereka.
"Hmmm." sahut sang ayah.
Kakek memang sangat marah pada Jery karena telah menipunya berpuluh-puluh tahun ini.
"Hey, Kau! Kau membawa gadis? Apa dia calon istrimu," tanya Jery pada Huda saat melihat Yola turun dari mobil.
"Jery, aku mau bicara, cepat!" panggil Kakek saat sudah di teras rumah.
Jery pun segera mengikuti ayahnya masuk ke dalam rumah.
"Yola, ayo! Biar ku antar kau ke kamarmu, sekalian aku akan beres-beres barang ku," ucap Huda.
Yola pun mengikuti Huda memasuki rumah yang besar dan mewah itu, walau pun berada di pedesaan, namun rumah Huda dan keluarganya sangat mewah.
Yola sudah di bawa ke kamar Huda, karena kamar ini sangat nyaman dan berada di sisi kebun yang sejuk, sengaja di samping jendela ada pohon tinggi agar terasa dingin saat membuka jendela.
"Huda, Yola! Ke mari lah!"
"Iya Kek."
Huda dan Yola pun menyusul ke ruang tamu, dan duduk bersama di sofa yang empuk.
"Jery, aku ingin kau jujur, siapa Huda sebenarnya? dan di mana orang tuanya?" tanya kakek.
"Kenapa tiba-tiba Ayah menanyakan ini? Dia anakku, dan cucumu!" ucapnya.
"Tidak! Jelas Dia bukan anakmu atau cucuku, di mana kau simpan cucuku yang asli heh?" tanya Kakek kesal, karena Jery terus berdusta.
"Yah, aku tidak bohong! Dialah pewaris kita, hanya Dia? Apakah Ayah merasa dia tidak pantas untuk menjadi pewaris? Baiklah, kalau begitu, aku akan menikah lagi sekarang." ucapnya.
"Menikah? Bukankah kau di nyatakan mandul setelah kau sering mengkonsumsi minuman-minuman keras itu!" ucap kakek lagi.
"Kek, apakah Dia ayahku?" akhirnya Yola tidak sabar ingin mengetahui kebenarannya.
"Et_et tunggu! Siapa Kau?" tanya Jery menunjuk wajah Yola.
"Jery, Dia anakmu? Apa kau mengenalinya?" tanya Kakek akhirnya.
"Anakku? Heh, tidak mungkin, bagaimana mungkin Ayah mengatakan itu tiba-tiba, aku saja tidak pernah mengatakan, kalau anakku tertukar. Mengapa sekarang Ayah malah membawa gadis sembarangan dan mengatakan Dia adalah Anakku?" protes Jery.
"Aku telah menemukan orang tua kandung Huda, dan telah tes DNA, dan hasilnya memang benar, bahwa aku dan Huda tidak ada kecocokan gen, sedang dengan gadis ini, kami memiliki 90% kecocokan." ucap kakek lagi.
"Dari mana Ayah yakin? Bagaimana bisa tiba-tiba ke kota dan bertemu gadis ini, lalu mengakuinya sebagai anakku? Mustahil, heh." Jery meremehkan ayahnya karena telah membawa orang sembarangan.
"Kami sudah tes DNA, dan kebetulan orag tua Huda juga merasa aneh saat bertemu Huda, kok bisa wajah Huda 90% mirip dengannya."
"Yah, katakan saja! Dari pada Ayah menyimpan ini berlarut-larut." ucap Huda juga.
Karena terus di desak, akhirnya Jery pun mengakui semuanya.
***
__ADS_1
Sudah beberapa bulan Yola diam di desa yang damai itu, karena dia mengambil terminal kuliah. Dia merasa tidak siap untuk Kuliah setelah apa yang di alaminya dengan rumah tangganya.
"Yola, hari ini aku dan Huda akan ke rumah sakit untuk kontrol operasi Kakek, kalau kau perlu sesuatu, kau bisa menghubungiku!" ucap Huda. Huda pun sering pulang kalau di hari sabtu dan minggu untuk menemani Kakek kontrol berobat.
"Baiklah," ucapnya.
Setelah kepergian Kakeknya, Yola merasa bosan dan jenuh, dia pun pergi jalan-jalan untuk membeli cemilan dan lainnya. Tepat isya, Yola kembali ke rumah.
"Kok masih sepi? apa Ayah dan Kakek belum datang?" tanyanya.
Dia pun masuk dan membawa belanjaannya ke kamar.
Sambil menonton Televisi, dia lun memakan cemilannya sambil sesekali melihat HPnya dan chat bersama teman lamanya.
Bruk
Suara orang membuka pintu di luar pun tak terdengar oleh Yola, karena dia sedang asyik ngemil dan chat.
"Di.. ma...na... Kau..."
Ternyata Jery yang datang dengan keadaan mabuk berat.
Bruk.
Diaendobrak pintu Yola kasar hingga terbuka lebat, Yola yang memang tidak mengenakan baju yang pantes pun kaget.
"Ayah? Ma.. Mau apa kau?" Yola gugup saat Ayahnya mendekatinya.
"Kau... Hmmmm," Jery semakin mendekat.
"Hmmmm, ayo Sayang, kemarilah!" Jery semakin gil* saja.
"Tidak!"
Yola melompat ingin melewati Ayahnya namun.
Bruk
Dia terjatuh dan di sambar oleh tangan kekar Ayahnya yang sedang mabuk berat.
"Tidak, tolooong!" teriak Yola sangat ketakutan.
Jery terus memeluk tubuh Yola erat, hingga Yola terasa tidak bisa bernafas.
"Ayaaaaah, tolooong! lepaskan aku yah!" Yola terus meronta, namun Jery tidak perduli, pengaruh minuman itu telah menghilangkan akal sehatnya.
Bruk.
Bugh
Ketika dorongan yang sangat kuat menyerang Jeru, hingga dia terlepas dari tubuh Yola.
"Huda..."
Yola pun bangun dan berlari memeluk Huda.
__ADS_1
"Anak kurang ajar kau! Bugh bugh ."
Kakek pun ikut memukuli Jery dengan tongkat yang di pegang nya.
"Ayo!"
Yola di bawa keluar oleh Huda. Huda kembali ke kamar dan mengambil selimut tipis untuk menyelimuti Yola yang hanya mengenakan tingtop saja.
"Aku mau ke kota, dan tinggal sama Papa Fathir saja. Hiks hiks hiks," ucap Yola.
Dia sangat takut dan menangis terus-menerus.
"Baiklah, aku akan membawamu besok pagi, malam ini, kau tidur saja di kamarku, aku biar tidur di sofa,"ucap Huda.
Sepanjang malam ini, Yola termenung dan merenungi nasibnya yang malang. Dia pun mengingat dosa yang telah ia perbuat selama ini, kejahatannya pada Zahwa juga tidak luput dari ingatannya.
"Apakah ini karma untukku?" gumamnya.
Sepanjang malam dia tidak bisa tidur. Kilasan cerita dirinya dan orang-orang yang di sayangi nya melintas di benaknya. Penyesalan pun kini mulai bertahta di benaknya.
Tok tok tok
"Yols, bangun! Ayo sholat,subuh, lalu kita berangkat ke kota!"
Ketika teriakan Huda membangunkan sirinya, entah kapan akhirnya dia bisa tidur dan akhirnya kesiangan.
"Oh baik."
Yola bergegas mandi membersihkan diri dan sholat subuh. Di sujud terakhirnya doa yang sangat panjang dia lantunkan di dalam hatinya.
Ceklek
"Ayo!,aku sudah siap," ucap Yola.
Gadis itu terlihat seger dan berseri, tak ada paras yang tadi malam ketakutan, kini sudah hilang bersama keyakinan sikapnya yang ingin dia perbaiki.
"Kau yakin akan meninggalkan Kakek?" tanya Kakeknya sambil memegang tangan Yola dan mengelusnya.
"Iya Kek, aku akan meneruskan kuliahku, aku akan minta maaf sama Mama dan Papa Fatihr.
" Ayo!" ajak Huda.
Akjirnya Yola pamit pada Kakek.
Mereka pun pergi meninggalkan Desa tersebut.
***
"Selamat datang kembali di rumah ini!"
Sambut Shaina yang menyongsong kedatangan Yola dan Huda.
"Mama, hiks hiks hiks."
Yola memeluk tubuh Shaina erat, air matanya pun jatuh, air mata kesungguhan yang tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam.
__ADS_1
BERSAMBUNG...