Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Menikah untuk yang ke Dua


__ADS_3

"Mama? Papa?" Bima terhenti di depan pintu. Tentu saja dia kaget dan berhenti mendadak.


"Bima, apa benar kau juga telah menghamili Linda?" Cecer Ayahnya dengan nada marah.


"I-itu, mungkin saja itu nukan anakki Yah!" Sahutnya membwla diri.


"Keterlaluan kau."


Bug bug bug


Pukulan bertubi-tubi pun menghujami tubuh anaknya itu. Dia sangat marah atas kelakuan anaknya.


"Lihat ma! Kau yang telah memanjakan anak semata wayang mu ini hingga menjadi begini, lihat!" Bentak sang ayah pada mamanya Bima.


"Pah, sudahlah, ayo kita selesaikan saja masalahnya, kita nikahkan saja dia denhan Linda, urusan akan selesai kan?" Sahut sang mama.


"Hei, selesai mbahmu! Setelah ini malah masalah akan semakin besar. Bagaimana kalau Yola tau? Kalau papa Yola tau? mereka pasti akan memutus hubungan kerja dengan kita kan?" Ayah Bima sangat khawatir tentang perusahaannya.


"Papah selalu mengaitkan pernikahanku dengan perusahaan aku tidak mencintai mereka ma, pa!"


Plak


Satu tamparan lagi mendarat di pipinya.


"Anak kurang ajar, bisakah kau di andalkan? Kalau begini jadinya lebih baik aku saja yang menikah lagi untuk membuat anak yang banyak." Gerutunya sangat kesal.


Zahwa dan Ezra pun tersenyum begitu juga penghulu yang di datangkan dari kampung kontrakan Linda.


"Maaf pa, jadi bagaimana ini, aku ada acara di lain lagi habis ini pa." Ucap pa penghulu


"Ayo cepat kita mulai acara nikahan ini, huh menyebalkan sekali anak ini." Umpet Ayah Bima sambil menarik tangan Bima.

__ADS_1


Bima tak bisa berkutik, sedetik semenit 10 menit telah berlalu. Kimi Linda dan juga Bima sudah resmi menjadi suami istri.


"Kalian selesaikan saja pembicaraan kalian, aku dan Zahwa akan pulang. Ayo sayang!"


Ezra sengaja memanas manasin Bima dan menggandeng tangan zahwa mesra sangat mesra. Bima yang melihat itu pun menggesek gigi atas dan bawahnya geram.


Awas kau Ezra, lihat saja nanti


Bathinnya.


Ezra terus menggandeng Istrinya sampai depan mobil dan membukakan pintu.


"Hwa...apa kau dengar kata Ayah Bima tadi?" Tanya Ezra.


"Hmmm, yang mana?" Zahwa menatap Suaminya dan mengerutkan alisnya tanda bingung.


"Dia bilang, lebih baik aku saja menikah lagi dan mempunyai banyak anak, hi hi." Ucap Ezra.


"Kalau kita gimana?"


Ezra sudah duduk di samping Zahwa. Di kursi mengemudi.


"Ho? Bagaimana apanya Bang?"


"Kamu penen punya anak berapa?" Tanya Ezra sambil menghidupkan mesin, sebenarnya wajahnya juga merasa malu menanyakan itu, tapi masa bod*h dia kan istriku?


Bathinnya.


"Mmmm, berapa aja, kalau Allah kasih." Sahutnya.


"Apakah kamu sudah siap?" Tanya Ezra lagi.

__ADS_1


"Insya Allah. Bang."


Sepanjang perjalanan Tangan Ezra terus menggenggam tangan Zahwa, seakan dia tidak mau terlepas dari wanita idaman itu.


Tak terasa mereka pun sudah sampai di rumah kediamannya.


Mereka mengucap salam namun tak ada sahutan.


"Mungkin Ummi lagi tidur habis belanja." Icap Ezra.


"Oh iya Bang, Bang Ez tau nggak berapa harga cincin ini?" Dia menunjukkan cincin pink pemberian Mita saat nikahan.


"Aku nggak pernah nanya sih, tapi kata Ummi, itu dulu cincin pernikahan mereka sama Papa," Ucapnya.


"Mmmm. Kata pemilik toko, saat aku beli cincin ini, cincin Ummi ini Limited edition lho, dan harganya itu 2 M." Wajah Zajwa terlihat sumringah menceritakan itu.


"Ha? Masa? Berarti benar, kau menantu idaman Ummi kan?"


Cklek


Zahwa membuka pintu. Dan Ezra menutupnya.


"Aku mau istirahat siang dulu bentar Bang, sangat cape." ucapnya.


Zahwa berbaring dan tak menunggu lama, Dia pun tertidur dengan nyenyak.


Diam-diam jiwa usil sang suami yang gemes dengan istri kurusnya itu pun mendekat.


Dia membelai pipi Zahwa lembut, mengec*p berulang kali b*bir merah itu, namun Zahwa dasar tidurnya sangat nyaman dan terlelap, dia benar benar tidak merasakan itu. Hingga Ezra merasa lelah dan akhirnya pun tertidur dengan memeluk tub*h Istrinya erat.


...BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2