
Rina dan Toto sama sama terkejut saat mereka bertemu di Toko Toto. Sesaat kemudianToto pun melewati Rina dan pura pura tidak mengenalnya.
"Sayang... Ayo kita pulang!" ajak Toto pada wanita yang sedang duduk di dalam toko.
Ternyata Toto sudah menikah baru baru ini. Mendengar panggilan itu, Rina merasa terbakar api cemburu.
"Toto, tunggu!" panggil Huda.
Toto yang merasa di panggil pun berhenti dan menoleh.begitu juga wanita yang di samping Toto pun ikut menoleh.
"Siapa Mas?" tanya wanita itu.
"Aku tidak tau," sahutnya.
Huda mendekati Toto santai. Sementara Rina tampak was wa dan merasa takut, kalau Huda akan bertindak macam-macam.
"Aku ingin bicara di ruangan mu," ucap Huda.
"Bicara saja di sini, apa yang ingin kau sampaikan?" ucap Toto.
"Apa kau yakin? Apa tidak masalah?" tanya Huda sambil tersenyum kecut.
"Memangnya ada apa?" tanya sang wanita.
"Baiklah, masalah Rina...."
"Baik, ayo kita bicara di dalam, Sayang, kamu tunggu di sini sebentar ya!"
Wajah Toto berubah pucat saat Huda menyebut nama Rina. Selama ini Toto belum pernah bertemu langsung dengan Huda. Jadi dia tidak tau kalau ini adalah suami Rina.
__ADS_1
"Tidak, kau juga harus tau, Rina kemari!" panggil Huda.
Rina merasa sangat takut. Dia tidak menghiraukan panggilan Huda, dia berbalik dan pergi meninggalkan Toko. Menaiki ojek dan pergi.
"Ayo!" ajak wanita Toto.
Mereka pun memasuki ruangan Toto dan duduk di kursi yang ada di ruangan itu.
Wajah Toto sangat tegang, sementara Huda beberapa kali menarik napas panjang.
"Tuan Toto l, Aku ingin kau mengatakannya sendiri apa yang telah terjadi antara kau dan Rina!" ucap Huda.
"Maksud Tuan, apa? aku tidak mengerti," ucapnya.
"Ah Tuan Toto, Apakah aku yang harus mengatakannya?" ucap Huda.
"Kalian bicara apa sih? Aku tidak mengerti, Mas Toto, tolong jelaskan padaku!" ucap istri Toto.
"Baiklah Tuan Toto, karena anda tidak mau mengatakannya, Aku yang akan mengatakannya, Rina hamil anakmu," ucap Huda.
Sesaat istri Toto pun terdiam. Dia menatap suaminya tajam dengan mata melotot.
"Apa benar Mas? wanita yang bernama Rina itu hamil anakmu?" tanya istri Toto.
"Sayang, kau jangan percaya padanya, Rina itu istri dia, kenapa aku yang menghamilinya? mungkin dia punya dendam pribadi padaku," ucap Toto membela diri.
"Toto! kemarin aku memergoki mu sedang indehoy dengan istriku, di rumah kami sendiri, dan aku juga sudah tes kesuburan seminggu yang lalu, dan ternyata... aku mandul. Jadi selama ini kau berhubungan dengan Rina dan anak yang dikandung Rina itu sudah jelas anakmu!" bentak Huda.
"Apa Mas!? kau berhubungan dengan wanita lain saat kau sudah menikah denganku? Mas! apaan ini? aku sungguh tidak percaya," ucap wanita itu.
__ADS_1
"Sayang... tunggu! tidak, itu bukan aku sayang," panggil Huda.
Wanita itu pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Kau kurang ajar, Aku baru saja memulai hubungan dengannya, tapi mengapa kau malah menghancurkannya heh!" bentak Toto.
"Aku sudah lama memulai hubungan dengan Rina, namun kau juga sudah menghancurkannya, sekarang kami sudah bercerai, anak yang dia kandung adalah anakmu, karena aku mandul, itu saja. Aku permisi."
Huda pun pergi meninggalkan ruangan Toto. Sementara Toto memukul-mukul meja yang ada di ruangan itu. Dia sangat kesal.
Huda terus berjalan cepat meninggalkan Toko Toto. Sehingga Huda pun bisa mengimbangi jalan Istri Toto.
"Tuan, tunggu!" panggil wanita itu.
"Ya,?" sahut Huda berbalik.
"Apa benar Rina itu istrimu?" tanyanya.
"Iya, dia istriku, namun beberapa bulan ini dia sudah berselingkuh dengan suamimu. Sehingga kemarin aku sempat ingin menceraikannya, namun Rina bilang dia akan bertoba.t tapi setelah 2 bulan ini, dia pun mengulanginya kembali. aku tidak bisa memaafkannya. Aku bahkan melihat mereka berdua sedang Indehui di depan mataku sendiri. aku sangat hancur. Aku tidak bisa lagi menerimanya," ucap Huda.
Huda kembali bajalan pergi meninggalkan halaman Itu.
"Tuan l, tunggu!" panggil wanita itu.
"alAda apa? aku minta maaf karena telah membuat kekacauan di rumah tangga baru kalian," ucap Hud.
"Tidak apa-apa Tuan, aku terima kasih banyak, tapi aku akan bercerai dengan Toto, dan selama aku dimasa iddah, aku mohon kau bisa menungguku. Aku ingin menikah denganmu. Aku melamarmu," ucapnya.
Betapa kagetnya Huda mendengar tawaran tersebut.
__ADS_1
Bersambung....