
Ezra kaget bukan kepalang. Ia pun berdiri dan menggenggam tangan Bram karena sangat terkejut. "Benarkah? apakah kau tidak salah orang? " tanya Ezra lagi.
"Tidak, makanya saat kita bertemu di mall, aku sangat kaget, saat melihat wajah anakmu, yang sangat mirip dengan seseorang, tapi aku tidak berani mengatakannya langsung, karena aku tidak tahu kalau anakmu kembar, " ucap Bram,.
"Lalu di mana sekarang anakku arsya berada," ucap ezra.
"Sebenarnya, aku bekerja di Luar Negeri, yaitu di Jerman, jadi sekarang kami berada di sana, di sana aku membeli sebuah Apartemen yah lumayan. Di sanalah kami tinggal sekarang, dan saat aku mengetahui kebenaran tentang lucky, bahwa dia adalah anak mantan kekasih istriku itu, aku berusaha untuk menemukan orang tuanya, karena aku punya hutang pada seseorang di masa laluku, aku pernah membuat kesalahan dan aku akan menebusnya. Dulu, aku pernah menghamili seorang wanita itu meninggal karena pendarahan hebat, karena aku tidak percaya bahwa anak itu adalah anakku,. Dia mencoba bunuh diri, sekarang aku akan menebusnya dengan membantucirwng lain. Aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu. Aku akan mengurus nya dan akan membawa anakmu ke Indonesia kau, tunggu saja di sini, di Indonesia ini, aku pasti membawanya. "Tidak, aku mau ikut ke jerman, aku ingin memastikan sendiri aku harus bertemu dengannya langsung, " desak Ezra
"Tapi nanti malah dicurigai Zaira, dan aku tidak bisa mengambilnya, dan menyerahkannya padamu,"ucap Bram.
"Baiklah, aku ikut ke Jerman, namun aku akan menunggu di Hotel yang jauh dari Apartemen mu, bagaimana?" pinta Ezra.
Tentu saja Ezra tak mau menunggu di Indonesia begitu saja, sudah 2 bulan Arsya hilang, dan selama itu pula mereka sangat menderita.
"Hups... Baiklah kalau begitu, tapi ingat, jangan sampai kita membuat kesalahan. Besok aku akan pulang ke Jerman, dan sebaiknya Istrimu jangan ikut, mungkin saja nanti gegabah," pinta Bram lagi.
"Oke, deal."
Ezra dan Bram pun menyudahi pembicaraan mereka. Besok Ezra akan berangkat ke Jerman untuk menjemput Arsya dengan ikut bersama Bram.
***
Malam hari, Zahwa tampak menatap Ezra lekat. Siang tadi Ezra sudah meneleponnya dan mengatakan, kalau kemungkinan Arsya ada di Jerman, namun Ezra tak menceritakan semuanya tentang Bram dan Zaira, Ezra akan memberi kejutan nanti untuk Zahwa.
"Jadi besok Abang akan ke Jerman tanoa aku?" tanya Zahwa.
"Iya Sayang... Aku belum tau di mana Arsya kita berada, namun Bram pernah melihat anak kita di sana, dan mungkin itu benar," kata Ezra.
"Aku ikut Bang, aku ingin melihatnya dan memeluknya pertama kali," ucap Zahwa.
"Tapi aku tidak tau, apakah bisa menemukannya dalam waktu dekat, kau tunggu saja di Indonesia ya! ku mohon, lagian Ummi juga kadang sakit-sakitan, bagaimana kalau nanti ada apa-apa," ucap Ezra.
Zahwa tampak cemberut dan menunduk. Ezra pun mendekati Zahwa dan merangkul pundaknya.
"Kasian Arsy, kalau di bawa ke sana ke mari, bagaimana kalau Dia sakit karana kecapean?" bujuk Ezra lagi, sambil terus mengelus kepala dan pundak Zahwa.
"Baiklah kalau begitu, tali janji, Abang akan membawa Arsyaku," ucap Zahwa, air matanya pun menetes pelan.
"Iya Sayang, Insyaa Allah," sahut Ezra.
Zahwa pun mengambil koper dan memasukkan beberapa baju untuk di bawa Ezra besok. Semua keperluan Ezra sudah siap. Zahwa dan Ezra pun istirahat malam, namun, dasar si Ezra jail.
"Sayang... Kamu udah tidur?" tanya Ezra.
"Hmmm, belum, bagaimana aku bisa tidur, aku terus memikirkan Arsya Bang," sahutnya.
__ADS_1
"Kamu nggak mau kasih oleh-oleh duku buat Abang?" tanya Ezra nakal, sambil memeluk Zahwa.
"Oleh-oleh? Emang mau bawa apaan sih Bang?" Zahwa yang polos tentu saja tidak mengerti.
"Hemmm, yang kasih apa aja, biar aku slalu ingat kamu," bisik Ezra.
"Mau di bawain opor ayam? Atau rendang?" tanya Zahwa lugu.
"Aaah, nggak asyik kamu, aku mau itu, nganu.... "ucapnya
Zahwa tersenyum merona. Baru dia mengerti yang di maksud Ezra.
🥀🥀🥀
Pagi yang cerah, Ezra tampak sudah siap dengan koper dan berpakaian rapi.
" Kak, aku duluan ya, aku ada urusan," ucap Yola pada Zahwa. Dia pun salim.
"Mau ke mana?h tanya Zahwa.
"Mau beli sesuatu," ucap Yola.
Yola pun pergi meninggalkan rumah Besar itu.
Sementara Huda tampak masih berdandan rapi, Yola sudah izin untuk beli pulsa ke depan. Huda pun sudah siap dsn keluar dari kamarnya.
"Baiklah, hati-hati ya," ucap Zahwa.
Huda pun pergi meninggalkan rumah mewah itu menuju kantornya. Tanpa sepengetahuan Huda, ternyata Yola sudah mengintipnya di dalam mobil jauh dari rumah itu.
"Pak, tolong ikuti mobil itu," ucap Yola.
Yola yang menaiki taksi pun membuntuti Huda yang meluncur menuju tokonya, namun sayang, Huda benar-benar pergi ke tokonya pagi ini. Huda memarkirkan mobilnya di halaman toko, sementara Yola berhenti jauh dari toko itu. Dia tetap akan menunggu hingga siang.
"Bos, selamat siang," sapa Lala, Supervisor toko itu.
"Hmm, bagaimana barang masuk pagi ini, apakah sudah beres?" tanya Huda.
"Iya Bos," sahutnya.
"Baiklah, aku ada acara makan siang, jadi sebelum jam 11, kalau ada urusan sama aku, tolong segera bereskan," ucapnya.
"Baik Bos."
Huda pun pergi ke ruangannya. Tepat jam 09.30 pagi.
__ADS_1
"Hello Sayang..." Sapanya pada Rina.
"Hello... Sayang... Kau di mana?" tanya Rina juga.
"Aku jam 12 akan menjemputmu, tolong kau siap-siap, kita akan lergi makan siang bersama sekalian aku setor ya.?- ucap Huda centil.
" Jam 12? Ini jam berapa sih?g tanya Rina tampak gugup.
"Baru jam 10 Sayang... Ada apa? Kok gugup gitu?" tanya Huda.
"Ennggak, ku kira udah jam 12, aku belum mandi, udah ya, aku mandi dulu, biasa, bumil mah males mandi pagi," ucapnya.
Telepon lin di tutup.
"Mas, bangun...! Hei, cepat bangun! Huda akan ke mari, ayo cepat!"
Ternyata Rina sedang bersama selingkuhannya, kapok tu Huda, selingkuh malah di selingkuhin😄
"Ha? Jam berapa sih?" tanyanya alot dan males-malesan.
"Jam 10, ayo cepat mandi!" titah Rina lagi.
"Bentar lagi, 'kan kamu janjian jam 12, masih 2 jam lagi ah," sahut Pria itu.
"Nggak pokoknya sekarang!" titah Rina.
Hap
Pria itu malah menindih tubuh Rina dan ikut ke dalam selimut Rina. Rina yang semaleman nggak pakai baju pun kaget.
Dan terjadi sekali lagi.
🥀🥀🥀
Huda tampak keluar dari toko. Dan menghidupkan mesinnya. Sementara supir yang di suruh jagain Huda lun membangunkan Yola.
"Nona... Itu suami Anda sudah keluar dari toko," ucap Sopir.
Ayo ikuti pak," titah Yola. Mereka pun mengikuti Huda dari jarak yang lumayan jauh.
"Kali ini aku tak kan bisa memaafkan mu lagi Mas, kalau sampai hari ini kau ketahuan ku berbohong," ucap Yola lirih.
Setelah 15 menit, mereka pun sampai di sebuah rumah mungil.
Huda memarkirkan mobilnya di sebuah rumah mungil, dan tampak seorang wanita yang sangat di kenal Yola berdiri i depan teras dan menyambut Huda. Mereka pun cipika cipika. Yola pun memalingkan tatapannya ke samping rumah namun, betapa kagetnya Yola, saat melihat ada seorang pria sedang mengendap keluar dari sisi rumah Rina.
__ADS_1
"Siapa dia?, mengapa dia seperti pencuri?" tanya Yola.
BERSAMBUNG...