
Ezra dan Zahwa sudah berada di area Toko yang ingin di berikan Ezra pada Zahwa.
"Sayang, ayo pelan-pelan!"
Ezra pun menuntun tangan Zahwa menuruni mobil dan berjalan menuju halaman toko.
"Emang ada apa sih Bang? Kok gini amat?" protes Zahwa.
"Siap-siap ya! Sau__dua__tiga,-
Settt
tutup mata Zahwa di buka, dan terpampang jelas sebuah mall kecil bertingkat dua, di penuhi busana dsn juga tempat bermain anak.
"Abang mau ngajak aku shoping?" tanya Zahwa heran, hanya ke toko baju saja, malah matanya di tutup segala.
"Ayo masuk!"
Bahkan karyawan pun sudah ada di dalam.
"Selamat Pagi Nyonya Muda, selamat dan sukses buat Anda," ucap semua karyawan yang sudah di setting Ezra untuk mengucapkan itu.
"Ha? Ada apa ini Bang?" tanya Zahwa heran.
"Ini hadiah untuk kamu, karena telah melahirkan 2 malaikat kecil untukku," ucap Ezra kemudian.
"Hadiah?"
Zahwa tak bisa berkata apa-apa lagi, dia pun membuka mulutnya takjub.
"Mulutnya di tutup sayang!" titah Ezra sambil menutup mulut istrinya dengan tangannya sendiri.
"Ah becanda jangan berlebihan, jadi? Kita belanja di sini?" Zahwa pura-pura bego.
"Belanja? Belanja apaan? Ini 'kan milik kamu Sayang!" ucap Ezra lagi sambil memeluk erat tubuh istrinya.
"Yang bener?"
"Silahkan kamu jelajahi Toko ini, aku akan menunggu di sana, aku harus meeting online hari ini," ucap Ezra.
Ezra pun memanggil asistennya untuk mengambil laptop karena dia akan Zoom pagi ini di toko Zahwa. Zahwa pun tampak berkeliling melihat-lihat Toko, dia sangat senang melihat Toko itu, Ada tempat bermain anak-anak, dan tentu juga musholla kecil dan Wc untuk pengunjung.
"Ayo kita mulai Meeting," ucap Ezra yang sudah berada di depan Laptopnya.
Mereka memulai Meeting dan berjalan sudah 30 menit, saat Zahwa mendekati suaminya dari jarak jauh untuk mengintip Laptop Ezra yang di penuhi oleh wajah-wajah rekan Bisnisnya.
Deg
Hatinya langsung berdebar saat melihat ada wajah Humairo juga di sana, juga ada Rangga yang mewakili perusahaan sendiri.
Dret.
Pesan dari Rangga di Hp Ezra.
"Kak, Kak Zahwa di belakang tuh, kayaknya dia cemburu lagi," ucap Rangga.
Ezra pun menolah, dan melambai ke arah Zahwa. Namun Zahwa tampak malu-malu.Ezra pun berdiri dan membawanya duduk di sampingnya yang sedang rapat.
"Waaah, si Bos bawa gadis nih!" ucap salah seorang rekan bisnisnya yang memang suka ngelucu.
Mendadak Humairo merasa tidak enak, dan tidak lagi memandang layar monitor, dia terlihat sibuk sendiri mengetik pesan di tangannya.
Meeting berjalan lancar, Ezra tak mengizinkan Zahwa,pergi dari sisinya sampai Meeting selesai.
__ADS_1
"Ayo kita pulang! Besok kita pembukaan Toko mu ini sayang, kita ke butik dulu!" ajak Ezra.
"Besok? Bagaiman dengan anak-anak?" tanyanya.
"Ya kita bawa doong!"
Mereka pun keluar mendekati mobil namun.
"Awaaaas!
Teriak seseorang dari jarak yang lumayan dekat. Orang itu berteriak dan berlari menghalangi pengendara yang ingin menabrak Zahwa.
"Aaaau,"
Bruk
Laki-laki tinggi besar itu pun menangkap setang pengendara motor dan membantingnya, hingga sang pengendara terpental.
"Nona tidak apa-apa?" tanya lelaki tinggi besar itu.
"Tidak apa-apa, terima kasih ya! Kau siapa?" tanya Zahwa saat melihat lelaki itu sangat tinggi dan kokoh bagai beton.
"Aku utusan Den Rangga, untuk menjaga kalian berdua, kami ada banyak di sana!" lelaki itu menunjuk mobil yang ada di samping jalan raya.
"Siapa yang menyuruhmu heh?" tanya Ezra mendekati lelaki yang terbaring di tanah karena tak mampu lagi berdiri.
"Aku__hanya di suruh," ucapnya.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Ezra lagi.
"Aku tidak tau, karena kami bekerja hanya dengan menerima telepon dan tanpa melihat orangnya," sahutnya pelan.
"Kurang ajar, kalau begitu, kau bawa dia ke kantor polisi," titah Ezra pada lelaki suruhan Rangga.
Pengendara motor pun dibawa dari tempat tersebut.
***
"Sayang, apakah belum ada tanda-tanda kau hamil?" tanya Huda pada Yola, mereka sudah menikah 5 bulan lamanya, namun Yola belum terlihat mengidam.
"Nggak tau nih Mas, masih nggak ada perubahan," jawab Yola lagi.
"Bagaimana kalau kita ke dokter saja!" ajak Huda lagi.
"Emang harus ya? Mungkin masih penyesuaian, karena aku pernah ke guguran," ucap Yola.
"Tapi 'kan kita harus tau penyebabnya? aku juga akan periksa kok!" ucap Huda.
"Baiklah kalau begitu, nanti sore kita akan ke dokter kandungan," ucap Yola lagi.
"Aku lapar, ayo makan!" ajak Huda.
"Ayo!"
Dret
Hp Huda bergetar.
"Kau duluan saja ambilkan aku nasi ya! biar nggak terlalu panas," ucap Huda.
"Baik, Mas, jangan lama-lama!" ucap Yola.
Yola pun pergi keluar dan menutup pintu.
__ADS_1
"Hello Sayang, ada apa?" tanya Ezra.
"Kau di mana? Siang ini kita makan siang bersama ya!" ucap seseorang di luar sana.
"Iya Sayang, sebentar lagi aku berangkat ke "Toko kok, nanti aku jemput kamu ya!" ucap Huda.
"Iya Sayang, daaah, emch,"
Huda pun kiss by jarak jauh.
Huda segera menutup Hpnya dan keluar kamar, menuju dapur.
"Kok lama banget sih Mas?" tanya Yola yang sudah duduk manis di kursinya.
"Itu... Rekan Bisnis yang cerewet, ini siang mau ngurus, setelah makan ini, aku langsung berangkat, mungkin agak malam baru pulang," ucapnya.
"Oooh, baiklah , ayo makan, keburu dingin ini," ucapnya.
Mereka pun makan bersama.
"Hari ini aku ikut Mama, ke pengajian Tante Mita ya!" izin Yola.
"Iya Sayang, ke dokternya besok aja ya! Hari ini sibuk soalnya," ucap Huda.
"Oke."
Mereka pun menyelesaikan makan paginya. Saatnya Huda pamit untuk bekerja.
"Aku berangkat dulu, emch,"
Huda pun tampak sangat ceria dan sangat mesra sama Yola akhir-akhir ini.
Selepas kepergian Huda. Yola bermaksud masuk ke rumahnya.
"Yola! Tunggu!" teriak seseorang.
"Bima? Mau apa lagi kau ke mari?" ucap Ketus Yola.
"Aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Bima sambil berlari dan menyambar tangan Yola.
"Lepaskan!" ucapnya.
"Katakan apa? Aku tak perduli, sana pergi!" usir Yola sambil menepis tangan Bima,
"Yola dengarkan dulu! aku melihat Huda berjalan dengan wanita lain," ucap Bima terburu-buru, karena Yola sudah masuk ke dalam rumah, dan saat itu juga, Zahwa mendengar apa yang di katakan Bima, karena dia penasaran dengan kegaduhan dan teriakan di luar rumah.
"Kau jangan mengada-ada, sana pergi!" Yola pun tak perduli, baginya Bima hanya ingin menghancurkan hubungannya dengan Huda.
"Bima!" sapa Zahwa.
"Eh Zahwa, aku pamit dulu, Assalamualaikum," Bima pun pergi meninggalkan rumah Shaina.
Entah mengapa, setiap kali Bima bertemu Zahwa, Dia tak berani menatap mata wanita itu, wanita yang sangat sempurna di matanya.
***
"Helo sayang, emch,"
Huda menemui wanita yang tadi di telponnya, wanita itu bergelayut manja di tubuh Huda, menciumi Huda penuh ....
Mereka masuk ke dalam kamar Hotel wanita itu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1