
Ezra semakin mendekat, kini Zahwa mengeluarkan keringat di seluruh tubuhnya.
"Hwa, ada apa? Kamu sakit?"
Ezra yang melihat istrinya itu menutup rapat tubuhnya dengan selimut tebal merasa khawatir.
"Ng__nggak, aku kepanasan." Ucapnya gugup namun keceplosan.
"Ha? Kepanasan kok selimutan?" Tanyanya.
"Oh..i..iya ya.." Jawab Zahwa aneh.
"Ha? Kamu aneh, ada apa?" Ezra semakin penasaran saja.
"Rapatnya udah?" Tanya Zahwa basa-basi.
"Udah, kamu kok cepet sekali mau bobonya? Biasanya juga nongkrong duku sama Ummi di luar." Tanya Ezra lagi.
"Mmm, aku kurang enak badan." Jawabnya.
"Sini biar aku pijitin." Ezra pun memijit-mijit kaki Zahwa di atas selimut.
Untung aja nggak di buka.
Lirih Zahwa.
"Hwa, besok aku mungkin akan lembur. Kamu mau ikut?" Tanya Ezra.
"Nggak Bang, aku masih menyelesaikan sedikit tugas lagi." Ucapnya
"Ooh, baiklah, nanti aku antar."
Ezra pun membaringkan tubuhnya di samping Zahwa.
Mudahaaan dia nggak ikut selimutan.
Lirihnya lagi.
"Hwa, kok kamu kayak ada yang di sembunyikan gitu sih?" Ezra melihat gelagat muka Zahwa yang aneh dan terlihat gugup.
"Ng__ngggak kok, aku mau tidur."
Zahwa pun mencoba menutup matanya. Sementara Ezra terlihat memainkan Hpnya, dan membuka chat dari teman dan juga rekan bisnisnya. Zahwa yang tidak bisa tidur pun mengintip suaminya diam-diam.
Glek
Tiba-tiba Ezra berpaling dan menatap wajah Zahwa, Zahwa pun kaget dan grogi.
"Belum tidur? Katanya mau tidur." Ucap Ezra.
"Mmmm, belum."
"Kamu keringetan, tapi kok pakai selimut?"
Tiba-tiba ada sisi hati Ezra yabg merasa curiga. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan gadis ini. Masih gadis ya😉.
Tap tap tap.
Ezra mengambil remot AC.
Tit tit tit tit.
__ADS_1
Suhu kamar kini semakin dingin. Awalnya Ezra masih santai, sementara Zahwa terlihat mulai adem dan keringat oun mulai menghilang. Dia mencoba memejamkan matanya.
Zzzzzzzzzzz
Kini malah Ezra yang merasa kedinginan.
Buk Ezra turun dari ranjang.
Brak
Ezra mengangkat selimut sedikit, dan ikut masuk kedalamnya. Dia masih belum menyadari tentang Zahwa. Sementara Zahwa sudah tertidur karena merasa nyaman dingin dan berselimut tebal.
"Kok dingin amat ya...ah males mau ngambil remot AC nya lagi."
Klek
Meletakkan HPnya di atas nakes.
Brek
Berpaling menghadap Zahwa, dan
Bruk
Memeluk tubuh Zahwa.
"Lho, kok aneh, pakai baju apa dia?"
Brek
Ezra pun membuka semua selimut .
"Ha?"
Jadi ini yang kau sembunyikan tadi dariku heh, apa kau sudah siap berperang denganku?
Lirihnya.
Kini dia mulai nak*l dan beraksi, Sentuhan demi sentuhan di mulainya. Jiwanya meronta dan ingin segera belah duren. Namun Zahwa tak juga bangun.
Ezra terus berulah n*kal namun dasar Zahwa yang kelelahan malah tak merasakan apa pun.
"Kenapa orang ini tidurnya nyenyak sekali? Dia pasti ingin menyuguhkan pakaian ini untukku kan? Berarti tidak masalah kalau aku....Mmmmmm."
Dia pun tersenyum.
Brek brek brek
"Aku siap."
Satu persatu baju Ezra telah terlempar ke lantai, dia pun tersenyum.
Hap
Ezra mulai menjelajahi bukit kembar menuju lembah. Dia bermain sendirian.
"Eaaaaaah, ketika tiba-tiba Zahwa menggeliat karena merasa ada yang mengganggunya.
"Sayang, akhirnya kau bangun juga," Ezra merasa senang.
"Ha?" Zahwa mengucek ucek matanya.
__ADS_1
"Sayang, kau ingin menyuguhkan ini, namun mengapa kau malu malu?"
"Ha?"
Kini Zahwa membuka lebar matanya, dia merasa malu ketika mendapati suaminya itu kini tanpa baju, hanya menggunakan Cel*na dalamnya saja.
"Abang?"
"Apa kau sudah siap? Hem hm" Ezra mengerut ngerutkan kedua alisnya.
"Hmmm." Zahwa terpaksa mengangguk.
"Kau sangat cantik," Pujinya.
"Abang juga sangat tampan." Balas Zahwa.
Ezra mendekat, selimut kini entah terbang kemana.
Mereka memulainya dengan penuh kemesraan.
Zzzzzzzz
Tiba-tiba Ezra menggigil karena suhu di kamarnya sangat dingin.
"Abang, ngapain juga abang lepas semuanya. Ayo pasang lagi!" Ucap Zahwa.
Ezra pun sibuk mencari bajunya. Zahwa juga ikut turun mencari.
"Emang abang lempar kemana?" Tanya Zahwa.
"Entah!" Jawabnya.
"Kalau begitu Ac nya aja di kecilin suhunya." Saran Zahwa.
"Oh iya ya."
Ezra mengambil remot
Tit tit. Selesai.
Tap tap tap
Ezra mendekati Zahwa yang duduk di tepi ranjang dengan mengenakan Lingeri berwarna biru. Hanya helai helaian compang camping.
Ezra mendekatkan b*birnya. Zahwa pun menerimanya. Mereka berpelukan saling melepaskan rindu. Seakan mereka baru bertemu hari ini. Lama mereka berdiri dan saling memberi sentuhan kasih sayang.
Hap
Bruk
Ezra mengangkat tubuh kurus Zahwa dan membawanya ke ranjang.
"Apa kamu siap?" Tanya Ezra lagi.
"Mmmm." Zahwa sekali lagi hanya mengangguk.
Brek
Ezra menyingkap sarang burung itu. Tampaklah kain segi tiga kecil menutupi kemahkotaannya.
Ezra semakin tak bisa mengend*likan d*rinya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG.......