
Sementara Bima dan Linda tampak bertengkar hebat di dalam mobil.
"Bim, aku hamil, aku sudah telat 2 bulan, aku kira ini hal biasa, karena kecapean, namun aku penasaran hingga tes kehamilan, dan hasilnya aku hamil Bim." ucap Linda.
"Kita gug*rkan saja, aku akan terus membiayai hidupmu, tapi aku tidak mungkin menikahi mu, aku sudah di jodohkan dengan rekan bisnis papa yang membantu perusahaan kami bangkit Lin." ucap Bima enteng.
"Tidak! kita sudah berbuat kesalahan, kita harus bertanggung jawab Bim, aku tidak mau berbuat dosa kedua kalinya, kalau kau tidak mau menikahi ku, aku akan melapor ke polisi." gertak Linda.
Plak
"Kalau kau berani melapor, hidupmu kelar sampai di sini." bentak Bima.
Serrrt
Linda di seret turun dari mobil.
"Kalau kau ingin merawat bayi itu, pergilah yang jauh dari kota ini! aku akan mentransfer uang tiap bulannya, tapi ingat! jangan sekali kali kau menemui ku lagi."
Bima pun kembali masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Linda di pinggir jalan.
"Hik hik hik, ibu....maafkan aku, selama ini aku haus akan uang, hingga aku menyianyiakan kesempatanmu untuk menguliahkan ku."
Linda pun duduk dan memeluk lututnya sambil menangis.
"Linda? hey, kenapa kau diam di sini? ini hampir hujan, ayo aku antar pulang." Ucap Hani temannya Zahwa.
Linda pun bangun dan naik motor Hani untuk pulang ke kontrakannya.
"Kenapa kau menangis?"
Sebenarnya Hani kurang suka dengan Linda, karena dia tau Linda suka p*rgaulan beb*s.
"Ada masalah yang nggak mungkin aku ceritakan. Besok aku akan pulang kampung, aku perlu terminal dulu tahun ini." ucapnya.
"Lho ada masalah apa? apa karena ekonomi?"
"Itu... mungkin salah satunya itu." jawabnya.
Mereka sampai di kontrakan Linda.
__ADS_1
"Terimakasih ya... maaf juga kalau selama ini aku ada salah sama kamu. tolong sampaikan maaf ku juga sama Zahwa, aku pernah menyakiti hatinya, berhati hatilah pada Bima."
"Bima? emang kenapa dengan dia?"
"Aku tidak bisa menceritakan banyak, kalau dia ingin tau, dia bisa cari tahu sendiri."
"Apa kau sangat dekat dengan Bima?"
"Kami pernah pacaran, dan sampai sekarang pun masih pacaran, hanya karena dia di jodohkan, jadi dia memutuskan hubungan denganku, dan aku baru tau kalau Zahwa lah tunangannya."
"Jadi kau pacar Bima? sudah berapa lama?"
"Sudah sangat lama, sekitar 2 tahun, namun bukan aku saja, ada pacar pacar Bima yang lain, namun aku tidak perduli, maaf, aku ingin istirahat, sekali lagi terima kasih ya."
"Ooh...baiklah, assalamualaikum."
"Wa alaikumsalam.
Hani pergi meninggalkan kostan Linda.
***
"Kok Bima belum datang juga sih? kemana aja dia?"
"Kalau kau ada kegiatan, kau pulang saja! nanti biar aku pulang naik taksi saja."
ucap Zahwa.
"Tidak ada kak, cuma aku paling tidak suka dengan orang yang ingkar janji, ini sudah 15 menit, kok belum datang?"
Baru 15 menit aja hebohnya selangit. Maklum dia kan Bos yang nggak pernah menunggu.
"Assalamualaikum, maaf telat."
Seketika Rangga menatap wajah Bima tajam seakan ingin memangsanya.
"Wa alaikumsalam," Zahwa menjawab.
"Kok telat? kita kan janjiannya jam 11, sekarang udah lewat!" ucap Rangga ketus.
__ADS_1
"Maaf, macet, baru 15 menit, ayo!"
Bima masuk menuju ruangan yang telah di sediakan.
Sementara di rumah Fathir.
"Sayang, Yola mana? kok nggak ada keluar sejak pagi tadi?"
Fathir yang meliburkan diri hari ini karena baru datang dari bisnis luar kotanya, sedang duduk santai di Sofa, sambil membaca chat grup Bisnisnya.
"Dari pagi tadi aku juga belum melihatnya, coba aku periksa."
Tok tok tok
"Yola... Sayaaaang, kau di dalam? mama masuk ya?"
Cekelek.
"Yola?"
Tap tap
Shaina mendekat.
"Kau kenapa? sakit?"
Yola sedang rebahan dan memakai selimutnya.
"Pusing Ma, nggak enak badan." Jawabnya.
"Kamu sudah makan?"
"Nggak selera Ma, mual rasanya."
"Mungkin kamu maag, bentar ya, biar minta Bibi membelikan bubur."
Shaina pun keluar.
"Huak... huak... aduuuh kenapa mual banget ini, mana pusing,"
__ADS_1
Yola pun berjalan ke kamar mandi.
BRSAMBUNG....