
Mita sangat panik. Dia pun segera mengambil Hp dan menelepon Zahwa, namun tidak ada yang menjawab, berulang-ulang menelepon, namun tetap tidak ada yang menjawab.
"Haduuuh__ Zahwaaa," keluh Mita.
Akhirnya Mita pun menggendong Arsya dan membawanya keluar pada kamar.
"Mana sih Zahwa?" tanyanya menggumam sendiri, sambil berjalan keluar rumah.
"Ummi, ada apa? Kok bawa bayi? siapa ini?" tanya Aisya yang baru masuk ke dalam rumah.
"Aisya, cepat panggil Kakakmu ke sini! Ayo cepet!" titah Mita setengah berteriak karena sangat panik.
"Ada apa Mi?" tanya Aisya heran dan bingung, karena tubuhnya di dorong-dorong oleh Mita.
"Cari Kakakmu! gawat ayo!" titah Mita lagi.
Aisya pun berlari ke luar dan memanggil Kakak sepupunya.
"Kak Ezra, Ummi mencari Kakak tuh, cepet, Ummi terlihat panik," ucap Aisya.
Ezra pun berlari ke dalam rumah dan menemui Umminya.
"Mi, ada apa?" tanya Ezra seraya menengok Arsya yang ada di pelukan Umminya. Dia mengira terjadi sesuatu denan Arsya.
"Ezra, Arsy tidak ada di kamarnya, tadi aku tinggal sebentar mengantar Sasa ke kamarnya karena jatuh, namun Arsy sudah tidak ada," ucap Ummi panik dan ketakutan.
Ezra pun berlari ke kamar tanpa babibu, ingin memastikan apakah itu benar.
"Mi.... "
Ezra bingung mau ngomong apa, akhirnya dia pun keluar menemui Zahwa.
"Ada apa Bang, kok kayak panik gitu," tanya Zahwa heran, saat melihat Ezra berjalan cepat ke arahnya.
Ezra menarik tangan Zahwa dan membawanya masuk ke rumah.
"Kamu tenang dulu, tarik nafas dalam-dalam," titah Ezra.
Zahwa pun makin heran, namun sebagai istri sholehah, dia pun menuruti keinginan suaminya. Ezra tau, kalau Zahwa mentalnya pasti tidak kuat, karena kalau dia kaget dan syok, pasti akan pingsan langsung.
"Sayang, Arsy tidak ada di kamarnya, dan tolong, kamu diam di sini, temani Ummi, aku akan mencarinya," ucap Ezra kemudian.
Ezra pun menitipkan Zajwa lada Aisya dan ummi.
"Ahk.. Arsy? Arsy tidak ada?" Zahwa kaget terasa lemes, dia lin berjalan ke kamar untuk mastikan.
__ADS_1
"Ummi, tadi Dia sama Ummi 'kan? kemana dia Mi?" tanya Zahwa, sambil mengambil Arsya dari gendongan mertuanya.
"Aku tadi mengantarkan Sasa ke kamarnya, karena dia terjatuh, itu lihat! belingnya pun masih ada," ucap Mita.
"Ya Allah, ujian apa lagi ini?" ucap Zahwa, tubuhnya melemas seakan hanya ada daging tanpa tulang yang menumpu tubuhnya.
Mita pun segera mengambil Arsya dari pelukan Zahwa, karena takut terjadi sesuatu.
"Zahwa, maafin Ummi... Aisya bawa Kakakmu ke kamar Nak!" titah Mita.
"Iya Mi," sahut Aisya sambil menggandeng tangan Zahwa. Namun...
"Auw," Aisya menjerit saat tiba-tiba Zahwa jatuh sebelum sempat Zahwa berjalan, tubuhnya melorot dan terjatuh ke lantai, untung saja, Aisya sedang memeganginya, jadi tidak terlalu benturan yang berarti.
"Zahwa... Sayang, ya Allah," Mita memanggil-manggil dan menepuk-nepuk pipi Zahwa.
"Aisya ambilkan Air putih! Panggilin ummimu juga Shaina, ayo!" Titah Mita
"Mi, yang mana yang duluan Mi?" tanya Aisya bingung dengan titah sang Uak yang terlalu banyak.
"Terserah kau saja, ayo!"
Aisya pun pergi keluar mencari Umminya dan Mamanya Shaina.
"Ada orang? maksudnya bagaimana sih? Aku sudah susah payah berakting dan menjebak Neneknya untuk meninggalkan kamar itu, masa kalian tidak bisa masuk?" Chat Sasa kesal kepada ketiga rekan kerja penculikannya.
"Iya Sa, saat kami mendengar kamu mengajak Mita ke kamarmu, kami pun masuk ke rumah itu, namun saat kami mau masuk ke kamar itu, ada terdengar bayi menangis dan ada seseorang sedang menenangkannya." sahut chat di seberang sana.
"Siapa ya? Bentar aku lihat keluar."
Sasa pun pelan membuka pintunya dan berjalan pelan keluar, karena kamarnya ada di dekat dapur, dia harus berjalan lumayan jauh agar bisa melihat kamar Zahwa. Betapa terkejutnya dia, saat melihat Mita dan Zahwa ada di ruang tamu dekat dengan pintu kamarnya.
"Ha? Ada apa mereka? Kelihatannya Zahwa sedang sakit?... dan... Itu... Mereka tampak panik, ada apa sebenarnya?" Sasa bergegas masuk kembali ke kamarnya dan mengambil HPnya kembali.
"Mereka terlihat panik, namun aku tidak tahu apa sebabnya, kalian sekarang di mana?"
"Kalau begitu kami pulang saja, nanti kau atur kembali," balasan chat dari seberang.
Sasa pun meletakkan HP dan berbaring di kasurnya, memandang langit-langit sambil terlihat bingung dan berpikir.
"Siapa yang memasuki kamar itu? Aaaaaakh, menyebalkan sekali ini," Ucap Sasa kesal, dia pun mengucek-ucek rambutnya karena sangat kesal.
Semua tamu undangan sudah pulang, hanya tinggal keluarga Shaina yang tampak berkumpul di ruang tamu itu. Ezra lun sudah kembali setelah pergi ke sekeliling rumah untuk mencek kemungkinan penculik belum jauh.
"Jadi bagaimana? Apakah kita akan lapor polisi?" tanya Mita.
__ADS_1
"Iya, kita pasti lapor polisi, masalahnya, lapor itu akan di tanggapi kalau sudah 24 jam menghilang," sahut Hanan.
"Iya juga ya," sahut Ezra. Dia terlihat sangat prostasi, apalagi saat melihat belahan jiwanya kita terbujur pingsan di hadapannya.
"Maafin Ummi Zra, sungguh Ummi yang bersalah, Ummi teledor menjaga cucu Ummi, hiks hiks hik,"
Akhirnya Ummi tidak bisa membendung air matanya lagi, dan dia pun menangis terisak.
"Ummi, jangan begitu, aku nggak nyalahin Ummi kok, ini memang takdir, namun mudahan saja kita bisa kembali di pertemukan dengan Arsy lewat takdir pula," sahut Ezra sambil membelai pundak Ezra. Ezra anak yang paling hormat kepada Ibunya itu tidak mungkin marah, ibu yang telah melahirkannya dengan susah payah, dia tidak akan sanggup menggores hati ibunya walau secuil. Adab Ezra sangat luar biasa, karena didikan yang luar biasa dari Tante Zila tentunya, seorang wanita sholehah lulusan Tarim.
"Uuuuuuh,"
Zahwa tampak menggeliat, sudah 20 menit dia pingsan akhirnya mulai sadar.
"Sayang... kau sudah bangun?" ucap Ezra sambil mengusap pucuk kepala Zahwa.
"Sayang," Shaina pun ikut memanggil anaknya yang terlihat lemes itu.
"Bang, Mama, ada apa?" tanya Zahwa, kayaknya dia lupa kejadian barusan, mungkin terlalu lama pingsan.
"Sayang, ayo minum air angat dulu," titah Shaina.
"Oh iya, Bibi ke mana ya? Kok nggak muncul dari tadi?" tanya Mita lagi.
"Mungkin dia tertidur, kecapean habis lembur memasak rempah bumbu buat nikahan tadi," sahut Shaina.
Huda dan Yola yang baru menikah hanya bengong tanpa tau apa yang bisa mereka lakukan dengan kejadian ini.
Sementara Bibi di kamarnya tampak menggeliat, benar saja dia ketiduran. Dia pun bangun dan menggendong Arsy membawa keluar kamar untuk menyerahkan ke Zahwa.
"Aku ketiduran ternyata, hello gadis maniiiis, kamu kok tidur banget to, bagaimana kalau Ummamu nyariin, nggak ada nangis-nangis untuk bangunin Bibi" gumamnya, seakan dia sedang berbicara dengan bayi imut itu.
Bibi oun keluar, dan bingung saat terlihat di kejauhan mereka sedang berkumpul di ruang tamu. Dia pun mempercepat langkahnya.
"Ada apa ini?" tanya Bibi saat berada di dapan pintu dapur.
Semua mata memandang ke arah Bibi, sesaat mereka termangu dan takjub.
"Bibiiiii," Zahwa tersadar kalau tadi dia kehilangan Arsy, dan berlari mendekati Bibi.
"Ada apa Non?" Bibi yang tidak tau kepanikan orang rumah pun bersikap biasa dan bingung.
"Alhamdulillah ya Allah," Mita lemes dsn terduduk sayu di lantai, walau ini kabar bahagia, rasanya Mita tak ada tenaga, padahal Arsy sudah di temukan.
Bersambung...
__ADS_1