
Rangga sang Ceo tampan pun sudah berada di sebuah hotel berbintang, tentu saja ini adalah rencana balas dendam Rangga pada wanita yang telah menjebak kakak iparnya Ezra.
Dia sudah menyiapkan CCTV dan jua perekam,suara yang ada di bawah ranjang Rangga. Dan ini adalah kelemahan pacar Angga yang tidak pernah,mengetahui wajah Rangga sebagai adik ipar Ezra.
Wanita Matre itu jatuh begitu saja ke pelukan Rangga dengan mudah. Rangga yang menyamar sebagai pembisnis yang datang dari luar kota, dan pura-pura bertemu tidak sengaja dengan pacar Angga, dan Rangga juga sudah satu minggu mengincar wanita itu, agar ada kesempatan untuk merayunya.
Ceklek
Pintu hotel di buka.
"Kau sudah datang?" sapa Rangga.
Sebenarnya Rangga deg deg kan, bagaimana tidak, Diba istrinya sangat cemburu saat Rangga mengutarakan maksudnya membantu Ezra. Namun Rangga terus meyakinkan Diba, agar di izinkan menjebak wanita seksi ini.
"Iya Sayang, oh iya, kiriman uangmu sudah aku ambil, terima kasih ya," ucapnya.
Wulan pun mendekat dan duduk di samping Rangga, rok mini 2 CM di bawah hutan rimba nya itu membuat siapa saja akan menelan saliva nya. Begitu juga dengan Rangga.
"Aku mau mandi duku," ucap Rangga.
Rangga merasa gerah dan tak karuan. Apa kah rencananya mengungkap fakta akan tercapai malam ini, kalau dia gagal, maka perkawinan nya lah taruhannya.
Selesai mandi, Rangga sengaja memasang baju lengkap di dalam kamar mandi.
"Sayang, kenapa kau murung?" tanya Wulan.
"Aku ada masalah dengan perusahaan Mahendra grop," ucap Rangga membuka masalah.
__ADS_1
"Mahendra? Apakah itu Bos Ezra?" tanyanya.
"Ya, apa kau tau?" politik Rangga.
"Ya, aku tau, sedikit tau tentang dia," ucapnya.
"Apa kau bisa membantuku?" tanya Rangga.
"Tentu saja, tapi memang sedikit sulit, karena kemaren aku juga ada masalah dengannya," ucap Wulan.
"Masalah apa?" tanya Rangga.
"Ini rahasia aku dan mantanku," sahutnya.
"Oooh. Apa aku noleh tau?" tanya Rangga, berharap Wulan mau menceritakan semuanya.
"Percayalah, karena saat ini aku juga ingin memberi pelajaran pada Ezra itu," ketus Rangga seakan marah.
"Saat itu aku di suruh oleh Angga. Angga dendam dengan Ezra, karena ayahnya telah di bunuh oleh Ayah Istrinya."
Dooor....
Berarti dendam ini bukan untuk Ezra. Tapi ini semua di tujukan untuk menghancurkan perasaan Zahwa.
"Jadi? Angga itu dendam sama Kak eh Zahwa?"
Hampir saja Rangga menyebut Zahwa Kakak. Untung dia segera sadar.
__ADS_1
"Kok Kak sih?" tanya Wulan.
"Nggak, aku ingat Kakakku di rumah yang mau lahiran, hanya menunggu hari," ucap Rangga
"Oooh."
Wulan mendekat dan mengelus pundak Rangga. Kayaknya wanita ini sudah gatel ingin berlayar bersama Rangga yang sangat tampan ini.
"Sayang... Ayo! Kenapa kau mengenakan bajumu?" ucap Wulan manja.
Kini Rangga merasa gemetar, dia merasa takut untuk lolos dari wanita bi nal ini.
"Tunggu, aku merasa lapar, aku belum makan malam," ucap Rangga akhirnya bisa membuat alasan untuk pergi dari kamar itu.
"Kok makan sih? Aku udah mmm."
Wulan menggigit bibir bawahnya. sangat nak kal. Rangga pun berdiri dan berjalan mengambil kunci mobilnya.
"Kau tunggu di sini dulu, aku akan segera kembali," ucap Rangga.
"Masa aku di tinggal sendiri?" ucap Wulan.
"cuma membungkus kok, sebentar ya!"
Rangga pergi meninggalkan kamar dia pun tersenyum saat meninggalkan kamar hotel tersebut.
Bersambung...
__ADS_1