Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Tugas Rahasia Rangga.


__ADS_3

Huda juga merangkul tubuh wanita itu memasuki kamar Hotel. Mereka tampak tertawa-tawa kecil.


"Sayang, kamu wangi banget ini, pakai parfum apa?" tanya Huda menggoda Rina sambil menciumi leher Rina yang tertutup rambut.


"Kamu suka? Hemmm!" Rina menggeliat manja, membuat Huda semakin terpesona.


Ternyata dalam 5 bulan terakhir ini, Rina telah berhasil menggoda Huda, hingga jatuh ke dalam pelukannya, wanita ini adalah Tina, wanita yang pernah di cintai Huda, tentu sangat mudah bagi Rina menggodanya.


"Sayang, ayo kita menikah! Masa hubungan kita hanya sebatas gini aja sih?" tanya Rina.


Mereka tampak duduk di ranjang, sambil bercumbu.


"Nanti dulu sayang, aku perlu mempersiapkan diri dulu, buat kita beli rumah baru 'kan?" ucap Huda membujuk Rina.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya, gatel nih, pengen anu... " ucap Rina.


"E_e_e_eh, kamu menantang ya! Makin gemes aku kalau gini," ucap Huda seraya mendaratkan ciumannya di sekujur wajah dan tubuh wanita itu yang masih di balut pakaian lengkap.


"Udah ah, nanti kebablesan," Rina pun menjauh dan berjalan untuk mengambil air minum.


"Emang benar kamu nggak ingin ngerasain sesekali gitu?" tanya Huda, maksudnya mungkin Dia ingin mencoba icip-icip anunya Rina ya?.


"Ih apaan sih, walau aku ini bisa dibilang pelakor, aku nggak sekeji itu lho!" sahutnya.


"Baiklah, sini! biar kita berpelukan untuk melepas lelah hari ini," ucap Huda lagi.


Rina pun mendekat, dan duduk di pangkuan Huda.


***


Dret...


Hp Rangga bergetar.


"Kaka ada apa?" tanya Rangga dari balik teleponnya, saat melihat panggilan masuk dari Zahwa.


"Kaka boleh minta tolong nggak?" tanya Zahwa.


"Iya Kak, ada apa? Katakan saja!" jawab Rangga.


"Bisakah kau selidiki Huda, tadi Bima datang ke mari, dan mengatakan kalau Huda sedang bersama perempuan lain," ucap Zahwa.


"Benarkah? Siapa wanita itu?" tanya Rangga penasaran.


"Nggak tau juga, Kakak nggak sempat tanya, Bima langsung pulang," ucapnya.


"Apakah Bima tidak mengada-ada


Bima 'kan seperti ingin balikan sama Yola, bahkan katanya dia sangat menyesal." ucap Rangga lagi.


"Aku juga belum tau, makanya kita harus menyelidikinya," ucap Zahwa lagi.


"Hey Yayang Rangga,___"

__ADS_1


"Eh Kak, udah dulu, salam alaikum,"


"Wa alaikumsalam,__ kenapa sih Rangga terburu-buru gitu? Seperti ada yang memanggilnya Yayang ya? Apakah Rangga sudah punya pacar?" gumam Zahwa. Setahu Zahwa, Rangga belum punya pacar, atau memang Rangga belum siap mengenalkannya pada keluarga?


"Zahwa, kok bengong?" tanya Shaina.


"Eh Mama, nggak kok Ma, mama mau ke mana?" tanya Zahwa.


"Mau ke kantor, ada berkas yang harus Mama bawa besok, untuk di bawa keluar Kota sama Rangga," ucapnya.


"Jadi Mama mau keluar Kota?" tanya Zahwa.


"Iya, kamu bisa 'kan jagain si kembar 3 hari ini sendirian? Kan ada mbak Sasa dan juga Bibi, atau perlu Mama cari in pembantu lagi?" tanya Shaina.


"Nggak usah Ma, nanti biar Bang Ez yang bantuin, lagian Si kembar udah pinter bisa tengkurep sendiri dan guling-guling juga," jawab Zahwa.


"Baiklah, Mama mau ke kantor dulu,"


Shaina pun pamit di antar Sopir seorang perempuan juga lho, Sopir panggilan gitu.


Shaina dan Sopir sudah berada di perjalanan menuju kantor Rangga, karen kantor Shaina 'kan di jual Huda.


"Bu, aku mau mampir sebentar di rumah, mau kasih uang jajan dulu sebwlum aku ikut sama ibu keluar kota, bisa 'kan bu?" tanya sopir perempuan itu.


"Iya Mbak, nggak papa kok,"


Mereka pun berhenti di sebuah gang kecil, wanita pun turun.


"Bu, maaf, aku tinggal sebentar ya!" ucapnya.


Shaina pun mengambil Hpnya dan membuka agenda juga pesan masuk di Hpnya. Namun, terasa sudah lama, belum datang juga sang Sopir, Shaina jadi penasaran. Akhirnya Shaina turun dan berjalan memasuki gang sempit yang di masuki wanita tadi, tak berapa lama, Shana melihat wanita itu sedang menggendong seorang anak kecil, wanita imut dan cantik, sedang menangis, merajuk.


"Mama kerja dulu Nak, mama harus cari uang buat jajan kamu, Mama janji, kita nggak bekal kelaperan lagi kok, tapi kamu harus pinter diam sama Mbak ini ya?"


Deg


"Kelaperan?" gumam Shaina saat mendengar kata kata itu.


"Mama, aku mau jajan yang banyak Kaya Sisil, mainan yang banyak dan juga baju baru," ucap gadis cilik itu.


"Ya Allah, apakah seperti ini kehidupan orang-orang yang kurang beruntung?" Lirih hatinya lagi.


"Iya sayang, nanti Mama datang dari bawa Ibu Bos itu, nanti Mama bawain semua jajan dan baju baru yang kamu sukai ya, sekarang kamu tinggal sama Mbak dulu ya?"


Anak kecil itu pun mau turun dari gendongan Sopir.


Shaina menyeka air matanya, dan berjalan mendekati anak manis itu.


"Hello Sayaaaang, boleh kenalan?" sapa Shaina.


"Bos, maaf, kelamaan, sia rewel," ucap Sopir.


"Nggak papa kok___ Sayang, namanya siapa?" tanya Shaina.

__ADS_1


"Lidya Bos," ucapnya menirukan panggilan Mamanya.


"Ini siapa kamu?" tanya Shaina menunjuk Mbak yang ada di samping Lidya.


"Dia tetangga saya, yang menjaga Lidya, kalau saya lagi kerja," sahut Sopir yang bernama Zida.


"Bawa aja keluar kota, kalau dia nggak rewel, lagian kamu cuma nyetir, nanti tidur di Hotel," titah Shaina.


"Ikut Mama, ikuuut," rengek Lidya, saat Shaina mengajaknya ikut.


"Yapi, nanti kamu nangis, gimana dooong," ucap sang Mama.


"Nggak, Lidya janji,"


Lidya menjulurkan jari kelingkingnya, membuat Shaina gemes.


"Baiklah, janji?"


"He eh," Dia mengangguk.


Akhirnya Lidya pun di bawa.


***


Shaina sudah sampai ke kantor dan menuju ruangan Tangga.


Ceklek.


"Kau? Siapa?" tanya Shaina saat melihat wanita muda dan berpakaian lumayan seksi kaya artis korea gitu.


"Aku? Pemilik Perusahaan ini, kau siapa?" tanya wanita itu balik.


"Oh, maaf, pak Rangga nya ada?" tanya Shaina sengaja pengen mengerjai tu orang kayaknya.


"Dia sedang Meeting, kau ada keperluan apa?" tanya wanita itu lagi.


"Aku ingin mengambil berkas, karena besok akan ada pertemuan penting di luar kota," sahut Shaina, di dalam hati Shaina merasa geli sendiri.


"Oooh, jadi kau karyawan di sini? Tapi kau terlihat sangat tua, apakah Rangga tidak pilih-pilih karyawan? Malah orang yang setua Anda yang akan di kirim meeting keluar kota," ucap wanita itu.


"Namamu siapa? Aku baru kali ini melihatmu!" tanya Shaina lagi.


"Namaku Ayelen," jawabnya.


"Nama yang bagus, dan terlihat matamu juga biru, apakah blesteran?" tanya Shaina penasaran, karena wanita di depannya itu sangat cantik.


Ceklek


Pintu di buka.


"Mama, kau sudah datang?" sapa Rangga tiba-tiba.


"Mama?" lirih Ayelen kaget, dan langsung berdiri dari kursi kerajaan Rangga.

__ADS_1


"Santai saja," ucap Shaina seraya tersenyum.


BERSAMBUNG...


__ADS_2