Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Ezra di Sandera


__ADS_3

Shaina, Zahwa dan Yola tampak masih murung, mereka bahkan bisa berjam-jam hanya duduk di depan meja makan tanpa menyentuh makanannya. Seminggu sudah berlalu sejak kepergian Fathir, sosok lelaki penyayang dan pehatian. Mama Fathir dan Loli(adik Fathir)juga sudah pulang ke kampungnya setelah pemakaman.


"Sayang, ayo makan! Kasian bayi kita, apa kau akan menyiksa dia juga?" tanya Ezra pada Zahwa.


"Aku merasa mual saat menyentuh makanan itu Bang," ucap Zahwa.


"Non, biar aku buatkan sop ya?" ucap Pembantu baru yang Ezra sewa khusus untuk melayani Zahwa.


"Nggak Mbak, aku mau rujak cingur saja, yang ledes, csarikan Bang ya," pinta Zahwa.


"Baiklah, Mama dan Yola, apa mau Rujak cingur juga? Atau mau makanan lainnya?" tanya Ezra.


"Sembarang saja," ucap Shaina, sementara Yola hanya mengangguk.


"Assalamualaikum."


Huda dan Saila sudah datang, Saila sudah sadar dari komanya, dia terlihat sehat dan seakan tidak terjadi kecelakaan. Sementara Handono ayah Saila juga meninggal setelah di rawat beberapa hari. Saila tampak membawa ibunya ke rumah Shaina.


"Wa alaikumsalam," sahut dari dapur bersamaan.


"Pada ngumpul ya! waaah kelihatannya enak nih, ayu Bu kita makan!" ajak Saila pada Wulan mamanya yang labil.


Wulan pun duduk di tempat duduk Ezra, karena Ezra sudah pergi, sementara Saila duduk di kursi kosong lainnya.


Wulan yang memang kekurangan pun mengambil makanan dengan sembarangan, dan memakannya.


"Saila, tolong ibumu di layani, jangan berantakan begitu," ucap Yola yang merasa jijik saat Wulan mengambil makanan lauk pauk dengan tangan kiri dan kanannya.


"Kamu 'kan tau dia lagi sakit," sahut Saila.


"Kamu 'kan bisa mengambilkan dengan sendok, kalau begitu, semua makanan ini akan terbuang percuma nanti!" ucap Yola lagi.


"Kalian dari tadi juga nggak ada yang makan 'kan? Biarin saja, mungkin ibuku nanti akan menghabiskannya," ucap Saila se enaknya.


"Saila, ajari Ibumu pakai sendok, mungkin dia akan mengerti, karena dia seperti anak kecil," ucap Shaina pelan.


"Nggak papa Ma, ini kali pertama dia makan enak, lagian semua makanan ini 'kan milik Mas Huda juga, karena dia pewaris harta Papa Fathir," ucap Saila sombong dan songong😁


"Hey, jangan mentang-mentang dia anak Papa, kamu menantu, seenaknya saja memperlakukan makanan begitu, Papa itu orangnya nggak suka mubazir, satu biji nasi aja tersisa di piring dia akan marah waktu kami masih kecil dulu," ucap Yola emosi.


"Hey, kamu itu siapa? Kamu bukan siapa-siapa, kalian hanya tertukar," ucap Saila angkuh.


"Ada apa ribut-ribut?" Huda yang baru datang, mungkin dia tadi lagi merapikan baju di kamarnya.


"Nggk papa Mas, dia aja tuh, putri yang tertukar, sewot ngeliat Ibu makan, dia 'kan lagi sakit," ucap Saila.

__ADS_1


"Kenapa kamu biarkan ibu makan begini? Semua makanan ini sudah nggak bisa di makan Sai!" ucap Huda saat melihat makanan berhamburan.


"Jadi kamu juga menyalahkan ibu? Ini semua juga karena kesalahan Papamu, jika saja waktu itu komplotan Papamu tak memperkosa Ibu, tentu ibu baik-baik saja, dan aku juga tidak akan terlantar,"


Bruk


Saila berdiri dan pergi menuju kamarnya. Huda pun mengiringi Saila masuk kamar.


"Ada apa ini? Astagfirullah," Rangga kaget saat memasuki dapur, meja yang berantakan, lauk pauk, kuah dan nasi berhamburan di meja makan kayak ayam baru ngacak-acak tu meja.


"Rangga, kamu mau makan?" tanya Shaina.


"Mau makan apa? Semuanya sudah di acak-acak sama mak lampir," ucap Yola kesal.


"Yola! kamu nggak boleh ngomong gitu, masih ada nasi di magic dan opor di wajan kok!" ucap Shaina.


"Nggak Ma, aku makan di luar saja, ayo kita makan di luar!" ajak Rangga


"Nggak perlu, tadi Ezra udah beli in makan, belum datang," sahut Shaina.


"Oh baiklah,"


Rangga pun naik ke atas menuju kamarnya.


***


Bima tampak mengikuti Erza bersama 3 temannya, 3 teman yang berbadan kekar dan tampak bringas.


"Ingat! kalian harus berhasil membawa Ezra menjadi sanderanya, kita akan menjebaknya tidur dengan wanita lain. Kita akan membiusnya dan menidurkannya di sisihbngn r wanita, agar Zahwa meminta cerai!" ucap Bima.


"Baik Bos,"


Bima terus mengikuti motor Rangga hingga dia berhenti di sebuah warung kecil. Warung yang menjual rujak cingur.


Setelah memesan, Ezra pun kembali menuju motornya. Saat dia ingin menghidupkan motornya.


Hap


"Mmmmbbmmmbb," Ezra berusaha berteriak, namun mulutnya di bekap dengan kain sangat kuat, hingga akhirnya dia pingsan. Makanan yang di bawanya pun jatuh berserakan di tanah. Ezra di masukan dalam mobil Avanza dan di bawa oleh Bima menjauh dari kita itu.


"Zaira, aku sudah membawa Ezra, aku akan membawanya ke sebuah rumah terowncil di kaki bukit, apa kau ingin menyusulnya?" Bima menelpon Zaira.


"Iya, tolong sharelook, aku akan menyusul, uuuuuh, Ezra ku sayang, akhirnya," Sahut Zaira di telepon, dia sangat senang, karena Erza berhasil di tangkap Bima.


Bima pun memutus telepon.

__ADS_1


"Bayaran kalian akan di dapat kalau wanita itu nanti ke mari, jadi kalian harus menjaga dia baik-baik," ucap Bima.


"Baik Bos," sahut mereka bertiga.


Tak berapa lama, mereka sudah sampai di gubuk yang sangat jauh dari pemukiman warga.


"Ayo angkat!" titah Bima.


Ezra pun di gotong memasuki gubuk tersebut. Dia mengambil HP dan mengabarkan pada Zaira bahwa mereka sudah sampai.


***


"Mama, aku pergi dulu ya! Bang Ez tidak bisa di hubungi, nanti kalau dia datang, suruh daja dia nyusul ke temlat Linda, Linda mau lahiran ini, kasian dia tidak ada siapa-siapa," ucap Zahwa.


"Baiklah Nak, tapi nanti kamu makan ya!" titah sang mama.


"Baik Ma___ Rangga, ayo! assalamualaikum."


Zahwa pun pergi menuju kediaman Linda dengan Rangga, Linda baru saja menelpon, kalau dia sedang mules seperti ingin melahirkan.


"Emang Bang Ez tadi bawa Ho nggak Kak," tanya Rangga.


"Biasanya bawa, dia nggak pernah ninggalin Hp, ini kok nggak aktif, apa habis batrei ya?" tanya Zahwa penasaran.


Zahwa juga sudah menghubungi Bima dengan menchat saja.


"Bim, Linda akan melahirkan anakmu, dia darah dagingmu, bayi mungil, seorang bayi perempuan yang cantik, itu waktu USG, mungkin saja salah, datanglah ke rumah sakit bla...bla secepatnya, kami juga menuju ke sana." Chat dari Zahwa.


Langsung di baca Bima.


"Linda melahirkan? Anak perempuan? Benarkah dia anakku?" batinnya.


"Hey, kalian jangan ke mana-man, kalau dia bangun, kasih dia minum, nanti Bos yang membayar untuk ini akan datang," ucap Bima sambil berjalan keluar.


"Baik Bos.


Bima pun meluncur menuju Rumah sakit yang di sebutkan Zahwa. Setelah perjalanan 1 jam, Bima sudah berada di depan kamar pasien. Diy


" Zahwa, kenapa kamu termenung?" tanya Linda, Linda sudah melahirkan bayi Perempuan yang cantik.


"Aku khawatir dengan Bang Ez, dari tadi pagi dia belum pulang, dia pamit mencari rujak buatku, namun Hpnya belum aktif, dan kata Mama dia juga belum pulang ke rumah," ucap Zahwa.


Bima yang mendengar itu lun terhenti di depan pintu, dia tampak menatap Zahwa dari belakang.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2