
Di kamar Rina. Tampak Rina baru bangun pagi tepat jam 10. Huda sang suami sudah pergi bekerja. Rina pun mengambil Hp nya yang berdering.
"Hello... Toto, ada apa?" sapa Rina terdengar serak karena baru bangun pagi.
"Kamu baru bangun Sayang? Kita ketemuan yuk, aku kangen nih," ucapnya menggoda.
"Aku baru bangun ini, masih ngantuk," sahutnya manja.
"Nanti aku tambahin uang jajannya, aku sangat kangen ama kamu pengen nganu yu! Udah 2 minggu kita nggak ketemu nih," ucapnya lagi.
"Aki mandi dulu, tapi kita ketemuan di mana?" tanya Rina.
"Di rimah kamu aja, yang di komplek itu," ajak Toto.
"Baiklah, tapi kamu bawa makan yang banyak ya! Biar laper langsung makan," titah Rina
"Iya Sayang," ucap Toto.
Telepon pun di matikan. Rina berjalan pelan menuruni anak tangga, dan dia merasa masih ngantuk.
"Rina, kamu baru bangun?" tanya Zahwa yang tampak duduk di ruang tamu bersama Arsy.
"Oh, iya Kak, aku merasa cape kalau kepagian bangun, mu gkin karena basaan hamil," sahutnya.
"Cepat makan, nanti kamu sakit," ucap Zahwa lagi.
__ADS_1
"Iya Kak, aku mau ambil nasi dulu, baru mandi, selesai mandi bisa langsung makan," ucapnya.
Rina pun berjalan menuju dapur, mencari lauk pauk, dan mengambil beberapa sayur. Kemudian kembali ke kamarnya.
"Aku mandi dulu ah, baru makan," ucapnya.
Rina pun masuk kamar mandi sambil bernyanyi-nyanyi riang gembira. Selesai mandi, Rina pun memakan makanan yang tai di bawanya dari bawah.
"Hemm, enak sekali ini, rasanya pengen nambah tali males," gerutunya.
Selesai makan, dia berdandan secantik mungkin untuk menemui Toto. Kemudian turun untuk berangkat menemui selingkuhannya itu.
"Lho? Mau ke mana?" tanya Zahwa lagi.
"Kenapa nggak minta di belikan sama Huda saja?" tanya Zahwa lagi.
"Pengen cepet Kak, air liurnya rasa pengen netes kalau bayangin buah," ucapnya.
"Oooh, hati-hati ya, jangan lama-lama," nasehat Zahwa.
"Iya Kak, terima kasih," ucap Rina.
Akhirnya Rina pun pergi menggunakan taksi online. Tentu saja Dia berbohong pengen ke mini market, taksinya meluncur menuju rumah yang di belikan Huda di perumnas tersebut.
Tak berapa lama, Rina pun sampai di rumah mungil itu, ternyata Toto sudah datang duluan dan tampak memarkirkan mobilnya di halaman rumah kosong di sebelahnya.
__ADS_1
Rina membuka pintu dan segera masuk. Begitu juga Toto melihat aman, langsung masuk. Menutup pintu dan menguncinya.
Namun namanya juga tetangga julid, ada seseorang yang mengintip mereka dari dalam rumah mereka.
"Tu kan, mereka berulah lagi, nanti kasih tau aja sama suaminya, kasian suaminya, padahal suaminya sangat tampan dan kaya," ucap tetangganya itu.
"Iya ya... Mending suaminya buat aku aja hi hi hi," ucap wanita lainnya.
"Ih man amau sama kamu yang tua itu, ha ha ha," ucap sang adik.
Ternyata mereka kakak adik yang tinggal di dekat rumah Huda.
***
Huda tampak gelisah di ruang kerjanya, pikirannya tak karuan, dia memikirkan kata-kata ibu kios di dekat rumahnya komplek perumahan itu.
"Apa benar yang di katakan ibu itu? Tapi Rina kadang aneh, kalau malam malam sering chat dan senyum senyum, HPnya juga sekarang kadang di kunci?" lirih hatinya.
"Aku harus ke sana dan bertanya kembali pada ibu itu," ucapnya.
Huda pun berdiri dan pergi meninggalkan ruangannya. Mengambil kunci dan bergegas.
Akankah Huda bertemu Toto kali ini.
Bersambung...
__ADS_1