
"Assalamualaikum, Tante..."
Ting tong
Tok
Tok
Tok
Suara Bel dan ketukan terdengar di pintu Kastel Mita.
"Siapa? kok paman satpam nggak mencegat? sembarangan ketuk pintu," ucap Ayana yang lagi menggendong bayinya.
"Siapa?"
Ayana mengintip dari balik tirai sambil berteriak.
"Kakak, ini aku Zaira," sahutnya
"Zaira? ada apa kau ke sini?" tanya Ayana.
"Buka pintunya kak, buka!" teriak Zaira.
Ayana tidak tega melihat gadis itu, dia pun membuka pintu.
Ceklek
Tap tap tap
Zaira masuk nyelonong begitu saja.
"Mana Ummi? Kakak, mana Ummi?"
"Ummi lagi di kamarnya, biasa ini jam sholat dhuha, lagian kepagian Loe berkunjung," cetus Ayana yang memang dari awal kurang suka dengan Zaira.
Bruk
Zaira duduk di lantai.
"Zaira? ada apa Nak?"
Hap
"Hik hik hik. Mi.... tolongin Zaira Mi, Zaira nggak mau di tinggalin A Ezra hik hik hik."
Zaira memeluk Mita erat sambil menangis.
"Sabar dulu Za! ini mungkin sudah takdir, kalian bukan jodoh, kamu harus bisa nerima, sekarang Ezra udah menikah sama Zahwa," ucap Mita menasehati.
"Nggak, aku nggak mau di putusin begitu saja, A Ezra harus menikahi aku Mi, aku rela jadi istri muda, sumpah Mi, aku siap!"
Mohon Zaira pada Mita.
"Za, bagaimana kalau Ezra tidak bisa adil sama kamu, bagaimana nanti kamu malah tersakiti setiap saat?"
Ucap Mita sambil membelai rambut Zaira.
"Tapi aku nggak bisa tanpa A Ezra Mi, tidak papa aku tidak memiliki hatinya, asal aku bisa memiliki t*buhnya, tolong bujuk A Ezra Mi."
Zaira terus menggenggam tangan Mita.
"Za, baiknya kamu pulang dulu! biar paman sopir antar ya?"
Bujuk Mita.
__ADS_1
"Nggak, aku nggak mau pulang, aku mau ketemu A Ezra sekarang!"
Zaira duduk di lantai dan melepas genggamannya.
"Ezra tidak ada di rumah Za, Dia sedang ke Luar Negeri semalam."
"Oooh, jadi dia langsung bulan madu setelah Nikah dadakan?"
"Mmm..."
"Aaaaaaa huaaaaaaa."
Zaira menghempas-hempaskan kakinya.
dia sangat marah dan kesal oleh kelakuan Ezra.
Mita pun memanggil paman Sopir dan memintanya untuk mengantar Zaira pulang. Dengan sangat terpaksa Zaira pun menuruti kemauan Mita. Walau dia sangat kecewa.
***
Ceklek.
"Ini kamar kita selama di sini."
Ezra dan Zahwa sudah memisahkan diri dari kamar Aisya dan juga teman temannya.
"Baiklah."
Zahwa pun masuk dan melihat lihat ruangan kamar yang sangat luas dan indah.
"Waaaah, mewah banget," cetus Aisya yang juga ikut masuk. Tadi setelah sarapan pagi Mereka memutuskan mencari kamar dulu, baru belanja keperluan Zahwa.
"Kalau sudah selesai ngecek ni kamar, biar kita belanja keperluan kamu ya?" ajak Ezra.
"Mmm."
"Nggak papa ni di tinggal di sini?" ucap Ezra sambil menatap wajah adik sepupunya itu.
"Nggak papa kok."
"Tapi jangan ke mana-mana ya, walau yang ketuk pintu itu Abang Rizal atau temen kakak lainnya ya?" perintah Ezra.
"Iya kak, aku mau guling guling aja sebelum kamar ini jadi milik Kakak berdua hi hi."
Zahwa merasa malu dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
Menyebalkan nggak ya, nikah dadakan kayak gini?
Bathin Zahwa.
"Oke, ayo!"
Ezra pun berjalan menuju pintu keluar.
"Tunggu!"
Panggil Aisya tiba tiba.
"Ada apa?" tanya Ezra heran.
Tap tap tap
Hap
Seetttt
__ADS_1
Aisya meraih tangan Ezra dan menarik tangan Zahwa untuk mendekat.
"Naaaah begini dooong, biar kelihatan mesra."
Aisya menyatukan tangan mereka. Zahwa merasa malu Ezra juga merasa grogi, namun Mereka tidak bisa menolak permintaan Aisya itu, namun Ezra merasa senang.
"Sana! belanja yang banyak, jangan lupa beli baju lingerinya."
Bisik Aisya pada Ezra.
"Baju apaan itu?"
Ezra malah bingung, baru pertama kali dia mendengar nama baju seperti itu.
"Kakak tanya aja di baju pakaian dalam, tapi jangan keres keres ya, nanti kedengeran orang. hi hi."
Goda Aisya lagi.
"Zahwa, kamu tau nggak Lingeri itu apa?"
Bisik Ezra pada Zahwa sambil berjalan, mereka masih menautkan tangan mereka bak pasangan yang sangat romantis.
"Ha?"
Zahwa terlihat bengong, namun wajahnya merona merah.
Ih malu maluin aja ni orang.
Bathin Zahwa lagi, dia kan pernah ngambil jemuran mamanya waktu itu, dan dia tau kalau Lingeri itu bentuknya gitu. Hi hi.
"Oooh, kamu juga nggak tau ya? ya udah."
Mereka pergi menuju mall terdekat.
***
Zahwa sudah membeli berbagai macam baju dan kerudung, saatnya beli pakaian dalam.
"Maaf mbak, ada jual Lingeri?"
Dalam bahasa inggris ya. hi hi.
"Ha?"
Zahwa spontan menatap wajah Ezra, dia kaget, suami dadakannya itu menanyakan hal tersebut.
"Ada, tunggu sebentar!"
Pelayan toko pun mencarikan.
"Tuan, mengapa tuan menanyakan itu? mungkin, sekarang tidak perlu itu dulu."
Zahwa merasa malu, apakah lelaki itu bisa secepat itu menyuruhnya memakai pakaian seperti itu?
"Ini Tuan."
Ezra mengambil kain yang masih di bungkus dengan pilihan berbagai macam warna. Mata Ezra tertuju pada warna Tosca, Dia pun membukanya.
Eng eng eng.
Ezra mengangkat dengan kedua tangannya dan syok
"Ha?"
Ezra segera melepas pakaian itu dan berbalik arah. Sementara Zahwa menutup wajahnya dengan menggumam kecil.
__ADS_1
"Aduh."
BERSAMBUNG....