Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Pendarahan


__ADS_3

"Aku harus melakukan sesuatu."


Dia berpikir keras.


Kemudian dia berdiri di atas ranjangnya, pasang kuda kuda untuk melompat.


apakah dia berpikir untuk menggugurkan kandungannya?


Benar Yola berdiri di atas ranjangnya dan menatap lantai sesaat. Lalu mulai memejamkan matanya.


Sementara di luar.


"Zahwa, Yola! mama berangkat dulu ya! bilang sama Rangga juga, siang ini mama ada rapat nih."


Tap tap tap


"Iya Ma."


Zahwa tergopoh gopoh mendekati mamanya dan saliman juga cipika cipiki.


"Assalamualaikum."


"Wa alaikumsalam, hati hati Ma."


Selepas kepergian Mamanya Zahwa pun duduk di dekat Rak buku membaca Kitabnya yang pernah ia pelajari di pondok dulu. Sedang Yola dulu memilih sekolah Umum karena dia menolak untuk di pondokin.


Sementara di kamar Yola.


Dia melompat, namun bukan lompat biasa, dia melompat dan sengaja mendaratkan pant*tnya terduduk di lantai.


Bruk


"Au."


Suara benda jatuh dan teriakan Yola pun mengagetkan Zahwa.


"Yola? ada apa?


Tok tok tok


Cklek cklek


Zahwa berulang kali ingin membuka pintunya, namun di kunci dari dalam.


"Yola! ada apa?"


Zahwa terus berteriak memanggilnya.


"Tidak apa apa kak, cuma terpeleset saja." ucapnya.


"Apa sakit?" tanya Zahwa.


"Tidak apa apa."


jawab nya dari dalam.


"Baiklah, kalau kau perlu bantuan panggil aku ya!"

__ADS_1


"Iya!"


Zahwa pun pergi ke kamarnya dan ingin tidur siang.


Sementara Yola.


"Aduuuh, sakiiit, apakah aku harus beli obat penggugur kand*ngan? aku tidak mungkin menceritakan sama papa masalah ini, aku pasti bakal mat* konyol olehnya. hik hik hik. Bimaaa, bagaimana aku bisa membalas semua ini?"


Yola mencoba berdiri namun terasa sangat sakit di bagian pantatnya. Akhirnya dia berbaring dan terlena.


Hari sudah semakin sore.


Tok tok tok


"Yola! buka pintunya, kau sedang apa? ini sudah ashar, ayo sholat!"


Tak ada jawaban, berulang kali di panggil pun tak ada jawaban. Dia mencoba mengintip dari lobang kunci.


"Ha!? apa itu? seperti darah?"


Zahwa panik, di lantai Yola, seperti ada darah mengalir.


Tok tok tok


Zahwa terus mengetuk, namun tak ada jawaban. Zahwa berlari ke depan dan meminta bantuan paman satpam.


Bruk


Pintu di dobrak. Benar saja, kini Yola berlumuran darah. Satpam pun mengangkat Yola ke dalam mobil Zahwa.


"Paman, tolong rahasiakan ini sampai aku tau penyebabnya."


Zahwa meluncur ke Rumah sakit terdekat.


"Yola....apa yang terjadi, mengapa kau berdarah? sedang tak ada benda tajam di sekitarmu. Lalu dari mana datangnya darah itu?"


Zahwa jadi bertanya tanya, mengapa dia berdarah, karena panik, Zahwa belum memeriksa bagian mana yang berdarah.


Tak berapa lama, Zahwa sampai di IGD Rumah sakit.


"Tolong! adikku berdarah."


Beberapa perawat pun mengangkat tubuh Yola dan memindahkannya ke Brankar dan membawanya masuk ke dalam IGD.


"Tolong, kenapa ada darah, bagian mana yang berdarah?"


Zahwa semakin panik melihat wajah Adiknya yang terlihat memucat.


"Mbak tenang dulu, biar kami periksa."


Perawat wanita pun memeriksa Yola.


"Dia pendarahan Mbak, apa dia hamil?"


"Hamil? tidak,"


Zahwa jadi bingung.

__ADS_1


"Tolong periksa saja."


Perawat itu pun memberi infus dan memeriksanya.


Setelah beberapa tahap pemeriksaan, akhirnya dapat hasil yang mengejutkan.


"Apakah mbak keluarganya?" tanya perawat.


"Iya, aku kakaknya. Ada apa dengan adikku?"


"Suaminya mana?dia pendarahan, apakah dia terjatuh?"


"Ha... hamil?"


Zahwa menutup mulutnya dengan ke dua tangannya. Dia terlihat Syok.


"Iya Mbak, oh iya, ini bajunya mau di ganti, apa mbak membawa baju ganti?"


Zahwa tak menjawab, dia masih sibuk dengan pikirannya yang entah sudah melanglang buana kemana.


"Mbak!"


Perawat memanggilnya berulang ulang.


"Mbak!"


"Oh i...iya."


Akhirnya perawat menyentuh pundak Zahwa, barulah Zahwa sadar.


"Bawa baju ganti?" tanya perawat lagi.


"Tidak, aku akan mengambilnya, tolong jaga sebelum aku datang, aku mohon."


Zahwa pun pergi meninggalkan Rumah sakit untuk membeli baju untuk Yola.


"Aku harus pura pura tidak tau masalah ini, aku akan berpikir nanti."


Dia pun sampai di Butik dan membeli baju dan juga pembalut dll.


Zahwa kembali ke Rumah sakit.


"Syukurlah dia belum bangun, mungkin pengaruh obat."


Apakah kau mencoba menggugurkan kandungan mu Yola? Apakah ini anak Bima? apakah percakapan mu waktu itu mengenai hal ini? ya Allah, aku pasrahkan takdirku padaMU.


Hati Zahwa terus berkata kata.


Perawat datang dan mengganti baju Yola.


"Mbak, tolong rahasiakan kehamilannya ini darinya, kita pura pura saja tidak tau, ada hal yang mungkin aku tidak bisa menjelaskan."


pinta Zahwa.


"Baik Mbak,"


"Uaaaah.."

__ADS_1


Yola tampak menggeliat, dan mulai membuka matanya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2