Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Gagal Maning


__ADS_3

Ezra maupun Zahwa terdiam, tak ada sepatah kata pun yang terucap, hidung mereka saling bersentuhan. Ezra seakan menghipnotis Zahwa, hingga kini Zahwa tak lagi takut dan gemetar saat berhadapan dengan jodoh dadakannya itu.


"Bang Ez..."


Suara Zahwa membuyarkan konsentrasi Ezra yang lagi menatap mesra istrinya.


"Ya?"


Jawab Ezra tanpa merubah posisinya.


"Kita sholat subuh yuk!"


Ajak Zahwa.


"Astagfirullah, aku lupa, hi hi. Ayo!"


Ezra pun bangun dan berjalan menuju pintu kamar mandi. Sementara Zahwa memegangi dad*nya yang bergemuruh bagai air terjun dag dig dug


Dooor.


"Hups." Hela nafanya lega.


"Zahwa! Ayo!"


Ajak Ezra.


"Ke mana?"


Kini Zahwa pun jadi gugup kembali, saat Ezra mengajaknya ke kamar mandi.


Jangan-jangan.... ah nggak mungkin, belum sholat juga.


Bathin Zahwa.


"Wudhu."


Ucap Ezra kemudian.


"Oh iya Bang, duluan aja!"


Ezra pun menunaikan hajat kecil dan wudhu.


Byur....


"Lho, kok dia mandi ?"


Gumam Zahwa.


Ceklek


Ezra sudah selesai.


"Kenapa mandi?"


Tanya Zahwa spontan.


"Hi hi Basah."


Bisik Ezra.


"Ha?"


Zahwa kaget, namun dia malu sendiri mendengar penuturan suaminya. Dia pun berlalu dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.

__ADS_1


Selesai Zahwa wudhu, mereka pun sholat berjamaah.


"Sini!"


Selesai Sholat, Zahwa pun baru mau melipat mukenanya. Namun Ezra memanggilnya.


"Hmmm"


Zahwa pun mendekat dan duduk di samling Ezra.


Hap


Ezra menarik Zahwa dan merebahkan Zahwa di pangkuannya, hingga kepala Zahwa bersandar manis di d*da bidang Ezra.Mereka hanya diam, Ezra mengwlus elus pundak Zajwa mesra.


Dok dok dok


"Kakak... Buka dooong, makan yuk!-


Tiba-tiba suara Aisya mengagetkan mereka berdua.


"Ssssst." Ucap Ezra apda Zahwa.


"Kenapa?"


Bisik Zahwa.


"Kali ini aku tak mau di ganggu,"


Jawabnya.


"Hmmm," Sahut Zahwa pelan, dan kembali merebahkan kepalanya.


"Kakak... Udah bangun nggak?"


"Aisya! ngapain sih ketooook ketok!" Ucap Rizal yang lewat di depan kamar Ezra., mungkin mau ke bawah mencari makan.


"Aku laper kak, mana aku nggak bawa uang, traktir dooong!"


Pinta Aisya.


"Boleh, tapi kamu mau nggak istriku? Hi hi." Ucap Rizal.


"Ih apaan sih, cuma traktir sekali, masa syaratnya harus jadi istri kak Rizal?"


Wajah Aisya cemberut. Sementara di dalam.


"Bang, kasian Aisya, mungkin dia sangat lapar!"


Ucap Zahwa yang merasa tidak enak.


"Astagfirullah, iya ya, dia kan nggak punya uang, ishh anak ini bikin hura saja."


Ezra pun berdiri dan menuju pintu, sementara Zahwa melipat sajadah mereka.


Ceklek.


"Kakak ngapain? Kok nggak dengar aku panggil?" Ucap Aisya.


"Anak loe kelaperan minta permen nih."


Ucap Rizal.


"Masuk dulu, Kami baru selesai sholat." Ucap Ezra.

__ADS_1


"Ha? Ini udah jam 7? Masa baru selesai sholat?"


"Kami tadarrus ke, baca yasin ke, udah ah, ayo masuk!" Ajak Ezra lagi.


Aisya pun nyelonong.


"Aku mandi dulu ya!"


Ucap Zahwa selesai melipat mukenanya.


Aisya menatap Zahwa dan menatap Ezra.


"Ada apa? Melihat seperti mau menelan saja."


Ucap Ezra.


"Mmmmm nggak papa, kenapa kakak mandi duluan? Kenapa nggak bareng kak Zahwa? hi hi." Godanya.


"Ih kau ini! Kau slalu mengganggu kami di saat kami lagi asyik berdua an tau!" Ucap Ezra walau pun bercanda, namun ada benarnya juga.


"Maaaf, baiklah, setelah ini aku nggak ganggu lagi kok." Suara memales Aisya, membuat Ezra luluh. Ezra pun mengambil Hp dan memeriksanya, tiba tiba ada no baru yang masuk.


[Helo! Siapa?] Tanya Ezra


[A Ezra... Tolong jangan di putus teleponnya!] Suara Zaira di sebrang telepon.


[Kau? Mau apa lagi?] sahut Ezra merasa tak senang.


[A, tolong kembali padaku, aku tidak bisa tanpamu! apa pun yang kau inginkan, akan aku lakukan, tolong!] Suara Zaira begitu pilu.


[Maaf, nanti kita bicara lagi.] Ezra memutus teleponnya.


Sementara Zahwa ternyata sudah keluar dari kamar mandi, dia berdiri di depan lemari baju sambil mendengarkan Ezra teleponan. karena Ezra pakai speaker luar.


"Ayo kak ipar! baju yang mana? Aku laper nih!" Rengek Aisya lagi.


"Iya..."


Sahut Zahwa.


Akhirnya Zahwa pun selesai memilih baju dan juga kerudungnya. Mereka pun keluar dari kamar Hotel. Aisya berjalan lebih dulu.


Sementara Zahwa berjalan berdampingan dengan Ezra, karena Ezra telah menggenggam tangan Zahwa erat.


"Bang Ez, apakah tadi Zaira mantan abang?" Tiba tiba Zahwa menanyakan soal Telepon tadi dengan sedikit berbisik.


"Iya...kamu marah?" Tanya Ezra.


"Nggak kok," Jawab Zahwa singkat, walau sebenarnya ada sisi hati yang merasa kurang senang.


"Aku sudah memblokir nomor HP nya, namun dia pakai nomor baru lagi," Katanya lagi.


"Oooh.."


Barulah Zahwa lega, dia mengira Ezra masih menyipan nomor nya, namun ternyata salah.


"Kau cemburu?" Tanya Ezra.


"Tidak!" Jawab Zahwa.


Membuat Ezra kecewa, dia ingin Zahwa mengangguk pertanda cemburu dan cinta, namun sayang....


...BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2