Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Suara di Balik Kamar Madu


__ADS_3

Zahwa membelai kepala Yola lembut, Dia tau, saat ini Yola sangat terluka. Luka di khianti itu sangatlah sakit tentunya.


"Yola, maafkan Kakak juga, Kakak tidak bisa menjadi Kakak yang baik bagi kalian berdua," ucap Zahwa.


"Kakak, aku hampir menyerah Kak, aku sangat rapuh saat ini," ucap Yola sambil terus menangis.


Zahwa dan Yola akhirnya sama-sama menangis, Zahwa semakin sedih saat kilasan bayangan Arsya muncul di pelupuk matanya. Hatinya sangat sakit, ketika buah hatinya itu yang sangat memerlukan dekapannya malah harus hidup di tangan orang asing yang menculiknya, bahkan Zahwa sangat ngeri ketika membayangkan bahwa Arsya di jual belikan, atau di bedah dan lain sebagainya.


"Malam ini Kakak akan temani kamu tidur ya!" ucap Zahwa menghibur Yola, Yola hanya mengangguk.


Zajwa pin berdiri dan menyeka butiran bening iti di pipi Yola.


"Kakak mau ke dapur dulu, kamu mau makan? Biar aku ambilkan," ucapnya.


"Nggak Kak, aku masih kenyang, dan mungkin kenyang ini bisa bertahan sampai 3 atau 4 hari kemudian," ucapnya.


"Baiklah, aku pergi dulu, tolong jagain Arsy sebentar."


Zahwa pun pergi meninggalkan Yola menuju dapur, karena merasa lapar.


Sementara di kamar Zahwa, tampak Yola duduk termenung. Sambil sesekali menyeka air matanya.


"Allah, lapangkan hatiku untuk menerima takdir dari MU," do'anya.


***


"Assalaualaikum,"


Tampak Huda dan Rina sudah datang dengan membawa koper dan lainnya. Sepertinya hari ini mereka akan pindah ke rumah keluarga Shaina, Rina yang merasa takut-takut cemas sengaja berada di belakang Huda.


"Oh, kalian sudah datang? masuklah!"


Yola yang pertama kali melihat kedatangan mereka pun mempersilahkan mereka masuk, Huda yang melihat perubahan Yola kini merasa heran. Di tatapnya mata wanitanya itu lekat.


"Ada apa? Jangan menatapku begitu, nanti kau akan terpesona olehnya," ucap Yola lagi.


"Oh iya, ayo!" ajak Huda pada Rina yang masih berdiri di belakang Huda.


Merek pun naik ke lantai 2, karena memang di sana lah kamar mereka, sesuai peraturan Yola, Huda dan Rina akan tidur di kamar Rangga, bersebelahan dengan Yola. Apakah Yola tahan ketika mendengar suara-suatu aneh?


"Baju Huda akan aku antar beberapa ke kamarmu nanti, sekarang kau bisa istirahat di kamar ini," ucap Yola lagi. Yola pun kembali ke kamarnya untuk menemui Huda.

__ADS_1


"Mas, aku ingin mulai sekarang, tak ada lagi rahasia kau dan aku atau pun Dia, karena kita sekarang sudah seatap," ucap Yola.


"Baiklah, terima kasih banyak ya," Huda pun coba menggoda Yola dengan memeluk wanita itu dari belakang, karena Yola sedang memilih baju yang akan di antar ke kamar Rina.


"Tidak usah berlebihan, Dia juga penting bagimu, aku tidak boleh egois, apalagi Dia sedang mengandung anakmu, aku tidak bisa memberi keturunan padamu, jadi tidak ada alasan aku menolak untuk di madu," ucap Yola lagi, Dia pun sudah selesai merapikan baju Huda, kemudian Dia kembali ke kamar Rina, dan memasukkannya dalam lemari yang ada di ruangan itu. Sementara Rina terdengar sedang mandi di kamar mandi.


"Ya Allah, kuatkan HambaMu ini," lirih hati Yola.


Yola tak ingin berlama-lama dalam suasana hati yang kacau itu, Dia pun turn ke bawah untuk menghibur hatinya dengan menemui Arsy yang gemoy.


"Assalamualaikum cayaaaang, emch," Yola pun menciumi gadis mungil yang sedang terbangun itu, sesekali cilubba dan gadis mungil itu pun tertawa. Yola tertawa, namun air matanya mengalir. Hatinya remuk seribu bahkan milyaran kepingan.


"Yola, ayo makan! ini aku bawakan nasi ke sini, kamu harus makan," kata Zahwa.


"Aku nggak bisa Kak, bagaimana aku bisa makan, kalau di hati ini ada bongkahan batu yang mengganjal," ucapnya terasa perih.


"Kamu harus makan, kalau kamu sakit, mungkin malah ada orang lain yang senang 'kan?" ujar Zahwa lagi membujuk.


"Kak, apakah aku ini sangat bodoh? Mengapa aku mengizinkan mereka untuk diam di sini?" ucapnya sambil terisak.


"Tidak sayang, kamu mungkin,saja sangat bijak, mungkin ada alasan mengapa kau berbuat demikian," ucap Zahwa.


"Malam ini aku akan tidur di sini saja," ucap Yola lagi.


"Mas... Geli ah, jangan Mas, ih..."


"Akhirnya, kiya bisa setiap hari bertemu, hemmmh..."


Suara rayuan, gombalan dari kamar Huda dan Rina itu begitu jelas terdengar saat Yola melewati kamar mereka, dan entah mengapa Yola juga begitu bo doh, sehingga berhenti dan menempelkan telinganya di daun pintu itu. Air matanya pun menetes. Kemudian Dia berjalan menuju kamarnya dengan hati yang tak karuan.


"Allah, apakah aku sanggup?" lirihnya, sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.


Yola pun mengambil ces Hp yang tertinggal kemudian bergegas keluar, karena malam ini Dia akan tidur di kamar Zahwa.


Ketika melewati kamar Huda kembali lenguhan yang terasa memekikkan telinganya kembali terdengar.


Sementara Ezra terpaksa tidur di kamar tamu.


Sementara Ezra tampak gelisah, bolak balik ke sana ke mari namun tetap tidak bisa tidur.


"Aaaah... Aku tidak bisa tampa aroma tubuhnya Hwa... Aku tidak,bisa tidur," ucapnya.

__ADS_1


Ezra pun berdiri dan berjalan menuju kamar istrinya, walau dia tau ada Yola di sana, Hpnya pun ketinggalan di kamar jadilah Dia nggak bisa tidur.


Kreeeek


Ezra membuka pintu pelan, namun entah mengapa pintu itu tidak bersahabat dan menimbulkan bunyi, Yola yang memang belum tidur karena baru datang dari atas pun menoleh ke pintu.


"Kak Ezra?" sapa Yola sedikit kaget.


-Oh, kamu belum tidur?" tanyanya.


"Iya Kak, Kakak mau tidur di sini?" ucap Yola.


"Nggak usah, aku mau ambil HP," ucapnya.


Ezra berjalan mencari Hpnya, setelah menemukannya, Ezra menatap wajah polos Zahwa dan Arsya yang sedang terlelap, menatapnya begitu lama.


***


"Eaaaah, sesak banget ini, Yola, geser sedikit doong, Kakak nggak bisa nafas ini," ucap Zahwa.


Pelukan itu masih tak mau lepas, malah semakin erat.


"Yola...," ucap Zahwa lagi.


"Hemmmm," ucap seseorang.


"Ha?" Zahwa pun kaget dan segera berbalik.


"Selamat pagi sayang, emch," Ezra mendaratkan ciumannya di bi**** Zahwa. Zahwa kaget. Mulut bau bekas bangun tidur malah dapat daratan dadakan.


"Abang?" ucap Zahwa kaget.


"Hemmm,"


"Kapan Abang ke mari?" tanya Zahwa.


"Tadi malam, tukeran sama Yola, Dia yang menyuruhku tidur di sini," ucap Ezra.


"Pasti Abang yang kemari berulang ulang 'kan?" tanya Zahwa.


"Hi hi," cengengesnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2