Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Bergidik Bulu Roma


__ADS_3

Ezra duduk di tepi ranjang dan pelan pelan merebahkan tubuhnya di ranjang yang di penuhi bunga, dengan masih memakai sepatunya, karena tadi belum sempat melepasnya karena terus terang dia kaget dengan kejutan Aisya yang merias kamar pengantinnya. Dia menutup matanya dan mencium aroma yang sangat harum dengan menghirup udara dalam dalam.


"Zahwa! kau mandi saja duluan, aku mau istirahat dulu," Ucap Ezra.


Sekarang sudah jam 5 sore, tak terasa mereka sudah melewatkan jalan jalan seharian.


"Baik Bang Ez."


Klok


Mata Ezra terbuka ketika mendengar panggilan baru dari istri barunya itu.


"Bang Ez?" Tanyanya lirih.


Namun Zahwa sibuk membongkar belanjaannya untuk mencari baju ganti.


Zahwa sudah menemukan bajunya dan ingin melangkah menuju kamar mandi, namun dia melihat sepatu Ezra masih terpasang manis di kaki suaminya itu


Apa aku lepaskan saja ya? Mama biasanya juga sering melepaskan sepatu papa yang kecapean dan tertidur.


Bathinnya.


Tap tap tap


Zahwa mendekat. Dia pun menatap wajah tampan suaminya.


Tampan


Lirih hatinya.


Dia pun tersenyum saat mengagumi wajah suaminya sendiri.


Hap


Pelan pelan, dia pun membuka sepatu suaminya, ternyata Ezra menyadari itu, dia kembali membuka matanya dan menatap pucuk kepala Zahwa yang ada di bawah, sedang melepas sepatunya. Dia pun pura pura tidur kembali.


Begini kah kalau sudah punya istri? saat cape tinggal bobo dan ada yang ngurusin, hi hi.


Hatinya tertawa geli dan bahagia.


Ceklek


Ternyata tanpa di sadari Ezra, Zahwa sudah selesai melepas sepatu dan memasuki kamar mandi.


"Ha?"


Kok sebentar amat ya lepasnya? Nanti aku cari sepatu yang susah di lepasin aja ah.


Batinnya.


Ezra duduk dan menatap pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Sebentar sekali dia melepas sepatuku? apa dia tadi menariknya kasar? kenapa aku tidak merasa kalau acara pelepasan sepatu ini sudah selesai?"


Gumamnya kecil dan terlihat kesal, karena adegan romantis itu cuma sekejap.


Sementara di alam kamar mandi.


"Apa aku harus memakai Lingeri ini? iiiih malu banget, bagaimana ini? masa baru kenal, nikah mendadak, langsung pake baju beginian?"


Zahwa menatap Lingeri yang ada di tangannya.


"Malu ah, hiiii."


Bulu roma nya bergidik sendiri membayangkan dia sedang mengenakan baju itu, akhirnya dia memilih berendam di bathub.


Dia berendam dengan air hangat dan...terlelap. Padahal dia hanya ingin bersantai sebentar, namun karena kecapean seharian keliling kota, dia pun tertidur.


"Ha? udah jam 6 ini, kok Zahwa belum keluar juga?"


Gumam Ezra yang baru bangun dari tidurnya.


Tap tap tap


"Zahwa...apa sudah selesai?"


Ezra mengetuk kecil pintu kamar mandi namun tak ada sahutan.


Dia mendorong pintu dengan pelan.


Pemandangan yang sangat indah, ketika dia melihat gadis berkulit mukus itu sedang terlelap di dalam bathub, walau pun ada sedikit busa sabun menutupi tub*h Zahwa, namun masih terlihat tubuh mulus itu.


Terlena sesaat, Ezra pin sadar dan kembali menutup pintu.


"Aaah, gadis ini, kenapa dia lupa mengunci pintu? ceroboh,"


Gumamnya.


Tok tok tok


Kali ini Ezra mengetuk lebih keras.


"I..ya, sebentar."


Zahwa yang terbangun kaget. dia pun segera mengoles sabun shampo.


Sssssssssssssst


Menyiramkan shower ke sekucur tubuhnya.


Dan menyudahi mandinya.


Ceklek.

__ADS_1


Ezra yang kembali duduk di sisi ranjang terpukau dengan kecantikan Zahwa, rambut yang di balut handuk, walau kini Zahwa sudah mengenakan baju tidur panjang seperti daster motif bunga. Namun Ezra seakan melihat Zahwa yang lain. Ezra sedang mengingat Tub*h Zahwa yang di dalam bathub kali ya?


"Maaf, aku ketiduran." jam berapa ini?"


"Jam 6aku mandi dulu."


"Jam 6? oooh maaf, berarti aku mandinya se jam ya."


Zahwa merasa malu dan menunduk dalam sambil berjalan menuju lemari yang ada di kamar itu.


Ezra masuk ke dalam kamar mandi. dan mengisi air di bathub. Tak berlama lama, setelah 1p menit berendam air anget, dia pun menyelesaikan mandinya.


Ceklek


Nampak Zahwa sudah siap di atas sajadahnya untuk sholat maghrib.


"Bagaimana dengan Aisya? apa aku panggil juga?" Ucap Aisya.


"Tak perlu! biar dia sholat sendiri."


Jawab Ezra sambil mengucek ucek rambutnya dengan handuk karena masih basah.


Ezra pun sudah tampil rapi dan duduk di sisi ranjang sambil menatap layar Hp nya. Ada puluhan panggilan tak terjawab dari Zaira.


Azan pun berkomandang di HP Zahwa menandakan sudah saatnya sholat maghrib.


Mereka sholat magrib berjama'ah.


"Assalamualaikum warah........"


Sholat selesai.


Setelah wirid dan berdo'a Ezra berbalik.


"Maafkan aku, yang telah memaksamu untuk menikah denganku."


Ucap Ezra tiba tiba.


"Iya, aku juga minta maf sebelumnya, mungkin aku tidak sempurna, banyak kekurangan, namun aku akan berusaha," Sahut Zahwa.


"Ayo kita mulai dari awal!" Ajak Ezra.


"Mmm." Zahwa mengangguk.


Zahwa mencium tangan Ezra. Sedetik kemudian Ezra pun mengecup jidad Zahwa lamaaaaa dan lama. Sampai Zahwa pun merasa penat di lehernya.


"Bang Ez! udah selesai?" Zahwa memberanikan diri untuk bertanya.


"Belum," Sahutnya enteng, namun dia melepaskan kecup*n nya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2