Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Mendadak di London


__ADS_3

Rangga, Zahwa dan Ezra sudah berada di bandara.


"Terimakasih ya adik ipar ku yang baik hati, nanti kalau kami udah balik ke indonesia, aku akan bayar hutang tiket ini, 2 kali lipat, janji!"


Ezra pun mengulurkan tangannya tanda terima kasih.


"Iya kak ipar, tolong jaga kakak ku yang cantik bak tuan putri, jangan sampai kau menyakitinya walau hanya seujung kuku,"


Pinta Rangga berlebihan. Bukankah nanti malam pert*ma dia akan merasakan perihπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„.


"Heh, permintaan apa itu? udah ah, kami berangkat dulu Assalamualaikum."


"Wa alaikumsalam."


Hap


Zahwa memeluk adiknya erat.


"Rangga, terima kasih, kakak doakan agar kau akan mendapat jodoh yang sangat baik nantinya. Aamiin."


"Aamiin."


Mereka pun berpisah, Ezra memegangi tangan Zahwa menyusuri jalan menuju pintu masuk bandara.


"Zahwa, apa kau masih marah?"


"Marah? marah kenapa?"


Zahwa menatap wajah tampan Ezra.


Deg


Darahnya berdesir, dia pun menegur air liurnya karena merasa tak percaya.


Tampan.


Lirih hatinya.


"Ya marah karena perkataan Zaira tadi."


"Kenapa tidak kau selesaikan masalahnya dulu?"


Tanya Zahwa.


"Aku akan menyelesaikannya nanti, setelah aku liburan, liburanku terganggu karena kau!"


Ezra memperlihatkan giginya dengan sedikit tersenyum pada Zahwa.


"Terganggu karena aku? apa yang telah ku lakukan padamu?"


"Heh, pura pura tidak tau ya? mengapa kau merencanakan hal bod*h tanpa memberitahuku? dan membiarkan hatimu hancur berkeping keping?"


Ezra menatap wajah cantik Zahwa yang masih mengenakan mike up lengkap, wajahnya bak boneka, sangat cantik.


Bruk


Ezra menabrak Security yang sedang berjaga di pintu masuk.


"Au."


"Maaf pak."


Yang salah Ezra, tetap saja harus paman satpam yang minta maaf.


"Oh tidak apa apa, aku yang salah, maaf."

__ADS_1


Setelah di periksa Zahwa dan Ezra pun masuk.


"Aku harus mencuci mukaku dulu sebelum masuk pesawat, lihatlah dandanan ku ini, sangat menarik perhatian orang," ucap Zahwa.


"Tapi bagaimana kalau tidak ada sabun muka, malah nanti jadi badut, ini, pakai masker ku saja! kebetulan aku membawanya di saku celana."


Ezra menyerahkan masker miliknya.


Zahwa pun mengambilnya dan memasangnya lewat dalam kerudungnya, masker bukan hijab siiiih.


Mereka sudah berada di pintu pesawat, Setelah membaca doa. Zahwa pun masuk.


"Ayo!"


Ezra mempersilahkan Zahwa duduk di dekat jendela.


***


LONDON.


Tok tok tok


Ceklek


"Kak Ezra....?"


Aisya kaget namun terlihat senang saat melihat kakak sepupunya itu ada di depan pintunya.


"Malam ini kau tidur dengannya dulu, besok kami akan mencari kamar baru," ucap Ezra. Aisya bingung, namun tiba tiba Ezra meraih tangan Zahwa yang berdiri di belakangnya.


"Dia? dia kan anak tante Shaina? dan dia juga 'kan foto seorang wanita yang sedang duduk di bawah pohon di Hp Kakak?"


"Ssssst, kau ini mengada ada saja. Ayo ajak dia masuk!"


Foto di bawah pohon?


Batin Zahwa. Namun karena Zahwa malu, akhirnya dia hanya menyimpan pertanyaan itu di otaknya.


"I... Iya kak."


Aisya menatap tangan Ezra yang tadi memegangi tangan Zahwa.


Sejak kapan kakak mau memegangi tangan wanita yang bukan mahrom nya?


Batin Aisya.


Aisya pun mempersilahkan Zahwa masuk.


"Oh iya, tolong pinjemin dia baju juga! kayaknya kalian nggak jauh beda."


Pinta Ezra lagi.


"Iya kak."


Aisya yang masih bingung males bertanya banyak.


Setelah Ezra pergi ke kamarnya.Aisya lun menutup pintu.


Zahwa membuka masker.


"Wooow, cantiknya Kakak, Kakak habis dari wisuda atau gimana ini?" Aisya bingung melihat dandanan Zahwa yang terlihat menor.


"Nggak, cuma pengen dandan gini aja."


"Apa Kakak berdandan begini untuk kak Ezra? tapi dia tipe lelaki dingin kak, dia nggak suka wanita yang terlalu berdandan."

__ADS_1


Aisya sok tau gitu.


"Oooh. Oh iya, boleh aku pinjem baju dan juga minta pembersih wajah?"


"Oh iya, boleh."


Aisya memberikan keperluan Zahwa untuk malam ini saja. Setelah membersihkan diri, mereka pun tidur di ranjang yang sama.


"Kamu Aisya kan?"


"Iya Kak, kamu anak Tante Shaina 'kan? kalau nggak salah kak Zahwa, iya 'kan?"


"Iya."


"Kenapa mendadak datang bersama Kak Ezra?"


"Liburan dadakan,"


"Oooh."


"Oh iya, gimana rasanya kalau misal kamu mendadak di nikahin sama orang yang kurang kamu kenal?"


"Entah? emang kenapa Kakak nanya itu?"


"Nggak papa kok, ayo tidur! besok kita jalan jalan."


***


Tok tok tok


"Siapa sih sepagi ini ketuk ketuk pintu? baru jam 5 juga, sholat subuh juga belom?" gumam Aisya yang baru menggelar sajadahnya untuk siap siap sholat subuh. Sedang Zahwa masih berada di kamar mandi, untuk membersihkan diri.


"Siapa?"


Aisya menempelkan telinganya di daun pintu.


"Aku, Ezra."


Ceklek


"Kakak? kok pagi pagi sekali, ada apa?"


"Aku mau jadi imam sholat kalian."


Ezra pun nyelonong masuk.


"Tapi aku hanya bawa 1 mukena Kak."


"Kamu punya kaos kaki tebal yang belum di pakaikan? itu bisa buat Zahwa."


Ezra menggelar sajadahnya di depan Aisya.


Ada apa orang ini, kok tiba tiba maksa gitu?


Batin Aisya.


Belum tau ya dia kalau sang suami pengen jadi imam sholat pagi ini.


hi hi hi.


BERSAMBUNG....


Like nya doong


Komen dan hadiah juga kalau berkenan.

__ADS_1


__ADS_2