
Zahwa dan Yola sama sama terpana tak bergerak, mereka sama sama sedang berada di Halusinasi masing masing.
Ceklek
"Zahwa, Yola, kalian kok belum keluar? kita kan mau sholat maghrib berjamaah."
Suara Shaina mengagetkan dua beradik itu. Yola segera meletakkan foto di atas meja kembali, sementara Zahwa pura pura baru keluar dari kamar mandi.
"Ini baru mandi Ma." sahut Zahwa.
"I..iya ma." jawab Yola.
Yola menunduk dan berpaling tanpa menatap wajah Shaina ataupun Zahwa, dia mengambil handuk dan baju ganti trus masuk ke kamar mandi.
"Ada apa dengan Yola? kok menunduk gitu, kayak habis dimarahin aja, kalian bertengkar lagi ya?" tanya Shaina pada Zahwa.
"Nggak lah Ma, mungkin Yola lagi kecapean dan banyak tugas kuliah." ucapnya
"Baiklah, kalian di tunggu di musholla oleh papa ya, mama lagi dapet nih." ucap Shaina
"Siap maaa."
Zahwa pun segera mengambil mukenanya dan pergi menuju musholla keluarga.
Di sana sudah ada Rangga dan juga Fathir papanya.
"Rangga, besok kamu ada acara nggak?" tanya Zahwa.
"Kuliah pagi aja kak, ada apa?" sahutnya.
"Kakak pengen minta anterin ke tempat kakak dan teman teman bekal KKN Ga, apa bisa? nggak terlalu jauh, paling sejam perjalanan, cuma kami takut karena hanya perempuan semua."
__ADS_1
Zahwa meminta bantuan adik kesayangannya.
"Habis sholat Zuhur ya, kita cus, biar nggak mampir mampir buat sholat." pinta Rangga.
"Oke sayangku, terimakasih ya, nanti kakak beri hadiah." canda Zahwa, kayak kasih janji pada anak kecil.
"Ha ha, Zahwa kamu ada ada aja, dia Ceo besar, masa di kasih hadiah?" papanya ikut nimbrung.
"Ha ha ha, iya juga ya, kalau begitu, biar kakak yang minta traktir sama teman teman besok ya. hi hi." ucap Zahwa kemudian.
"Waaah rugi dua kali nih, udah nganterin, masa harus traktir juga. Tapi buat kaka tersayang boleh lah, siapa tau nanti ada temen kakak yang cocok." ucap Rangga serius tanpa imoji ya.
"Hati hati, nanti malah Zina mata lho! jangan terlalu memperhatikan makhluk Allah yang namanya wanita, apalagi sampai noleh 2 kali." ucap Zahwa.
"Iya ustadzah." sahut Rangga menggoda kakaknya.
Azan pun sudah terdengar berkomandang dengan merdu, walau cukup jauh, namun masih bisa di dengar.
"Aku lihat lagi," ucap Zahwa.
Dia pun ke kamar untuk memastikan keadaan Yola.
Ceklek.
"Yola, kau kenapa?" Zahwa pun masuk mendekati Yola yang sedang tiduran di ranjang dengan mengeratkan selimutnya.
"Aku tidak enak badan," sahutnya.
"Ooh, baiklah, kau sholat sendiri saja, nanti habis sholat kaka ambilkan makan dan obat ya, kakak sholat dulu."
Zahwa pun pergi meninggalkan Yola.
__ADS_1
...***...
Aku harus apa? tidak, aku tidak akan mengalah, aku harus mendapatkan Bima, dia harus menikahi ku, sebaiknya aku akan pura pura hamil saja.
Bathin Yola.
"Yola, hari ini kamu ke kampus kan?"
Zahwa yang bersiap untuk mengadakan rapat bersama teman temannya untuk acara KKN pun sudah rapi.
"Tidak kak, aku ada janji sama teman." jawabnya.
"Oh baiklah, aku duluan ya."
Zahwa pun keluar lewat jalan pintas, karena itu jalan yang lebih dekat ke jalan raya.
"Hah? itu kan Zahwa? apa benar mereka tetanggaan?" tanya Bima yang sedang menunggu Yola.
Zahwa yang terlihat kalem dan cantik natural tanpa polesan itu sempat membuat Bima takjub dan terpesona.
"Hey Mas Bim! lagi liatin siapa?" yola yang tiba tiba datang heran melihat Bima terus memandang lurus ke arah jalan raya.
"Oh, nggak. ayo!"
Yola pun masuk ke dalam mobil dan meluncur menyusuri jalanan yang masih sepi.
"Yola, hey, kau dengan siapa?"
Fathir pun berteriak memanggil Yola yang terlihat masuk ke mobil Bima.
"Aku harus mengikutinya, mengapa dia menjemput di sini? mengapa tidak di depan rumah kami?"
__ADS_1
Bersambung....