Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Zahwa Kesakitan


__ADS_3

Saila sudah di makamkan di pemakaman umum, gemericik air hujan membasahi gundukan kecil itu. Huda terdiam di sisi gundukan itu, air hujan sudah terlanjur membasahi tubuhnya, namun dia tidak bergeming.


"Huda! Ayo!" Teriak Rangga di dalam mobilnya, Hanya Rangga yang masih menunggu Kakak tirinya itu, sedang yang lainnya sudah pergi meninggalkan pemakaman saat hujan akan turun.


Perlahan Huda pun berjalan menuju mobil milik Rangga.


"Kau terlihat sangat jelek kalau lagi basah," ejek Rangga.menggoda.


"Heh," senyum sinis di ujung bibir Huda.


"Apa kau ingin ku temani ke suatu tempat?" tanya Rangga.


"Nggak, kita langsung pulang saja,"


Rangga pun mampir sebentar membeli makanan kesukaan Huda, walau pun Rangga juga jengkel dengan Kakak tirinya itu, namun diam-diam dia perduli saat Huda terpuruk begini.


Tak berapa lama mereka pun sudah sampai di kediaman Shaina.


"Ini, Makanlah! Nanti kau sakit, siapa yang akan merawat mu kalau kau sakit? kau tidak ada ibu atau pun ayah," ucap Rangga sengaja, agar Huda menjaga dirinya sendiri.


"Heh, kau ini! Adik macam apa kau ini?" ucap Huda pelan namun sambil tertawa sinis.


Huda pun membawa nasi pemberian Rangga dan membawanya masuk. Huda mandi dan makan nasinya di kamar atas.


"Rangga, nanti malam kau bawa Kakakmu Huda ke undangan pernikahan Rekan bisnis kita ya? Aku merasa tidak enak badan, nanti kamu sama Yola juga Ezra dan Zahwa," titah Shaina.


"Baik ma,"


"Yola, sana panggil Huda! apakah dia sudah mandi, biar makan bersama di bawah!" titah Shaina lagi. Rangga hanya diam, walau dia sudah memberinya nasi tadi.


"Baik ma,"

__ADS_1


Tap tap tap


Tok tok tok


"Huda, mama nyuruh makan ke bawah, cepat!" ucap Yola judes.


"Nggak, aku udah makan," sahutnya.


"Ini perintah mama, jangan membangkang, kau pasti berbohong 'kan? Cepat!" ucap Yola lagi meninggikan suaranya.


"Benar kok, aku sudah makan."


Ceklek


"Aku tidak mau berulang kali naik ke atas ini, aku juga cape, ayo!"


Yola menarik baju Huda mengajak turun, namun Huda menepisnya.


Karena tepisan itu, Yola pun hampir terjatuh, untung Huda menangkapnya, adegan pun terjadi, Yola terjatuh di pelukan Huda, terdiam cukup lama.


"Huda!" sapa Yola pelan, sehingga Huda pun menarik Yola hingga tegak berdiri. Yola salah tingkah, begitu juga Huda.


"Dia tampan juga, persis seperti wajah Papa waktu muda," lirih hati Yola


"Ayo turun!" ajak Yola.


"Baiklah,"


Huda pun ikut turun berjalan di belakang Yola.


"Dia cantik juga," lirih hati Huda juga.

__ADS_1


"Ayo makan!" ajak Shaina, mereka sudah sampai di tangga paling bawah.


Mereka pun makan bersama.


"Aduuuh, perutku sakit Ma, mules bangey," ucap Zahwa tiba-tiba.


"Kok bisa, sakit bagaimana? Ayo kita ke bidan!"


Ezra pun menggandeng tubuh Zahwa, karena perutnya sudah agak besar jadi takut untuk menggendong.


Zahwa terus memegangi perutnya yang semakin sakit. Ezra pun masuk ke ruang setir, sementara Shaina duduk di sisi Zahwa.


"Pasti kali ini berhasil," Senyum Sasa menyeringai dari belakang mobil. Apakah Sasa pelakunya?


Sementara di dapur, Yola dan Huda juga Rangga sedang makan, sesekali Huda menatap Yola curi curi pandang.


"Baiklah, aku sudah selesai, aku akan menyusul Kak Zahwa," ucap Rangga.


Dia pun pergi meninggalkan dapur.


"Kali ini pasti berhasil, mereka sedang menuju Rumah sakit," ucap Sasa.


"Hai, kau sedang apa?"


"ooo,aaa aa anu, nggak papa kok," ucap Sasa.


"Kenapa kamu gugup gituh? Kayak ketemu hantu saja," ucap Rangga sambil berlalu menuju garasi mobil.


"Eh, nggak," Sasa pun buru-buru masuk ke rumah dan menuju dapur.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2