Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Zahwa Melahirkan Dadakan


__ADS_3

Zahwa udah berada di ruang Operasi, karena sebab tubuh Zahwa lemas, maka Zahwa pun harus di operasi siang ini juga.


"Sayang, aku takut, bagaimana kalau aku meninggal kehabisan darah saat di bedah?" ucap Zahwa, sambil menggenggam tangan Ezra.


"Sayang, kita harus percaya pada yang maha kuasa, ayo istighfar! aku sudah memaafkan andai saja kau punya salah padaku, namun ku rasa kau sangat sholehah, tak pernah berbuat salah," ucap Ezra.


"Tapi aku sangat cerewet waktu hamil Bang, aku takut kadi anak dan istri durhaka," ucapnya lagi.


"Nggak, itu sidah kebiasaan ibu hamil dan ngidam kok, mama juga sudah memaafkan mu, kalau seandainya kau pernah nyakitin hatinya, kamu fokus saja ya, kamu pasti kuat, banyakin sholawat dan panggil syaidatina Khadijatul kubro ya, mudahan beliau hadir," ucap Ezra lagi.


"Naik Bang."


"Maaf Tuan, Anda silahkan tunggu di luar!kami akan memulai operasi," ucap salah satu perawat.


"Baiklah, tolong beri yang terbaik bagi istri saya Bu!" ucap Ezra,penuh harsp.


"Iya pasti, berdo'a saja."


Ezra pun keluar dan duduk di kursi yang ada di depan ruangan operasi.


***


Ezra menatap 2 bayi mungil yang sedang tertidur pulas. Air matanya pun menetes spontan. Dia belai kaca


Inkubatur itu lembut, 2 bayi mungil dengan berat badan 2.1 ons.



"Sayangkuuu ... Emmmmmch, sehat-sehat kalian ya? umma kalian sedang menunggu kalian ya!" ucapnya, air matanya terus menetes. Ezra pun meninggalkan ruangan bayi, dan menemui Zahwa yang masih terlihat lemes, dia baru melakukan operasi secar, karena tidak sanggup ngejan.


"Syang, bagaimana kabar dua malaikat kecil kita?" tanya Zahwa.


"Alhamdulillah mereka sehat, imut dan lucu, lihatlah!" Ezra pun memperlihatkan 2 buah hati mereka, Zahwa pun meneteskan air mata. Ezra menyapunya dengan tangannya.


"Terima kasih ya sayang," Ezra mencium Jidat Zahwa mesra.


"Ehem, ehem, yeeee yang udah jadi aba, nggak sadar kalau lagi ada tamu ya!" seru Aisya sepupu yang bawel.


Aisya dan juga ke dua orang tuanya ternyata berkunjung menjenguk Zahwa.


"Oooh, kenapa nggak bilang kalau mau ke mari?" tanya Ezra kaget, dia pun tersipu malu karena tertangkap basah sedang gemes-gemesan sama istri di hadapan aunty Zila dan Uncle Hanan.


"Emang kalau mau lihat cucu apa harus kasih kabar dulu? Aduuuh, aku jadi tua gara-gara kamu ini, padahal aku masih muda lho!" ucap Zila menggoda Ezra. Zahwa pun tersenyum karena candaan Aunty iparnya itu.


"Kalau aku tau Aunty mau ke mari, aku 'kan bisa bawakan oleh-oleh yang banyak, ha ha," tawa Ezra lepas karena menghilangkan groginya tadi.

__ADS_1


"Kamu belum makan?" tanya Hanan sang uncle.


"Udah tadi, makan nasi dari rumah sakit, soalnya Zahwa nggak habisin," sahut Ezra.


"Bisa lihat bayinya nggak?" tanya Zila penasaran.


"Kita izin perawat dulu ya! Ayo!" Ezra pun mengajak Zila dan Aisya ke ruangan bayi, untuk minta izin melihat bayinya Zahwa.


Ezra sudah sampai di depan ruangan bayi, dia pun meminta izin.


"Hanya satu orang ya bu!" ucap perawat.


"Baiklah, biar neneknya saja," sahut Ezra.


"Iiih, tua banget 'kan gue?" sahut Zila sambil tertawa.


Zila pun masuk di ikuti perawat.


"Lho! Bayi di sini kemana? Kok nggak ada?" perawat kaget saat mendapati tempat Arsya di rawat tidak ada alias kosong.


"Apa maksudnya? ini tempat cucuku? emang kalian nggak ada yang jaga apa?" Zila pun ikut panik.


"Di jaga kok, ini kembarannya masih ada, ini cucu anda yang cewe, tapi yang cowo ke mana?"


Perawat pun ke luar dan mencari perawat lainnya untuk bertanya.


"Zra, anak mu yang cowo nggak ada di tempatnya nih!" ucap Zila cemas.


"Apa? Perawat! apa-apa an ini? tidak mungkin kalau anakku hilang, aku baru saja dari sini tadi, ayo tanyain semua penjaga di sini," ucapnya.


"Mas tenang, ternyata kami tadi tidak tau, kalau anak Anda di bawa ke ruang pemeriksaan, perawat yang satunya sedang membawanya ke mari," ucap perawat jaga


"Hups, hampir mati berdiri aku ah, kalian bikin spot jantung."


Ezra pun terduduk di kursi yang ada di situ, tubuhnya benar-benar terasa gemetar.


"Maaf Tuan, itu anaknya sudah datang,"


Arsya pun di letakan kembali ke boks inkubator nya.


"Waaah tampan sekali dia Zra, mirip kamu ini, sedang sang cewe, mirip Kak Mita waktu muda," puji Zila.


"Aku lemes Aunty, secara aku merasa masih ada orang yang mengincar kami, apa aku harus sewa Bodyguard untuk jagain depan ruangan ini ya?" ucap Ezra, kecemasan yang sangat berlebihan.


"Nggak perlu, perawat di sini banyak, pasti mereka bisa jagain kok, lagian nggak sembarang orang bisa masuk sini 'kan?" jawab Zila.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita kembali ke kamar Zahwa!" ajak Ezra.


Mereka pun kembali ke ruangan Zahwa, ternyata sudaj ada Mita di sana.


"Waaaaj, bawa apaan ini Mi? Kok banyak banget sih?" tanya Ezra kagum, bawaan Umminya sampai hampir memenuhi kamar pasien.


"Aduuuh, keinget waktu lahiran Zahwa dulu, Papa Zahwa juga bawa beginian, sampai buat berjaln aja susah," sahut Shaina sambil tersenyum.


"Emang Papa bawa apaan Ma?" tanya Zahwa penasaran.


"Bawa semuanya, dari ayunan bayi, kasur, box bayi pun di bawa, sampai nenekmu dulu, tidurnya melingkar di atas sofa," ucap Shaina lagi, menceritakan kejadian di masa lalu.


"Waaah, pasti Papa sangat sayang sama kamu Sayang." Ezra menambahkan.


Tak terasa mereka telah ngobrol begitu lama, saat jam kunjungan sudah di tutup. Mereka semua pun pulang, tinggal Ezra dan juga Shaina yang menjagain Zahwa yang masih terbujur kaku.


"Ma, kok layu***ku bengkak gini ya? sakit juga," ucap Zahwa.


Ezra yang mendengar tersipu, itu'kan mainannya Ezra 😄


"Itu biasa, itu menandakan ASI kamu sedang berproduksi, ayo kita Pompa lagi! dan kita kasih ke anak kamu, biar dia tidak kekurangan gizi," ucap Shaina.


Ezra pun menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam.


"Zra, sini!" pinta Shaina sambil menyodorkan pompaan ASI.


"Di apain ini ma?" tanyanya heran.


"Pomlain itu ASI istrimu, aku mau sholat dulu," ucap Shaina.


Sholat apa ya, author lupa😊😊.


Shaina pun pergi masuk ke kamar mandi yang ada di kamar itu.


"Sayang, kenceng banget ini, kamu semakin cantik kalo gemoy begini," ucap Ezra sambil memeres ASI dari Zahwa.


"Udah ah, malu," Zahwa pun menutup bajunya.


"E__eeeeh, malu dari hongkong, ini mah sudah ku habisin, ini cuma sisa aja lagi," ucapnya sambil tertawa centil.


"Iiih, apaan sih,"


"Aaaau, sakit sayang,"


Ezra meringis kesakitan saat cubitan Zahwa mendarat di pinggang Ezra.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2