
Zahwa mengambil Arsy yang tertidur pulas di pelukan Bibi, dan dia pun menciumi bayi mungil itu hingga terbangun dan menangis.
"Uweeeeeek, uweeeeek," Semua yang ada di ruangan itu oun lega.
"Bi... aku hampir jantungan Bi...."
Hanya itu yang bisa di katakan Zahwa kemudian.
"Kalian mencari Arsy? emang acara sudah selesai ya? jam berapa sekarang?" tanya Bibi sambil menengok ke jam dinding yang ada di ruang tamu.
"Ha, jam 2? Jadi kalian berkumpul di sini mencari Arsy?" tanya Bibi merasa bersalah. Semua yang ada di situ cuma mengangguk.
"Bibi kapan membawa Arsy pergi dari kamar?" tanya Mita.
"Tadi aku mau keluar, ku dengar ada yang nangis, setelah ku tengok, ternyata tak ada orang, lalu ku gendong dan ku bawa keluar, takut Den Arsya bangun, eh tak taunya malah ketiduran di kamar Bini, Bibi mohon maaf, ma'aaaaaf banget," ucap Bibi sangat menyesal dan sangat merasa bersalah, telah menghebohkan orang rumah.
"Nggak papa Bi, baiklah, karena Arsy sudah ketemu, sekarang kita istirahat, pengantin juga pasti udah cape... Yola! Kamu mulai malam ini boleh tidur di kamar Huda!" ucap Shaina.
"Iya Ma," sahutnya malu-malu.
"Mbak, nginap di sini aja, sudah terlalu malam, di kamarku saja yuk!" ajak Shaina, Mita pun berdiri dan mengikuti Shaina yang mau ngantar Arsya duku ke kamar Zahwa.
"Bi, tolong antar Zila dan keluarga ke kamar tamu!" titah Shaina lagi.
"Baik Nya." Yola mengikuti Huda naik ke kamar atas, namun ternyata dia lupa belum ganti baju, entar aja biar dia balik lagi, bikin cape dulu pengantinnya mondar mandir, biar malam ini nggak belah duren😄
Yola dan Huda pun sudah berada di pintu kamar atasnya.
"Hey, malam ini aku akan nginap di tempat teman, kalian aman," ucap Rangga yang tiba-tiba muncul di balik pintu kamarnya, karena kamar Rangga dan Huda bersebelahan.
"Emang kalau kamu ada, kami tidak aman?" tanya Huda sambil tersenyum tipis memandang Yola, padahal Huda paham apa yang di maksud Rangga. Biar ranjangnya bergoyang kayak gempa pun, nggak ada yang denger 'kan?.
"Ayo Mas! sudah ah," Yola malah merasa malu mendengar Rangga ngomong tadi, seakan lagi menggoda mereka, ya eeemang.
__ADS_1
Huda pun membuka kamarnya lebar-lebar.
Entah mengapa, bayangan Huda dan Saila timbul di benaknya, bayangan yang bergentayangan di pikirannya, bahkan bayangan ketika Saila dan Huda saling memadu cinta di ranjang yang sama.
"Sayang, kok bengung?" tanya Huda yang menyadari kalau Yola belum masuk ke dalam kamar itu, dia tampak berdiri di depan pintu tegak dan melamun.
"Oh, iya, Mas, kita tidur di bawah saja yuk!" ajak Yola akhirnya.
"Kenapa? di sini 'kan aman malam ini, Rangga nggak ada di kamar, pakai gaya apa saja kita bisa ko," ucap Huda sambil tersenyum penuh arti.
"Aku kok kebayang saat Mas Huda dengan Saila ya! kalian di sana, di ranjang itu," tunjuk Yola ke arah tempat tidur yang terlihat rapi dan baru. Karena Shaina sudah menyuruh Sasa untuk mengganti sprei yang baru di beli.
"Kamu kok pikirannya ke situ sih? ayo masuk!" Huda pun menarik tangan Yola masuk. Dengan sangat terpaksa Yola masuk ke dalam kamar Huda.
"Kita tidur di bawah saja ya? Please... aku benar-benar merasa tidak enak tidur di sini," ucap Yola lagi memohon Pada Huda.
"Baiklah, tunggu aku mandi dulu ya! kau kemasi baju-bajuku, kita pindah ke bawah!" ucap Huda sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Baik."
"Hey, kenapa kau menunduk? apa kau tidak senang dengan tubuhku ini?" goda Huda pada istrinya itu.
"Ih apaan sih? ayo cepet! Aku sudah gerah ni pakai baju sempit kayak gini," ucapnya.
Huda dan Yola pun turun perlahan, namun dasar Huda yang jail.
"Eeee, ada apa?"
Huda menarik kasar tangan Yola membuka ointu kamar Rangga, ternyata Rangga lupa menguncinya.
"Mau apa ke sini?" tanya Yola bingung, karena kini dia sudah berada di dalam kamar Rangga.
"Kita tidur di sini aja! 'kan Rangga nggak ada di rimah malam ini, cuma malam ini, besok pagi kita langsung pindah, gimana, biar kita bebas heh heh," Huda menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Ih apaan sih? gimana kalau tiba-tiba Rangga datang saat kita belum keluar dari kamar ini?" tanya Yola.
"Nggak bakalaaan, kita pagi-pagi sekali keluar dari kamar sini pokoknya, ayo! Eh kamu nggak ada baju ya! sana ambil dulu bajumu!" titah Huda. Huda pun berbaring di kamar Rangga yang terlihat sangat rapi, wangi khas tubuh lelaki, seperti bau parfum kasablankca gitu deeeeh.
Yola pun sudah berada di kamarnya.
"Masa kami tidur di kamar Rangga? bagaimana kalau nanti malah kami tidak terbangun?" gumam Yola sambil mengambil baju dan berjalan ke kamar mandi.
Yola membersihkan mike up dan sudah terlihat rapi, dengan baju tidur yang paling baru dia punya.
Kemudian Yola pun naik kembali ke atas mendatangi Huda.
"Ayo sayang!" ajak Huda, ternyata Huda sudah berbaring manis di atas ranjang king size milik Rangga.
"Ih apaan sih?" Yola merasa malu dan salah tingkah saat menatap Huda yang sudah berbaring tanpa baju, separo badannya pun di masukannya dalam selimut.
"Apakah dia sudah tidak menggunakan pakaiannya?" lirih Yola dalam hati.
"Kenapa bengoong?" tanya Huda lagi.
Yola pun ragu-ragu mendekati Huda, dan,memberanikan diri duduk di samling Huda.
"Kenapa aku jadi begini? bukankah aku juga sudah pernah melakukan ini, sebelumnya?" gumamnya dalam hati.
***
"Mamaaaaaaaaa,"
Suara menggelegar dsri kamar atas mengagetkan seluruh isi rumah di pagi hari, si mana Shaina masih duduk di sajadahnya, Zahwa yang sedang menyus**i anaknya lun kaget dan langsung berdiri, berlari menuju kamar atas.
"Ada apa Rangga? Pagi-pagi begini sudah berteriak kayak kerampokan aja sih?" tanya Shaina heran, saat melihat Rangga yang hanya berdiri di depan pintunya dengan membelakangi pintu kamar yang sudah terbuka, bahkan terlihat tidak terjadi apa-apa.
"Mama, lihat itu!" Rangga pun menunjuk arah dalam kamar.
__ADS_1
Shaina berjalan menaiki tangga begitu juga Zahwa yang penasaran. Sementara Ezra dan Bibi juga Mita hanya terdiam di bawah dengan menengadah, menunggu kabar, apakah gerangan yang membuat Rangga panik bukan kepalang.
BERSAMBUNG...