Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Arsya di Temukan Penuh Haru


__ADS_3

Ezra pun masuk mengiringi Pak Polisi, Sesampainya di dalam, Ezra kaget saat melihat seorang wanita sedang menggendong bayi yang sangat gemoy.


"Arsya! Arsyaku..." teriak Ezra.


Dia pun melompat dan berlari menyambar Arsya yang ada di pelukan Mama Zaira. Mama Zaira pun kaget karena tadi Dia hanya disuruh menunggu untuk bertemu dengan Zaira.


"Kau? Ezra?" kagetnya.


Mama Zaira tak sempat lagi memeluk Arsya ketika anak itu di sambar Ezra.


"Sayang, Arsya anakku, ya Allah, kamu sudah besar Nak, Ma syaa Allah, ya Allah, terima kasih," ucap Ezra sambil terus memeluk Arsya dan menciumi waja Arsya.


"Huaaaa... Huaaaa...."


Arsya yang bingung pun menangis histeris karena di peluk oleh orang yang tidak di kenal, Ezra coba menenangkannya, namun Arsya tetap tidak mau diam dan menjulurkan tangannya ke arah mama Zaira.


"Kalian... Aku tidak akan memaafkan mu. Sumpah! aku akan mengutuk kalian karena kalian telah memisahkan aku dan anakku! Lihatlah! dia sampai tidak mengenali ayahnya sendiri, kurang ajar kalian!"


Bentak Ezra sangat emosi sambil mengarahkan telunjuknya kepada Mama Zaira.


Tak Berapa lama, Zaira pun datang karena dibawa oleh Polisi keluar dari selnya.


"Ezra... Tolong maafkan aku, kau sudah bertemu dengan anakmu, dan sekarang tolong lepaskan kami," pilu Zaira.


"Tidak! aku berubah pikiran, kalian harus menerima akibatnya, lihatlah! anakku sampai tidak mengenaliku, kalian harus membusuk di penjara," bentak Ezra.


"Ezra... bukankah kau sudah berjanji untuk membebaskan aku, kalau kau sudah bertemu dengan ibuku, Aku sedang hamil, aku bisa stress kalau di dalam penjara," ucapnya.


"Kalau kau hamil, Apa hubungannya denganku? sedang dengan istriku Zahwa, setelah melahirkan dan sempat berkumpul beberapa bulan, kamu menculik anakku, kau tidak memikirkan apapun tentang Zahwa, bahkan dia hampir gila karena memikirkan anaknya yang hilang," amarah Eza meluap luap.


"Itu semua salahku, karena aku begitu benci padamu, karena aku begitu dendam padamu yang memutuskan hubungan cinta kita, makanya aku sangat marah, Ezra... Aku mohon ampuni aku," ucap Zaira seraya memohon dan memeluk kaki Ezra.


Ezra membanting kakinya, sehingga Zaira pun terpental ke belakang.


"Tidak! kau harus merasakan akibatnya."


Ezra berjalan keluar meninggalkan Zaira. Ezra mengambil teleponnya dan sambil membujuk Arsya yang terus menangis.

__ADS_1


"Tunggu!"


Zaira mencoba untuk menghalangi, namun pak polisi menangkapnya.


"Nona... silahkan Anda masuk kembali ke Sel Anda," ucap pak polisi.


"Kau telah melanggar janjimu, kau berjanji padaku akan membebaskan aku, kalau kau bertemu dengan Mamaku, kau berdusta sekali lagi," teriak Zaira sambil menangis tersedu sedu.


Sementara Mamanya hanya diam. Dia menatap anaknya yang di seret Polisi.


"Ternyata kau bersekongkol dengan Ezra. Lihatlah! Apa yang dia lakukan padamu, kau terus saja di bohongnya, kau terus saja tertipu olehnya! apa kau tidak sadar? dasar cinta buta, cinta yang telah membutakan mata mu, kau luluh olehnya, sekarang lihat! apa yang dia lakukan nya pada kita?"ucap Mama Zahira sambil berteriak teriak sangat jengkel.


Kemudian mereka pun dibawa ke dalam sel. Sedang Ezra masih membujuk Arsya untuk tetap diam, dia pun ke minimarket ditemani oleh ibu polwan yang sedang habis tugas siang itu. Ibu polwan itu sangat baik hati dan mau membantu Ezra untuk belanja susu Arsya. Arsya masih menangis tetapi polwan itu sangat pintar membujuk Arsya, hingga Arsya pun mau diam dan akhirnya tertidur.


"Ibu.. aku mau ke apartemenku, Apakah ibu mau membantuku sekali lagi?" tanya Ezra.


"Apa yang bisa aku bantu Tuan?" ucapnya.


"Tolong antarkan kami, mungkin dia akan menangis lagi nanti."


"Baiklah Tuan Ezra, aku akan membantumu mengantarkan kalian ke apartemen."


"Ezra! syukurlah, akhirnya kau menemukan juga Arsyamu. Berarti malam ini kita bjsa pulang dong."


"Bagaimana kalau dikasih obat tidur saja, sebaiknya kalian meminta obat tidur, kepada perawat yang ada di praktek, mungkin itu akan lebih aman" ucap polwan.


"Benar juga ya. Mengapa tidak terpikir dari tadi. Baiklah aku yang akan mencarikan obat itu," ucap Pasha


Pasha pun perg. sementara Ezra keluar dan menunggu di depan, Bu polwan pun menidurkan Arsya sambil memberinya susu sampai Arsya tertidur kwmbali.


Mungkin karena kelelahan dibawa oleh Mama Zaira di perjalanan tadi, Arsya kembali tertidur lulaa.


Ezra mengambil teleponnya dan segera menelpon Zahw.


"Assalamualaikum," sapanya.


Dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, sehingga suara Ezra itu terdengar jelas di telinga Zahwa.

__ADS_1


"Waalaikumsalam... Abang, apa kau sudah menemukan Arsyaku?" tanya Zahwa


"Alhamdulillah, aku sudah menemukannya."


"Coba kau video call, Aku ingin melihat anak itu. Cepatlah!" desak Zahwa.


"Sebentar," sahutnya.


Ezra pun mengalihkan panggilan menjadi video call. Kemudian masuk ke dalam kamar dengan membuka pintu lebar-lebar.


"Zahwa Sayang, Lihatlah dia sedang tertidur pulas," ucapnya.


"Dengan siapa dia?" tanya Zahwa.


"Tadi saat di kantor polisi, saat aku memeluknya, Dia menangis, Dia ngamuk tidak bisa aku tenangkan, kemudian ibu polwan menolongku, dan mengantarkannya sampai ke apartemen ini, dan sekarang dia juga tertidur karena bantuan oleh ibu polwan," ucap Ezra.


"Alhamdulillah, ya Allah, kapan kau pulang Bang? aku sangat ingin memeluk Arsyaku, Aku sangat merindukannya Bang," ucapnya.


Suara getir Zahwa yang sangat merindukan anaknya terdengar begitu jelas. Zahwa juga meneteskan air mata karena menahan rindunya.


"Malam ini juga kami akan berangkat, kau tenang saja, besok pagi mungkin kami sudah akan sampai ke sana," ucap Ezra.


"Baiklah Bang. Tolong secepatnya ya? kau jangan lengah lagi, dan jangan sampai kau tinggal Arsyaku di sana, jangan ada orang lain yang mencurinya kembali, kau tidak boleh menjauh darinya Bang," khawatir Zahwa lagi.


"ya sayang, aku pasti menjaganya, Oh ya Gimana kabar Arsy?"


"Alhamdulillah, dia baik, sekarang dia sedang tidur, karena tadi dia habis bermain dengan anak Kakak Lili," sahut Zahwa.


"Syukurlah kalau begitu, aku tutup dulu ya, Assalamualaikum ."


"Waalaikumsalam"


Ezra kembali menatap anak yang sedang tertidur pulas. Kemudian dia keluar dari kamar itu, karena di dalam itu sedang ada ibu polwan yang duduk di atas kursi, yang ada di ruangan tersebut.


Ezra pun sengaja duduk di halaman apartemennya, cuma beralaskan lantai yang ada di depan kamarnya, tak berapa lama Pasha pun datang, mereka sepakat akan membawa Arsya dan memberinya obat tidur, agar anak itu tertidur sepanjang perjalanan.


Pasha juga sudah berkonsultasi dengan bidan untuk memberi dosis yang sesuai untuk bayi tersebut.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2