
Sungguh perasaan yang hancur sejadi jadinya, saat melihat lelaki yang selama ini melindunginya telah berkhianat di belakangnya. Zahwa tidak pernah menduga itu. Di pernikahannya yang ke 2 tahun, dia di uji dengan badai yang begitu kuat.
"Aku tidak boleh percaya begitu saja, aku harus mendengar penjelasan dari Bang Ezra," gumam Zahwa sambil mondar mandir di dalam kamarnya pagi ini.
Zahwa menerima chat dari seseorang pagi ini, sebuah foto Ezra bersama dengan wanita, tidur di sebuah hotel mewah, tampak Ezra tidak mengenakan apa pun, saat wanita itu berpose di atas d*ada bidang suaminya. Tentu saja hati Zahwa terbakar hebat.
Bruk
Zahwa mendorong kasar pintu dan berjalan ke dapur untuk mengambil minum. Bahkan dia lupa, kalau si kembar masih tertidur karena baru jam 6 pagi. Tadi habis sholat subuh Zahwa menerima chay itu dari seseorang.
Glug glug glug
Zahwa meminum minumannya langsung dari teko dan berhamburan di kerudungnya hingga basah.
"Nyonya muda, ada apa? Kenapa Nyonya muda tampak gusar begini?" tanya Bibi yang melihat tingkah Zahwa.
"Bi ..., apakah Bini percaya, kalu Ezra mampu berkhianat?" tanya Zahwa.
"Tidak mungkin Nyonya," sahut Bibi.
"Ooh," sahut Zahwa seraya berjalan kembali ke kamarnya.
Semenit rasa sebulan. Dia kembali mondar mandir di kamarnya. Akhirnya, dia mencoba berbaring di sisi si kembar yang masih tidur pulas. Di peluknya Arsya dan di belainya.
"Sayang, kalau kau besar nanti, jangan pernah kau menyakiti hati seorang wanita Nak!" gumamnya, air matanya pun mengalir.
__ADS_1
"Kakak ..., kau di mana?" teriak Rangga dari ruang depan.
Zahwa pun segera berdiri dan berjalan mendatangi arah suara.
"Ada apa?" sahut Zahwa saat menutup kembali pintu dari luar.
Rangga menatap wajah kakaknya itu. Dan dia melihat ada butiran air mata yang bekas jatuh di sana.
"Kakak ..., jangan percaya! Pasti ada seseorang yang ingin menghancurkan kita, lihat! Beritanya sudah sampai medsos," ucap Rangga.
Benar saja, foto itu ternyata sudah tersiar ke medsos walau dengan wajah Ezra di blur. Namun foto itu persis dengan foto yang di kirim ke padanya.
"Ya Allah, ayo cepat telpon Kakakmu!" titah Zahwa.
"Kakak, apa kau punya foto wanita itu?" tanya Rangga.
"Ada, emang kenapa?" tanya Zahwa heran.
"Kirim ke Wa ku Kak, nanti Kakak akan tau," sahutnya.
"Baik," jawabnya.
Zahwa kembali ke kamar dan mengambil Hpnya. Mengirim Foto ke Rangga.
"Kakak tunggu saja, semuanya akan aku,atasi dengan cepat," ucap Rangga.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau lakukan Dik?" tanyanya.
"Tunggu saja, aku tidak akan membiarkan orang ini menyakiti dan menghancurkan kalian," ucap Rangga seraya berjalan cepat meninggalkan kediaman Ezra mahendra.
"Hati-hati!" peringatan Zahwa untuk Rangga.
Rangga berbalik dan tersenyum seraya mengangguk. Adik yang selalu melindungi kaka dialah Rangga Irlangga.
***
Tampak Ezra menggeliat akan segera terbangun. Dia pun mengucek-ucek matanya dan perlahan tersadar, itu bukanlah kamarnya.
"Di mana aku?" tanyanya pelan.
Dia memindai sekeliling, namun tak ada orang pun di sana. Ezra kemudian duduk dan memegangi kepalanya yang terasa sakit dan berputar putar bagai ada anak burung di sana. Saat dia akan turun dari ranjangnya, dia mendapati secarik kertas.
"Terima kasih Tuan, Tuan sangat perkasa," tulisan di secarik kertas tersebut.
"Ha?"
Ezra kemudian tersadar dan mulai panik, lebih panik lagi, ketika kini dia te lan jang bu lat, tak mengenakan apa pun.
"Astaghfirullah," pekiknya histeris.
Bersambung...
__ADS_1