
Yola menatap tajam ke arah Supervisor Toko. Sedang wanita itu tampak ketakutan dan menunduk dalam.
"Lala! Coba lihat saya!" panggil Yola menakutkan.
"Iya, Bos," sahut Lala masih menunduk, tangannya mendadak menjadi dingin, kakinya terasa mulai gemetar.
"Hari ini kamu ku turunkan jadi karyawan biasa, dan kamu! siapa namamu?" tanya Yola pada karyawan satunya.
"Sindy Bu," sahutnya.
"Kamu jadi Supervisor mulai sekarang, hari ini kau boleh izin dan urus anakmu yang sakit."
Yila pun menatal Huda yang kebingungan.
"Bu... Maaf tapi..." Sindy merasa tidak enak dengan keputusan Bos barunya itu.
"Ada apa lagi? Apa kau menolak menjadi pengawas?" tanya Yola, wajahnya sengaja di buat judes dan galak.
"Ti... tidak Bu,"
Mereka berdua pun keluar, wanita bernama Lala menatap tajam sekilas ke arah Sindy, Sindy pun menunduk. Cindy mengambil tasnya dan pamit pulang kepada teman kerjanya.
Di Ruangan Huda. Huda tampak duduk di kursi di depan kursi Bos.
"Yola, sebenarnya ada apa?" tanya Huda heran.
"Supervisor mu itu semena-mena kepada bawahannya, kasian wanita tadi, dia sakit malah di paksa kerja, dia sudah memberi alasan kalau anaknya sakit tadi malam, jadi dia begadang, namun Si Lala itu tidak perduli," ucap Yola sewot.
"Oooh, jadi itu alasanmu menurunkan jabatannya?" tanya Huda kemudian.
"Iya, sekarang ayo kita pulang!" ajak Yola merasa jenuh di kantor Huda.
"Baiklah, oh iya, malam ini kita bicara sama mama ya! kalau kita akan menikah," ucap Huda.
"Gimana ngomongnya ya? aku bingung, kamu saja yang ngomong ya! Aku gugup," ucap Yola.
"Iya, nanti aku pikirkan dulu, kata-kata yang bagus dan membuat mama setuju," ucapnya sambil berdiri dan mengunci pintu. Mereka pun berjalan menuju mobil mewahnya.
"Apa itu pacar Bos?" bisik karyawan.
"Cantik dan bijaksana ya!" ucap yang lainnya.
Huda dan Yola sudah berada di mobil dan melanjutkan perjalanan pulang.
"Benar ya, nanti malam kamu uang ngomong sama Mama!" ucap Yola lagi.
"Iya, tapi kamu yakin 'kan mau menikah dengan aku?" tanya Huda.
__ADS_1
"Iya, insyaa Allah, tapi aku punya masa lalu yang buruk lho!" ucap Yola.
"Aku juga 'kan? Kita akan saling melengkapi, apalagi kau hidup di keluarga yang tau agama," ucap Huda bangga.
"Ih, mereka itu orang tuamu tau?" ucap Yola sambil tersenyum dan menatap ke arah Huda.
"Mereka juga orang tuamu kok," jawab Huda.
"Eh, nanti malah kita nggak bisa menikah gimana?" tanya Yola.
"Orang tua calon maksudnya, calon mertua," ucap Hida kemudian.
"Hud, lihat! Siapa mereka?" Yola mencengkram pelan tangan Yola saat melihat ada beberapa orang yang menghalangi jalan mereka. Yola merasa takut, Karena jalanan ini sedikit sepi, tak ada rumah orang sekita 200 meter.
"Mana ku tau," Huda terus menjalankan mobilnya pelan, semakin mendekati mereka.
"Maaf Tuan, bisa minta tumpangan? Istri saya akan melahirkan, mobil kami mogok," ucap lelaki yang tadi menjaga di tengah jalan.
"Oooh, baiklah, ayo!" Yola pun merasa lega.
Akhirnya merek membawa wanita yang perutnya terlihat besar masuk ke dalam mobil Huda.
***
Hari yang indah, di mana sore ini Arsya dan Arsy sudah di bawa pulang ke rumah Shaina.
"Aisya, emang kamu nggak cape dari tadi ngomong sendiri terus?" tanya Ezra, yang heran dengan adik sepupunya itu, ngomong sama bayi, kayak ngomong sama teman sendiri.
"Hi hi, boleh gigit nggak Kak? kenapa mereka menggemaskan sekali, iiih," ucapnya lagi.
"Gigit... gigit, emang kamu nggak takut sama emmak nya yang galak, heh?" ucap Ezra sambil menatap Zahwa yang rebahan.
"Eh Abang, galak dari mana? Kak Zahwa itu wanita terlembut yang aku kenal selain Ummi Mita kok, Ummii di rumah aja kalah," sahut Aisya lagi. Zahwa pun tersenyum mendengar pujian Jujur dari Aisya yang lugu.
"Bisa aja kamu dDik, terlembut dari mananya?" sahut Zahwa merasa grogi.
"Oh iya, Huda sama Yila ke mana ya? Kok nggak kelihatan sejak kita datang tadi," tanya Ezra.
"Iya, masa tante Yola nggak pengen lihat ponakan segemes ini sih?" sahut Aisya lagi.
"Aap Non Zahwa mau makan?" tanya Bibi yang datang dari dapur.
"Masakin ikan rebus aja Bi," ucap Shaina yang tampak sedang membaca laporan yang beberapa hari ini menumpuk.
"Bi, Yola mana?" tanya Zahwa.
"Tadi lagi pergi sama Huda Non, belum datang," jawab Bibi.
__ADS_1
"Ha? Sama Huda? Ke mana merwka? Bang, telepon mereka doong!" pinta Zahwa pada suaminya.
Ezra pun mengambil Hp, tak berapa lama, telepon terhubung.
"Helooo, akhirnya ada juga yang telepon. Aku minta uang tebusan!" ucap seseorang di seberang telepon.
"Siapa kau? Mana Huda?" Ezra terkejut ketika mendengar suara yang tak bersahabat di seberang sana.
"Kau harus mentransfer uang, baru kau bisa bisa menemui kedua krang ini," ucapnya lagi.
"Dua orang? apa maksudmu?" tanya Ezra kaget, mungkinkah Yola juga bersama mereka? lirih hatinya.
"Ya, sepasang kekasih, ha ha ha, apa kau akan menebusnya? atau kami nikmati saja tubuh gadis ini!" ancaman lelaki itu membuat buku roma Ezra bergidik.
"Iya, baiklah, kami akan mentransfernya, kau kirim saja no rekeningnya, dan kirim foto kalau memang mereka baik-naik saja."
Orang-orang yang ada di kamar Ezra pun terpaku, kaget. Ezra pun menutup teleponnya.
"Ad apa Zra?" Shaina khawatir mendengar dari percakapan Ezra dengan seseorang tadi.
"Huda dan Yola di sandera, mereka mau uang tebusan Ma," ucap Ezra.
"Ha? Siapa mereka? Astaghfirullah, kenapa Author nggak bosen-bosen kasih kita ujian gini sih?" ucap Shaina khawatir.
"Aisya, kamu mau ku antar sekarang, atau mau bermalam di sini, karena aku akan,sibuk, ada urusan penting, nanti nggak bisa lagi nganterin kamu," ucap Ezra.
"Ih, Kakak ngusir aku ya?" sahut Aisya.
"Aisya, ah, kayak anak kecil, kamu dengar telepon tadi 'kan?" sahut Ezra lagi.
"Iya, Aisya pulang nih, ayo!"
***
"Hmmm, Bos, apakah tidak kita icip-icip saja gadis itu dulu, sebelum kita lepaskan?" ucap seorang lelaki yang terlihat dekil.
"Nanti aku pikirkan dulu, kita tunggu, apakah mereka memang menebus kedua orang ini atau tidak," ucap Sang Bos.
"Siapa kalian sebenarnya? Mengapa kalian menangkap kami?" tanya Huda.
"Kami? Kami hanya segerombolan orang yang ingin mendapatkan uang dari pengusaha kaya kayak kalian,"
Rupanya wanita hamil di jalan tadi hanya tipuan, setelah mereka masuk mobil Huda, Mereka membius Huda dan Yola dengan menutup hidung mereka dengan obat bius.
"Hemmmm, kalau sampai besok uang belum masuk ke rekeningku, maka gadis ini sebagai gantinya, masih seger dan sangat cantik,"
BERSAMBUNG...
__ADS_1