Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
EKTRA part


__ADS_3

Tatapan Misterius


Setelah melihat berkas yang di bawa lelaki itu, Ezra dan Zahwa pun menyetujui kerja sama dengan lelaki yang bernama Anggara. Perusahaannya yang memang sudah besar dan terkenal membuat Ezra yakin bisa bekerja sama.


"Baik Tuan Ezra, terima kasih banyak, karena Anda telah mau bekerja sama denganku," ucap Anggara.


"Iya Tuan Anggara, kami juga sangat berterima kasih, mudahan kerja sama ini akan bermanfaat bagi kita," ucap Ezra lagi.


"Baik Tuan, kalau begitu, aku permisi," ucap Anggara.


Anggara pun berdiri dan pergi menuju pintu. Ezra dan Zahwa pun juga berdiri. Anggara bersalaman dengan Anggara, sementara Zahwa hanya menyatukan tangannya saja di depan dadanya. Ezra mengiringi sampai dapan pintu sementara Zahwa hanya berdiri di tempatnya.


"Assalamualaikum," ucap Anggara saat berada di depan pintu, dan menatap Zahwa yang ada di ujung i belakang Ezra.


"Waalaikumsalam," sahut Ezra.


Saat Ezra membukakan pintu untuk tamunya, Anggara menatap Zahwa.


Deg


Zahwa kaget, saat tiba tiba lelaki itu bermain mata dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Zahwa.


"Astagfirullah," Gumam Zahwa kaget.


Zahwa langsung berbalik badan dan pura pura merapikan meja. Sementara Ezra penasaran dan menoleh ke arah Zahwa, karena mendengar istighfar istrinya.

__ADS_1


Anggara sudah pergi, Ezra pun mendekati Zahwa, dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Astagfirullah," spontan Zahwa lagi.


Zahwa pun langsung memutar kepalanya kebelakang, ingin mengetahui siapa yang memeluknya.


"Sayang, ada apa? Kenap dari tadi kamu terus beristighfar?" tanya huda yang heran.


"Abang eh, ngagetin aja, nggak papa kok, ini rapi in buku-buku hampir jatuh," bohongnya.


Tidak mungkin dia mengatakan, kalau lelaki tadi bermain mata padanya, pasti Ezra bekal cemburu buta. Tak apalah sedikit berbohong untuk menyembunyikan agar tidak terjadi rusuh.


"Ayo kita pulang. Beberapa hari ke depan, mungkin kita akan sibuk dengan persiapan pernikahan Yola dan Bima," ucap Ezra.


"Iya Bang, tapi aku bingung kita harus ngapain," ucap Zahwa.


"Kenapa gedung Bang? Sebaiknya kita nikahannya di Kastel saja, selain menghemat biaya biar tidak mubazir, kita bisa minta bantu warga dan memberi upah pada mereka," ucap Zahwa.


"Apa nanti kita tidak kerepotan menyusun acara ini itu dan lainnya? Tanya Ezra lagi.


"Tidak lah Bang, kita percayakan kepada salah satu tertua di kampung kita, nanti kita upah mereka, kita bisa membantu mereka juga," ucap Zahwa.


"Terserahlah kalau begitu, tapi aku nggak mau kamu repor-repot ya?" ucap Ezra lagi.


"Iya Bang," sahut Zahwa.

__ADS_1


Zahwa dan Ezra pun meninggalkan gedung perusahaan tersebut menuju kastel dan akan membicarakan rencana pernikahan Yola dan Bima di kastil tersebut dengan Umminya.


Zahwa dan Ezra tampak sudah memarkirkan mobil mereka di halaman rumah. Aida, anak Ayana yang memang sangat menyayangi Arsya dan arsyi pun berlari dari dalam rumah ketika mendengar suara mobil di halaman Dia sangat girang ketika Arsya dan Arsy kembali berkunjung Aida membuka lebar kedua tangannya


"Aida... Jangan lari.. Nanti...."


Bruk


Aida terjerembeb ke tanah


"Tu kan..." pekik Ayana yang baru keluar rumah.


"Ummi..." teriak Aida.


Gadis berusia 5 tahun itu pun menangis menahan perih di telapak tangannya.


"Sayang...." pekik Zahwa.


Zahwa segera menggendong ponakannya itu, dan membawa ke teras. Di sambut oleh Ayana.


"Ummi mana?" tanya Ezra.


"Ada di dalam," ucap Ayana.


Ezra dan Zahwa pun masuk ke dalam untuk menemui Uminya. Ezra mengetuk pintu Uminya namun tidak ada jawaban perlahan Ezra membuka pintu itu, sang Umi terlihat sujud sambil mengenakan mukenanya Ezra pun menunggu sudah 10 menit Uminya sholat, namun belum juga bangun dari sujudnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2