Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Tertangkap basah


__ADS_3

Huda perlahan memasukkan kunci ke pintu, dan memutarnya perlahan. Sungguh aneh, ternyata bisa, mungkin karena kunci di dalam telah di ambil Rina.


Memutar handle pintu perlahan. Agar tidak menimbulkan suara. Masuk dengan langkah yang begitu pelan. Menuju kamar.


Napas Huda yang mulai bergemuruh karena menahan amarahnya pada Vena. Seakan dadanya akan meledak saat itu juga.


Dia mendekati pintu kamar yang sedikit terbuka. Semakin mendekat, dada Huda semakin bergemuruh.


Bruk


Huda menendang pintu itu hingga terbuka lebar. Alangkah kagetnya Vena dan Toto yang sedang Indehoy tanpa sehelai kain pun.


"Huda?" lirih Vena sangat kaget, dia pun mendorong Toto, hingga Toto terpental ke sampingnya.


Huda hanya mematung dan berkata apa-apa. Kilas balik dirinya berselingkuh dari Yola pun hadir di kepalanya.


Air mata Huda menetes. Ini adalah balasan karena telah menyakiti Yola, istri yang baik dan sopan.


"Sekarang juga, keluar dari rumah ini! Keluar!" teriak Huda.


Vena mengeratkan selimut di tubuhnya. Sementara Toto memunguti bajunya dan memakainya tegesak gesak.


"Mas, maafkan aku, aku khilaf Mas, aku mohon, jangan usir aku," rengek Rina.


Rina pun ngesot mendekati Huda dengan menggumpal selimut di tubuhnya.


"Tak ada lagi yang bisa kita bicarakan, hari ini juga, kita cerai!" bentak Huda.


"Mas tunggu! aku sedang hamil anakmu Mas, maafkan aku," ucap Rina.

__ADS_1


Huda pun berjalan keluar tanpa mendengarkan teriakan dari Rina. Rina menyusul, tiba tiba Huda berbalik.


"Oh iya, aku ingin mengatakan sesuatu, anak yang ada di kandungan mu itu bukanlah anakku, karena aku di vonis mandul oleh dokter," ucap Huda lagi.


"Tidak mungkin, kau pasti bohong, kau pasti bohong Mas! Mas tunggu!"


Puiessss


Huda melempar kertas hasil tes LAB ke wajah Rina


"Bacalah! Atau kau bawa ke dokter untuk membaca hasil itu. Aku tunggu di luar 5 menit, kau sudah berberes, dan serahkan kunci rumah padaku!" ketus Huda lagi.


"Tidak! Aku tidak akan keluar dari di sini," ketus Rina melawan.


"Baiklah, aku akan mengumumkan, kalau kalian berzina di rumahku," Huda membuka pintu rumah," lihatlah! Mereka sudah menunggu kabar dariku," ucap Huda.


Para tetangga Rina sudah berdatangan dan berdiri di halaman rumah, pasti mendengar teriakan Huda tadi, jadi mereka pun berkumpul. Rina merasa takut kalau Huda nekat dan mengumumkan perbuatan keji mereka


Rina pun masuk ke kamar dan memakai pakaiannya. Tak berapa lama, Rina keluar dan mengunci pintu. Puluhan mata yang menatapnya sangat mengganggu pikirannya.


"Hey neng... Bunting gitu kok berani selingkuh sih? Nggak takut ya klo nanti anaknya berwajah dua? Ha ha ha," ejek seorang ibu yang memang ratu rumpi.


"Sini kuncinya!" ucap Huda yang berdiri didekat pintu rumah.


Tanpa perlawanan Rina terpaksa memberikan kuncinya dan pergi meninggalkan komplek dengan berjalan kaki dan menunduk


Bummmm


"Sini biar ku antar!" ucap Huda.

__ADS_1


Huda menepikan mobilnya dan menyuruh Rina masuk dalam mobil. Rina merasa sangat senang karena Huda perduli padanya.


"Terima kasih Mas... Aku sungguh mohon maaf, aku janji, aku tidak akan mengulangi lagi, aku mohon, beri aku kesempatan," ucap Rina sambil memegangi tangan Huda.


Huda membiarkan saja tangan itu di raih Rina. Rina senyum senyum karena dia mengira Huda sudah memaafkannya.


Setelah perjalanan beberapa menit, mereka sampai di sebuah tempat pengolahan furniture


"Lho kenapa ke sini Mas? Apa kau ingin membeli lemari" heran Rina.


"Turun saja," titah Huda.


Huda pun turun dan masuk ke dalam. Rina lun mengikuti.


"Ada yang bisa saya bantu Mas?" tanya seorang wanita cantik yang sedang duduk.


"Saya mencari pemilik Toko ini," ucap Huda.


"Saya sendiri," sahutnya.


"Ooh, tapi biasanya yang laki laki," kata Huda.


"Oooh, suami saya... Tong, tolong panggilkan Mas Toto," ucap wanita itu.


Rina kaget saat mendengar nama itu di sebut. Segera dia berjalan keluar meninggalkan toko dan bermaksud menuju mobil namun.


"Rina? Untuk apa kau ke sini?"


Dia berpapasan dengan Toto, dan Toto pun kaget.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2