
Bruk
"Assalamualaikum, Mi... kau di mana?"
Ezra sudah pulang ke rumah dan duduk di Sofa ruang tamu yang luasnya 12x12.
"Wa alaikum salam, Ada apa dek?"
Ternyata Ayana yang muncul bersama anaknya yang gemoy si Ochi..
"Ummi mana Kak?" Ezra menoleh menatap kakaknya yang baru datang dari dapur sambil membawa wadah makan Ochi.
"Tadi ada, mungkin ketiduran, baru datang dari kantor." sahutnya.
"Kalau kak Farhan mana?"
Farhan adalah suami Ayana kakak ipar Ezra.
"Masih di kantor." jawab Ayana.
Ayana dan Farhan menikah karena di jodohkan Hanan paman ipar Ayana, dan sekarang Ayana dan Farhan di beri sebuah perusahaan cabang sendiri.
"Ada apa? kok kayak ada orang manggil Ummi ya? ada yang kangen Ummi?" Mita tiba tiba muncul dari balik pintu kamarnya. Mita pun duduk di sofa panjang.
Tap tap
Bruk
Tiba tiba Ezra duduk dan berbaring di pangkuan Umminya.
"Lho? kaya bayi aja, ha ha ha." Mita pun tertawa melihat tingkah anaknya, karena ini naru pertama kali Ezra berbuat demikian.
"Pasti lagi patah hati, hi hi hi." Ayana kakaknya pun ikut menggoda.
"Nggak laaah, tapi ada sesuatu aja, entah, Aku juga nggak ngerti." ucap Ezra.
Sebenarnya Ezra pengen cerita masalah Bima yang playb*y, dan dia ingin Umminya itu memlwringati Tante Shaina, namun dia urungkan karena takut salah.
"Ada apa? katakan saja!" ucap Mita sambil mengelus rambut Ezra.
"Nggak Mi, aku pengen begini sebentar saja, boleh ya?" pintanya sambil memejamkan matanya.
"Aneh kmu Z'ra, iya deeh."
Mita pun mengambil Hpnya dan mulai tadarrus di layar HP.
Tak terasa mungkin sudah 10 menit Mita tadarrus.
"Mi, dia ketiduran tuh." ucap ayana sambil menunjuk wajah Ezra.
"Masya Allah anak ini, udah dewasa makin tambah ngegemesin." ucap Mita sambil mencubit kecil pipi anaknya.
__ADS_1
"Kalau aku liat, dia mirip papa ya? tampan luar biasa." ucap Ayana.
"Alhamdulillah, semuanya hanya titipan, kalau tiba tiba di ambil oleh yang punya kita tidak bisa berbuat apa apa, oh iya, nanti malam kita acara makan bareng di resto keluarga Hanan, kamu ikut?"
Ayana memang tidak memakai cadar, namun dia memakai kerudung yang sama besar dengan ummi nya.
"Ikut lah Mi, lagian Ka Farhan hari ini nggak pulang cepet, ada kerjaan yang mendesak katanya." ucap Ayana.
Mereka pun asyik ngobrol dan tanpa sengaja terdengar gumaman kecil Ezra yang terdengar oleh Mita.
"Zawaaaaaaa. hati hati."
Lirihnya.
"Ha? ngomong apa ni bocah?"
Tanya Mita.
"Zawaaaa." Panggilnya lagi.
"Hey... ngigau di siang nolong," ketus Ayana sambil mencolek kaki Ezra lembut.
"Aaaaa?" Ezra pun,membuka matanya dan memindai sekeliling.
"Ummi maaf, ketiduran." Ezra pun bangun dan duduk di samling Mita.
"Emang kamu ada masalah apa sih Z'ra?" Mita masih penasaran, dia tidak percaya kalau Ezra sedang baik baik saja.
"Hups, kita tunggu saja takdir dari Allah, kalau jodoh, mereka akan menikah, tidak mungkin wanita sebaik Zahwa mendapatkan seseorang yang buruk, kecuali Allah ingin mengujinya kan?" Ucap Mita bijak.
"Iya Mi, Ezra mau mandi dulu nih, biar seger."
Ezra pun pergi meninggalkan ruang tamu.
"Aneh adikmu Aya, akhir akhir ini dia sering mengkhawatirkan Zahwa." ucap Mita.
"Apa mungkin dia sedang jatuh cinta?" Ucap Ayana.
"Entah, tapi kemaren kemaren aku pengen lamarin Zahwa buat dia, malah dia nolak."
"Mungkin baru nyadar kalau Zahwa cantik Mi hi hi."
"Iya mungkin."
Mereka berdua terus membahas pewaris kerajaan Izzam itu berulang ulang. Hingga tak terasa senja mulai datang.
...***...
"Yola, tadi siang kamu ke mana? kok kamu sering makan di luar kampus? biasanya juga makan di kantin." selidik Zahwa pada Yola yang sedang duduk santai di lantai.
"Biasa sama teman Kak, kakak kok nggak pernah jalan jalan sama teman teman kakak?"
__ADS_1
tanya Yola.
"Paling makan di gazebo kampus, rasanya nggak banyak waktu buat bersantai, apalagi ngurus skripsi ini, bikin kerjaan numpuk." jawab Zahwa.
"Oooh, iya juga sih." jawabnya.
"Oh iya, kamu kan belum pernah ngeliat calon kaka ipar mu? kamu nggak penasaran?" tanya Zahwa, padahal dia ingin cepat mengetahui sesuatu. Dia pun sudah merencanakan itu dengan baik.
"Oh iya kak, aku lupa, karena aku juga banyak urusan mendadak tugas dari Dosen." jawabnya.
"Tuh di atas meja kaka, ada kok kaka foto bersama waktu lamaran kemaren." ucap Zahwa.
"Oooh, nanti aku liat, ini masih baca pesan grup, banyak amat, sampai aku nggak ngerti pembahasannya apa ini."
Yola tampak bingung sendiri membaca pesan dari grup kampusnya.
"Oooh, oke.. aku mau mandi dulu nih."
Zahwa pun bangun dari rebahan nya dan mengambil handuk juga baju ganti.
Berendam di air hangat sebentar membuat Zahwa kembali rileks.
Brak
Tiba tiba terdengar benda jatuh di luar atau kamar Mereka.
"Ada apa Yol?" teriak Zahwa.
Namun tak ada jawaban.
Sementara di luar.
Yola gemetar, Hpnya pun terjatuh saat Yola melihat siapa foto yang ada di atas meja saat lamaran Zahwa.
Bi.....ma
Lirihnya.
"Yola! ada apa?"
Zahwa kembali berteriak, namun masih tak ada jawaban.
Zahwa pun dengan segera menyelesaikan mandinya.
Ceklek
Zahwa terpana sesaat, saat melihat Yola menatap foto di tangannya dengan tangan gemetar.
Apakah benar Yola bersama Bima malam itu? apakah memang mereka yang,di lihat Diba?
BERSAMBUNG....
__ADS_1