Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Panggilan Sayangkuu


__ADS_3

Zahwa dan Ezra sudah berada di ruangan pribadinya. Sedang ke dua Aunty tinggal di ruang depan yang biasa Ezra menerima tamu kliennya.


"Hwa, siang ini kita makan di mana?" tanya Ezra basa basi.


"Mmmm, terserah Abang aja deh," ucapnya.


"Baiklah, aku mau rapat sama karyawan dulu ya, sebentar, habis itu kita makan di luar.


Ke 3 Aunty pun di panggil untuk menemani Zahwa.


"Aku akan segera kembali," ucap Ezra sambil membelai kepala Zahwa dan mengecup jidadnya mesra.


"Nyonya besar ingin makan sesuatu? Biar aku carikan ke kantin," ucap Aunty.


"Tidak usah Unty, aku udah kenyang kok, oh iya, apakah aku sangat keterlaluan heh? Tanya Zahwa tiba tiba.


"Keterlaluan bagaimana Nyonya?" tanya Unty.


"Sudah sebulan ini aku tidak pernah lagi mengurusi Bang Ez, malahan Dialah yang mengurusi hidupku sehari hari," ucap Zahwa.


"Maaf Nyonya, mungkin Nyonya sangat sedih, hingga Nyonya bersikap demikian," ucap Unty


"Katakanlah! anggap aku ini temanmu, apa yang akan kau katakan padanya," ucap Zahwa lagi.


"Nyonya___," Tentu saja 3 Aunty itu tidak berani mengatakan apa apa.


"Katakan! Atau kalian aku usir dari ruangan ini!" gertaknya berpura pura.


"Itu, maaf sebelumnya Nyonya, menurutku baiknya Nyonya lupakan Den Arsya, agar Nyonya bisa fokus pada Nona Arsy saja," saran Aunty.


"Jadi? Aku harus melupakan Arsya yang entah di mana sekarang berada itu?" tanya Zahwa sedikit meninggikan suaranya, mungkin kaget dengan saran Aunty.


"Maaf Nyonya, maaf kalau salah," ucap Aunty merasa takut.


"Aaaah, sudahlah,___(mendekati Arsy) Sayaaang, cluuub Ba...."


Arsy yang memang tidak tidur pun tertawa, Usianya kini sudah 6 bulan, wajah cantik dan kulit bersih, membuat siapa pun yang melihatnya pasti gemes.


Tok tok


Aunty membukakan pintu.


"Assalamualaikum, maaf Nyonya, ada Diba, katanya teman Nyonya," ucap salah satu karyawan yang nongol di pintu.


"Wa alaikum salam, oh iya, mana? Ayo masuk! Dibaaa mmmmh," Mereka bersalaman dan cipika cipiki. Ini adalah kejutan dari Ezra, menjemput Diba yang sedang bekerja di kantor Rangga, untuk menemani Zahwa di kantor, karena Ezra bakal rapat penting dan memakan waktu lama.


"Zahwa, maaf aku nggak bisa sering nengokin kamu, kamu tau 'kan adikmu si Rangga itu, ketat dan sangat disiplin, aku kerja masuk jam 7.30, pulang jam 17.15, walau emang siiih, gajihku juga besar, tapi waktuku habis di kantor, klo hari libur harus bersih bersih rumah."

__ADS_1


"Nggak papa kok, tapi kamu nggak pernah di marahin Rangga 'kan?" tanya Zahwa.


"Pernah, sering malah, Adikmu jti nggak seperti kamu, Dia dingin dan beku, kaya Es batu si gurun salju, nggak pernah mencair, ha ha ha,"


"Ha ha ha, bisa aja kamu, masa sih? Kalau di Rumah dia sangat ramah lho!" puji Zahwa.


"Beda dengan di kantor, semua karyawati terpesona oleh ketampanannya, namun Dia menghempaskan pandangan karyawannya itu dengan bersikap sangat dingin, aku yang,sekretarisnya aja nggak berani menyapanya, kalau tidak ada masalah penting," ucap Diba.


Ceklek


Pintu terbuka, tampak Rangga masuk dan kaget saat melihat Diba ada di ruangan Ezra.


"Eh Kak Zahwa, katanya kamu ada di sini, makanya selesai meeting aku mampir, mau ketemu ponakan cantik, Hmmmmch," Rangga pun menciumi Arsy yang lagi ngoceh sendirian di dalam boknya. Dia lupa dengan sikap dinginnya, Dia terus menggoda Arsy dan Arsy pun kadang tertawa kecil sambil ngoceh.


"Rangga, nanti kamu ke kantor, sekalian bawa Diba ya! Tadi di jemput sopir," ucap Zahwa.


"Hemmm," ucap Ezra.


"Nggak usah Zahwa, aku bisa naik ojek saja kok," ucap Diba.


"Kalau nggak mau ya nggak usah, aku juga ada urusan setelah ini," ucap Rangga terdengar dingin kembali, jaga emige kali ya.


"Rangga! Pokoknya kamu bawa Diba, kasian pakai Gojek kepanasan," ucap Zahwa lagi.


"Nggak papa kok Hwa, aku sudah terbiasa, ini karena aku tidak bisa naik motor," ucap Diba lagi.


"Ehkem..., Kak aku mau ke kantin dulu, ada yang mau di bawain," ucap Rangga karena salah tingkah.


"Bawain cemilan aja, terserah apa aja," ucap Zahwa lagi.


Rangga pun pergi meninggalkan ruangan Ezra. Sebenarnya dia tampak grogi, namun mencoba bersikap dingin saat di hadapan Diba, ada apa ya?


"Hello Sayaaang, oooh lucunya," ucap Diba saat mendekati boox Arsy.


Ketika suara Hp berdering.


"Ini Hp kamu Zahwa?" tanya Diba saat melihat Hp di kaki Arsy.


"BuKan," Zahwa pun mendekat dan mengambil Hp itu.


"Milik Rangga, eh ini kamu yang nelpon? Kok foto kamu? Tapi namanya?" Zahwa kaget saat mendali Hp itu dan yang nelpon foto Diba.


"Ha masa?" Diba pun mengambil Hpnya yang ada di tas.


"Oh iya, kepencet saat nempel di dinding Box ini," ucap Diba.


"Atau jangan jangaaaan, ca ileeee, Hap,"

__ADS_1


Zahwa memeluk Diba.


"Ada apa? Kenapa sih?"


"Adik ipaar, horee adik ipaaar," ucapnya.


"Ha kok Adik ipar sih? Jangan ngarang ah, kenapa?" tanya Diba bingung.


"Kangan pura-pura bohong ah, lihat ini, Sayangku," Zahwa memperlihatkan nama Diba yang tertera di Hp Rangga.


"Astagfirullah, masa? Aki nggak tau, beneran Zahwa," ucap Diba.


"Eh kok panggil nama sih? nggak takut durhaka? Ini Kakak ipar mu lho?" ucap Zahwa, seraya meletakkan HP Rangga di meja Ezra.


"Bener aku nggak tau, sumpah," ucapnya.


"Atau jangan-jangaaaan?" Zahwa coba berpikir.


Ceklek.


Mata Diba dan Zahwa langsung menatap arah pintu yang terbuka, dengan wajah penasaran.


"Ada apa kalian menatapku begitu?" tanya Ezra yang bingung. Ternyata Ezra yang datang.


"Oooh kirain Rangga, udah selesai Meetingnya?" tanya Zahwa.


"Iya, kita makan siang sekarang?" tanya Ezra.


"Nunggu Rangga dulu, tadi beli cemilan, oh iya, kayaknya Rangga suka sama Diba," ucap Zahwa sambil menatap sahabat masa kuliahnya itu.


"Ah yang bener? Kamu gimana?" tanya Ezra tiba-tiba.


"Kenapa tanya ke aku?" ucap Diba malu malu.


"Ya tanya ke kamu laaah, masa tanya ke Zahwa? Kan aneh!" ucapnya.


"Mana ku tahu kalau Dia suka sama aku?" ucap Diba lagi seperti malu malu, wajahnya lun agak merona.


"Sekarang setelah tau gimana? Apa kamu juga suka?" tanya ezra menggoda, namun tanpa menatap wajah Diba, Dia hanya menatap wajah Arsy dan terkadang mencandainya.


"Hmmm, au ah, kalian kenapa sih?"


Ceklek.


Semua mata menatap pintu yang terbuka, kali ini pasti Rangga yang datang, bakal rame nih di kerjain, lumayan mEnghibur hati Zahwa yang lagi sakit.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2