Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Tamat


__ADS_3

Zahwa kemudian menjulurkan tangan kepada Zaira, Zaira pun menyambutnya, namum tak di sangka Zahwa kemudian menarik tubuh Zaira hingga Zaira berdiri sempurna. Mereka yang ada di ruangan itu kaget.


Hap.


Zahwa memeluk tubuh Zaira yang mengenakan Syar'i hijau Tosca itu. Zahwa bahkan menangis bahagia saat melihat orang pernah memusuhinya itu kini berubah.


"Ups....."


Lega nafas Bram dan Ezra saat melihat reaksi Zahwa yang sungguh di luar dugaan.


"Kenapa kalian seperti menahan napas begitu?" tanya Zahwa.


"Tidak apa-apa, aku kira kau akan melakukan sesuatu!" ucap Ezra.


"Terlalu berlebihan, Aku 'kan sudah janji di rumah tadi, aku akan menahan emosiku, eh ternyata emosiku yang lain muncul, aku sangat gembira saat Zaira berpenampilan seperti ini, Aku tidak menyangka, perubahannya selama beberapa bulan ini, sangat drastis. Alhamdulillah," ucap Zajwa.


"Aku tadi sampai kaget loh Zahwa, aku kira kau akan memukul me*nggebuki ku hingga ku babak belur," ucap Zaira sambil sedikit tersenyum.


"Zaira, aku tak setega itu, apalagi... lihat kamu sekarang, sedang hamil besar, mana mungkin aku mem*ukuli kamu, pasti nayi kamu juga kena'kan?" ucal Zahwa.


"Iya juga sih, tapi terima kasih ya, kamu telah maafkan aku, dan bisa menerima aku sebagai temanmu lagi," ucap Zaira.


"Iya, tapi kamu harus janji, jangan bermain di belakangku ya?" canda Zahwa.


"Apa? bermain di belakangmu? apa maksudnya?" heran Ezra.

__ADS_1


"Kali aja kau masih melirik Bang Ezra kan?"


"Ha ha ha kamu ini, aku udah ada Mas Yusuf," sahut Zira.


Mereka pun tampak senang dan bercengkrama begitu lama di ruangan Zahwa itu.


"Oh iya, sebaiknya aku pulang saja, Mas Yusuf... aku merasa lelah, aku takut kalau terlalu lama di sini, nanti malah aku kepincut pesonanya lagi," canda Zaira sengaja.


"Maksudmu? kau masih memendam rasa pada Ezra? Bukankah aku ini juga sangat tampan? bahkan ketampanan ku ini pun melebihi Ezra ha ha ha," Bram pun tertawa karena memuji dirinya sendiri.


"Iya juga sih, tapi siapa tahu aja," canda Zaira lagi.


"Iya sana! sana! sebaiknya kalian pulang, aku takut nanti suamiku direbut Zaira lagi," canda Zahwa juga sambil bercanda.


Sementara tinggallah Zahwa dan Ezra di ruangan itu. Sedangkan Arsya dan Arsy tampak di bawah 2 Aunty berjalan-jalan mengelilingi kantor.


"Sayang, bagaimana perasaanmu sekarang, setelah bertemu Zaira?" tanya Ezrra.


"Alhamdulillah, Aku tidak menyangka kalau Zahira sekarang berubah menjadi orang baik, mudahan itu akan bertahan. Dia akan menjadi orang yang istiqomah selamanya amin."


Ezra pun berjalan mendekati istrinya dan berdiri tepat di hadapan istrinya.


"Abang mau ngapain? tanya Zahwa curiga.


" Aku pengen buat dede baru, buat Arsya dan Arsy," candanya.

__ADS_1


"Ih Abang apaan sih? Oh ya Bang Aku tidak menyangka kalau dulu Zaira sangat memusuhi kita, namun sekarang sudah baikan kembali."


Tok tok tok


Tiba-tiba Ada ketukan pintu di depan ruangan Ezra. Ezra pun membukakan pintu "Assalamualaikum." ucap sekretaris Zahwa.


"Waalaikimsalam," shut nya.


"Maaf tuan, ini ada tamu buat Tuan," ucapnya.


"Oh Silakan masuk,- titah Ezra.


Laki-laki itu pun masuk dan langsung menatap Zahwa dengan tatapan penuh dendam dan senyum menyeringai.


'Rupanya dia anak dari Fathir, sangat cantik' lirih hatinya.


...TAMAT...


Kisah selanjutnya akan di isi oleh Ektra part ya...


Silahkan kunjungi novel baru Nana Shin.


...WANITA SATU MALAM...


Kisah seorang wanita malam yang mencari jalan hidupnya. Dengan penuh lika liku hidup hingga akhirnya dia menemukan dirinya dalam cinta sepenuhnya kepada sang pencipta.

__ADS_1


__ADS_2