Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Zahwa Baby Blues


__ADS_3

Yola masih berdiri tegak di atas jembatan itu. Mereka tak berani berbuat apa-apa selain berusaha menasehatinya.


"Sayaaang hey Baby... Turun Sayang!" ucap wanita paruh baya yang juga ada di situ.


"Lihat aku! Ibumu pasti sangat sedih kalau melihat ini, bagaimana dengan papamu, kakak dan adikmu," ucap wanita itu lagi.


"Kalian tidak tau apa yang ku hadapi sekarang, aku di khianati," ucapnya. Dia pun menangis tak terlihat kakinya tidak seimbang saat tubuhnya bergetar,menahan tangis.


Bruk


Hap


Lelaki tinggi besar dengan sigap menangkap tangan Yola dan menariknya, hingga wanita itu jatuh ke pelukan pemuda itu.


"jangan bersikap bodoh," ucapnya sambil mencengkram erat pergelangan Yola dan membawanya berjalan menjauh dari jembatan.


"Lepaskan aku!" ucap Yola, namun pemuda itu tetap menarik Yola berjalan hingga sampai ke sebuah penjual Es kream.


"Pesan yang paling besar," ucap pemuda itu.


Dengan cekatan penjual Es kream pun mengambilkan wadah dan membuatkan Es kream dengan berbagai macam rasa isian.


"Ini Tuan,"


Pemuda itu mengambil dan menyerahkannya pada Yola.


"Ini, ambilah! Katanya Es kream bisa menenangkan otak yang memanas karena banyak masalah," ucapnya.


"Aku tidak mau," ucap Yola.


"Apa kau ingin aku membuang Es ini? Ini aku beli khusus untukmu, aku tidak tau masalah yang kau hadapi, namun, kau harus tetap waras Nona," ucap pemuda itu.


"Yola!" teriak Ezra yang datang dari jarak yang lumayan jauh, Dia pun berteriak saat melihat Yola sedang duduk bersama leaki tak di kenal.


"Kak Ezra!" sahut Yola.


"Ayo pulang! Kenapa Hpmu tidak aktif?" tanya Ezra.


"Syukurlah, jaga Dia baik-baik, hampir saja kau kehilangan Dia, kalau ada masalah, bicarakan baik-baik," ucap pemuda itu seraya berdiri dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Siapa Dia?" tanya Ezra heran, seakan baru saja tejadi sesuatu.


"Nggak tau tuh," Yola pun mengambil Es cream yang di letakin pemuda tadi di sisinya.


"Ayo kita pulang, Zahwa sedang memerlukan mu," ucap Ezra.


"Emang kenapa dengan Kak?" tanyanya.


"Nanti kamu bekal tau, ayo!"


Ezra dan Yola pun kembali ke Hotel, sesampainya di Hotel Yola pergi menaiki Lifh sendirian dan sampai di pintu Zahwa.


Ceklek


Yola masuk selangkah demi selangkah dengan pelan, Dia heran dengan pemandangan yang dia lihat, kamar itu berantakan, 3 Aunty pun tampak sedang membujuk Zahwa, sementara Arsy tampak ada di box bayi karena sedang tidur.


"Kakak, ada apa?" tanyanya.


Zahwa hanya menatap Yola sekilas, kemudian kembali menunduk dengan memeluk kedua lututnya.

__ADS_1


"Aunty, kenapa jadi berantakan begini? Ada sebenarnya?" tanya Yola lagi.


"Anu Non, Den Arsya... Di culik," ucap Aunty gagap.


"Huaaaaaaa... Arsyaaaaa...," tangis Zahwa kembali pecah dan Dia kembali mengamuk, semua bantal dan sprei oun di cabik-cabiknya.


"Ha? Benarkah? Bagaimana bisa?" Yola mendekati Zahwa dan mengamuk dan menyentuh pundaknya.


"Arsyaaaa... Arsyaaa kuuu," Zahwa terus meraung, entah apa yang merasukinya, Wanita sholehah itu tak kuat menahan bebannya.


"Sayang, ayo cuci muka duku, kita Sholat Dzuhur, ayo!"


Ezra yang baru datang langsung merangkul Zahwa dan menciumi pucuk kepala Zahwa.


"Bang... Mana Arsya Bang? Mana?" tanya Zahwa, suaranya mulai melemah, tenaganya seakan sudah habis karena terlalu lama menangis.


"Kita akan menemukannya Sayang, ayo kita sholat dan berdo'a dulu!" ajak Ezra.


Zahwa pun berdiri di bantu Ezra dan melangkah menuju kamar mandi.


Aunty pun merapikan baju dan serba serbi yang ada di lantai.


"Bagaimana ceritanya?" tanya Yola pada Aunty.


Aunty pun menceritakan kejadian dari awal hingga akhir. Yola mendengarkan dengan seksama.


"Alhamdulillah aku tak melakukan hal bodoh itu," ucapnya spontan, 3 Aunty pun menatap Yola.


"Hal bodoh? Apa maksud Nona?" tanya Aunty.


"Oh tidak___ Ya Allah, apa yang terjadi dengan keluarga kami ini? Mengapa begitu berat beban yang kau berikan.-


"Mana Sasa?" tanya Yola.


"Katanya lagi dapet." ucap Aunty.


Tok tok


Terlihat Sasa masuk dan berdiri di belakang mereka sholat.


"Ada apa?" tanya Yola.


"Anu Non, aku mau pulang duluan, orang tuaku sakit keras," ucapnya berbohong.


"Benarkah? Baiklah, aku akan mencarikan tiket untukmu sekarang juga," ucap Ezra.


Ezra pun mengambil Hp dan mulai mencari tiket kepulangan Sasa hari ini juga.


"Apakah kalian ada yang ingin pulang duluan juga?" tanya Ezra.


"Nggak Tuan, kami akan menemani Nyonya muda di sini," sahut mereka.


***


"Ya Allah... Astagfirullah, Ayana, aku akan ke Amerika menyusul Ezra dan juga Zahwa." ucap Mita saat Ezra menelepon, dan mengabarkan kabar duka itu.


"Ada apa Mi, kok syok gitu?"tanya Ayana yang asyik menemani anaknya bermain.


"Arsya hilang diculik, dan sekarang Zahwa sangat syok dan seperti mengalami Baby blues," sahutnya sambil berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


"Astaghfirullah, yang bener Mi, kasian sekali Zahwa Mi,"


Ayana pun menyusul Mita ke kamarnya.


Ayana adalah kakak tiri Ezra, dan anak tiri Mita, anak dari ayahnya Ezra. Ayana sudah berpisah dengan suaminya Farhan, karena ketahuan selingkuh.


"Sekarang juga Ummi akan ke Amerika, tolong carikan tiket ya!" titahnya.


Ayana pun mengambil Hpnya dan segera mencari tiket untuk Mama tirinya.


***


"Akhhhhhhh, senangnya... Sekarang keinginanku tercapai, ha ha ha," Zaira tampak duduk di kursi goyangnya dan tertawa sambil menatap bayi yang ada di pelukannya.


"Kita akan membalas sakit hati kita, kita akan membuat anak ini yang akan membalaskan dendam kita, mereka akan tau, sebesar apa dendam kita pada mereka," ucap mama Zaira.


"Iya Ma, kita pasti berhasil, yang penting sekarang, kita harus mencari pekerjaan dulu, uang kita sisa sedikit Ma, kita harus berusaha agar kelak kita bisa melihat mereka menangis darah," ucap Zaira lagi.


"Pekerjaan apa yang harus kita kerjakan?" ucap mama Zaira.


"Hmmm, aku ada ide, tapi Mama jaga Bayi ini ya! Biar aku yang bekerja," ucapnya.


"Oke, pekerjaan apa yang ingin kau kerjakan?" tanya mamanya meragukan.


"Ada deh, oke, sekarang aku pergi dulu."


Zaira lun pergi meninggalkan apartemen yang dia sewa untuk 3 bulan ke depan. Setelah memesan taksi dia pun meluncur menuju tempat keramaian.


"Aku akan melakukannya, demi dendam dan kehidupanku, aku akan melakukan apa pun," ucapnya.


Dia berhenti di sebuah club malam yang terlihat sangat ramai.


"Hello Mis... Ayo temani aku!" ajak lelaki yang tampak penuh dengan tato dan anting. Zaira menepis halus dsn terus memasuki club malam itu.


"Aku ingin bertemu dengan pemilik club ini," ucapnya, pada seorang wanita seksi di ruangan itu.


"Oke, ayo ikuti aku!" ucapnya.


Zaira pun berjalan mengiringi wanita itu.


"Miss... Ada wanita yang ingin menemui mu," ucapnya.


"Silahkan duduk!"


Karena ini di Amerika tentu saja mereka berbicara bahasa Inggris ya😄


"Terima kasih Mis...," balasnya.


"Apa yang bisa kau berikan padaku untuk bekerja di sini?" tanya wanita itu.


"Keperawanan ku, aku ingin orang yang mau membayar mahal untuk pertama kalinya," ucapnya.


"What? Kau masih Virgin?" tanya wanita itu.


"Yes, 100%," jawab Zaira.


Wanita itu pun tersenyum menatap wanita yang ada di hadapannya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2