
Setelah aku memperkenalkan diri, aku melihat perubahan di raut wajah Pak Rafi. Laki-laki paruh baya itu mendadak diam dan membeku, padahal sebelumnya ia terlihat sopan dan ramah.
“Om kenapa? Apa Om mengenal papanya Kimmora?” Dion menyentuh bahu laki-laki itu, membuatnya tersenyum dan kembali menetralkan ekspresinya.
“Berarti kamu putrinya Sabrina? Dulu om bersahabat baik dengannya,” kata laki-laki itu sambil tersenyum.
“Iya, Om. Saya putrinya,” jawabku sambil menggenggam tangan Arsen yang terasa bgitu dingin.
“Sudah lebih dari dua puluh tahun kami tidak bertemu, sampaikan salam om padanya, ya. Om ada urusan, om tinggal dulu. Ayo Dion kita pulang dulu!” Dion dan om-nya akhirnya meninggalkanku dan Arsen.
Laki-laki tua itu sempat melemparkan senyum pada Arsen yang sedari tadi hanya diam. aku merasakan genggaman tangan Arsen yang terasa me*re*mas jemariku. Dia pasti sangat kesal saat ini.
Sampai acara berakhir, Arsen hanya diam, tidak makan juga tidak bersuara. Hanya menjawab seperlunya saja, apa yang aku tanyakan.
***
Kamar paling mewah di hotel bintang lima ini sudah ada di depan mata. Rasanya, kapan ya terakhir kali menginap di hotel mewah seperti ini? Tidak pernah!
Jangan tertawa, karena walaupun Papa orang yang sangat kaya, tapi sekalipun aku tidak pernah berlibur mewah. Papa terlalu sibuk, Kak Darren juga sibuk. Liburanku palingan hanya ke Singapura, mengunjungi Oma yang cerewet itu. Pernah sih kami ke Amerika, bukan untuk liburan, tapi menghadiri wisuda Kak Darren, itupun hanya menginap di kamar hotel biasa.
“Oppa.” Aku memeluk manja tubuh Arsen yang sedari hanya tersenyum mengamati tingkahku yang begitu antusias dengan kamar ini.
__ADS_1
“Kenapa, Sayang?” Aku menarik tubuh Arsen ke dalam pelukanku, membuatnya kaget dan kami terjatuh ke dalam kasur lembut yang halusnya seperti sutra.
“Apa kamu akan mendiamkanku saja, membiarkan aku menikmati sendiri kamar mewah ini?” Aku menarik jas Arsen sampai terlepas dari tubuhnya. Lalu perlahan aku mengusap dadanya yang masih tertutupi pakaian berkancing itu.
“Apa kita akan memulainya sekarang?” Arsen membalik tubuhku hingga kini aku berada di atasnya.
“Tentu saja, pasti menyenangkan menikmati indahnya terbang ke awan dengan pemandangan mewah ini.” Aku melepas satu per satu kancing yang menghalangi tubuh Arsen.
“Lakukan sesukamu.” Tangan Arsen meraba punggungku.
***
Setelah cek out dari hotel, Arsen langsung mengantarku pulang ke rumah Mama. Sebelum akhirnya ia kembali lagi ke kantor Papa. Sebenarnya aku masih ingin menikmati kamar mewah itu, tapi pekerjaan Arsen jug tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Setelah selesai dengan semua pekerjaanku, aku duduk santai menikmati camilan sambil menonton acara gosip di TV. Tiba-tiba bibi yang bekerja di rumah Mama memberitahuku bahwa di luar ada tamu Mama. Karena Mama sedang yoga di belakang rumah, akhirnya aku menyuruh bibi untuk memanggil Mama, sedangkan aku menemui tamu itu.
Saat aku melihat gadis yang mencari Mama itu, mataku membulat sempurna. Gadis ini kenapa di sini?
“Lo ngapain ke sini?” tanyaku pada gadis itu.
“Gue nyari Tante Sabrina, lo di sini juga?” Gadis itu baik bertanya.
__ADS_1
“Iyalah, ini rumah nyokap gue. Ngapain lo nyari nyokap gue?” Aku duduk berhadapan dengan Nana yang datang dengan membawa sesuatu.
“Eh, Nana sudah datang?” Mama menyambut kedatangan Nana dengan ramah, lalu duduk di sampingku.
“Mama kenal dia?” tanyaku.
“Ini yang tadi malam Mama kenalin sama kakakmu!”
“Apa?” Aku kaget mendengar penjelasan Mama.
Sumpah demi apa Nana yang dikenalkan dengan Kak Darren? Bukankah mereka sudah saling mengenal?
“Kalian udah saling kenal, ya?” tanya Mama yang pintar membaca situasi.
“Iya Tante, Kimmy sahabat aku.” Gadis yang biasanya cerewet itu tiba-tiba berubah menjadi sosok Tuan Putri yang anggun. Ah, dasar Nana, rupanya dia sedang mengambil hatinya Mama.
“Emang lo udah putus dari Randy?” tanyaku yang seketika mendapat pelototan dari Nana.
Kenapa dia? Apa dia benar-benar mau menjalin hubungan dengan Kak Darren? Apa dia berencana menjadi kakak iparku?
🌹🌹🌹
__ADS_1
...Wah wah, Kimminah sama Markonah mau jadi saudara nih, kira-kira abang Darren makin pusing atau malah bahagia ya?...
Yuk, Like dan komennya, jangan lupa vote nya juga.😘😘