Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 93


__ADS_3

Arsen sudah dipindahkan ke ruang perawatan saat ini. Pemulihannya mungkin memerlukan waktu lebih lama di rumah sakit, tapi aku tetap bersyukur Arsen bisa sadar dan tidak mengalami amnesia seperti di drama-drama biasanya.


"Makasih ya kamu udah bangun, Dad. Aku takut bayangin kamu kenapa-napa," ucapku saat Arsen baru saja dipindahkan.


"Aku nggak akan ninggalin kamu dalam keadaan gini. Apalagi aku masih ingin menemani dia lahir." Tangan Arsen mengusap dengan gerakan yang masih lemah di perutku yang masih rata.


"Dia pasti akan lahir ditemani daddynya. Xavier sedang perjalanan ke sini sama Mama. Dia pasti seneng ketemu kamu," kataku.


"Papa senang akhirnya kamu bisa sadar dan kembali kumpul sama kita semua."


"Makasih, Pa. Karena Papa udah jaga anak dan istriku selama aku sakit."


Aku memilih duduk dan memijat kaki Arsen, karena di menggeluh bahwa kakinya tidak bisa digunakan untuk berjalan. Jadi, aku berinisiatif untuk memijatnya.


Tidak lama, Xavier datang bersama Mama dan Mama Nisa, yang diantarkan oleh Papa Raffi. Aku langsung berdiri menghampiri Xavier. Beberapa jam aku meninggalkannya, aku tidak tahann untuk menggendong bayi jabrikku yang menggmaskan.


"Xavier lihat siapa itu?" tanyaku menunjuk ke arah Arsen yang sedang diajak ngobrol Papa Raffi.


Xavier tertawa sambil mengayun-ayunkan tangannya. Aku pun mendekatkan Xavier pada Arsen yang masih terbaring.


"Xavier, anak Daddy nggak nakal, 'kan?" tanya Arsen.


Aku meletakkan Xavier untuk duduk menghadap Arsen, dan Arsen terlihat bahagia karenanya.

__ADS_1


"Xavier mau punya adik ya, biar ada temen main." Arsen mengusap-usap pipi Xavier, sedangkan Xavier meraih tangan Arsen dan hampir memasukkannya ke mulut.


"No, no, no!" Aku menarik tangan Xavier agar melepaskan jari telunjuk daddynya yang akan dimasukkan ke mulut.


"Kalian benar-benar kajr tayang ya, Darren aja masih belum, kalian udah mau nambah," kata Papa.


"Biar semakin ramai keluarga kita Dy, adiknya Arsen juga lagi hamil bentar lagi kalau kumpul-kumpul rumah jadi penuh," sahut Papa Raffi.


Nanti kalau yang kedua ini cowok, aku tambahin lagi, Pa," kata Arsen yang sudah mulai bisa bercanda lagi.


Kalau kamu sembuh, berapa kali pun aku hamil, aku pasti akan bersedia. Melahirkan anak-anakmu adalah bukti aku sangat mencintaimu.


"Makanya cepat sembuh, biar bisa kerja keras lagi."


"Kalian ini ngomongin apa sih? Arsen aja baru siuman dari koma, mas iya udah bahas-bahas begituan," omel Mama sambil geleng-geleng kepala.


*


*


*


Selama di ruang perawatan Papa, Papa Raffi, Dion, dan Kak Darren bergantian menjaga Arsen saat malam. Akhirnya, hari ini Arsen sudah diizinkan pulang, setelah melewati serangkaian tes kesehatan,

__ADS_1


Kak Darren mendorong kursi roda Arsen, sementara aku menggendong Xavier.


"Welcome home, Dad." Aku menggerak-gerakkan tangan Xavier dengan gemas.


"Daddy mandi dulu ya, udah nggak sabar pengen cium-cium bayi cabe," kata Arsen yang membuat orag-orang ikut tertawa.


"Bayi cabe ganteng loh Xavier, ya kan? Mommy mandiin Daddy dulu ya." Aku menyerahkan Xavier untuk digendong Mama. Setelah itu aku mendorong kursi roda Arsen yang dibantu dengan tangannya.


Sekarang, kami sudah berada di kamar mandi. Meski belum bisa berjalan normal, tapi aku bersyukur Arsen tidak mengalami kelumpuhan, sehingga dengan terapi dan lahtihan, Arsen bisa sembuh total.


Aku melepaskan kaos Arsen untuk memulai ritual mandi. Ia terus memperhatikan semua gerak-gerakku. Aku tetap melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya. Lalu, aku mulai memandikannya.


"Sayang, kamu pasti sangat kesulitan ya saat aku koma. Maafin aku ya," ucapnya yang menarik tanganku saat aku mengusap rambutnya yang basah.


"Yang penting saat ini kamu udah sadar dan bisa kembali sama aku, aku udah sangat bersyukur," ucapku sambil berjongkok, berdiri dengan lutut untuk mengimbangi tingginya. "Aku kangen kamu."


Arsen tidak menjawab, ia justru mencium bibirku, membuatku merasakan kesegaran dari pasta gigi di mulutnya.


♥️♥️♥️


Dah lah, ntar kebablasan, Bang Arsen kan masih sakit. Lolipopnya juga butuh istirahat kan?


Mau lanjut apa ditamatin nih? Udah ratusan bab takut kalian bosen sampek gumoh. Kalau lanjut, banyakin komennya, kembang kopi sama vote nya juga.😘😘

__ADS_1


__ADS_2