
Hari yang dinanti akhirnya tiba. Malam ini, di hotel salah satu hotel termewah di negara ini, akan menjadi malam bersejarah bagi pengantin baru yang duduk di pelaminan itu.
Aku, Arsen, Mama dan Papa akhirnya hadir di acara pernikahan spektakuler ini. Di hotel mewah milik keluarga mempelai pria ini, acara demi acara telah berlangsung meriah.
Papa dan Arsen sedang menemui relasi bisnis mereka, meninggalkan aku dan Mama berdua di meja kami. Tiba-tiba Pak Raffi, ayah dari Arsen sekaligus ayah pengantin perempuan itu menghampiri kami dan duduk di kursi kosong di meja kami.
“Sabrina. Lama tidak bertemu,” sapa laki-laki yang tidak lagi muda itu.
“Eh, Raffi. Aku baik. Selamat ya untuk pernikahan putrimu,” kata Mama sambil tersenyum pada Pak Raffi.
“Terima kasih Sabrina, putrimu cantik sekali ya. Kita pernah bertemu kan?” kata Pak Raffi yang kubalas dengan anggukan dan juga senyuman.
“Iya, dua minggu lagi juga kami akan mengadakan pesta pernikahan untuknya,” kata Mama.
“Oh ya, dengan siapa? Pengusaha juga?” tanya Pak Raffi.
“Ya, pengusaha baru, tapi lagi naik daun sekarang. Namanya Raffandra Arsenio, kamu kenal nggak, Fi?”
“Oh, iya aku tahu, dia yang membantu perusahaan Erick di Jepang, kan?”
“Iya benar.”
“Sayang, maaf ya lama.” Arsen duduk di tempatnya semula, berhadapan dengan Pak Raffi. Saat Arsen menyadari siapa laki-laki di hadapannya, seketika ekspresi wajahnya berubah.
“Kamu yang ketemu di pestanya David beberapa tahun lalu, kan?” tanya Pak Raffi sambil mengulurkan tangan pada Arsen.
“Oh, iya Pak Raffi.” Arsen menerima tangan Pak Raffi dan mereka pun berjabat tangan.
__ADS_1
“Ini, menantuku. Putranya mendiang Aliya,” kata Mama yang semakin membuat wajah Arsen menjadi pucat.
Aku berusaha mengusap paha Arsen sambil tersenyum padanya.
“Mendiang Aliya? Apa Aliya sudah meninggal?” tanya Pak Raffi yang tiba-tiba terlihat sedih.
“Iya, setelah melahirkan Arsen. Kamu tidak pernah dengar kabarnya?”
“Setelah menceraikannya, aku terus berusaha mencarinya, tapi saat aku tahu dia menikah lagi dan hamil dengan suami barunya, aku sudah menutup kisahku dengannya. Tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau dia malah meninggal dunia.”
“Kamu tahu dari mana kalau Aliya menikah lagi?” tanya Mama yang terlihat sangat kesal.
“Dari papaku, yang membawa bukti surat pernikahan Aliya, dan Aliya juga mengakui itu.”
“Kimmy, ayo kita pulang dulu!” kata Arsen yang sudah meraih tanganku.
“Nanti kita bicara di rumah aja, Ma,” jawab Arsen.
Aku meraih tasku dan bangun dari kursi.
“Kenapa buru-buru? Apa kamu marah karena kami membahas mendiang ibu kamu?” tanya Pak Raffi.
“Kamu harus tahu, Aliya tidak pernah menikah lagi, Fi.”
“Ma.” Aku mencegah Mama untuk membongkar kebenaran tentang Arsen, karena aku tahu Arsen belum tentu siap menerimanya.
Arsen langsung menarik tanganku, dan kami meninggalkan hotel mewah ini. Saat di pintu keluar, kami bertemu Pak Kaisar yang menyapaku, tapi Arsen tidak peduli dan terus membawaku pergi dari pesta ini.
__ADS_1
Saat sudah keluar dari pesta, Pak Kaisar berhasil menghentikan langkah kami.
“Jangan kasar sama cewek!” teriaknya pada Arsen.
Mungkin karena Arsen menarik tanganku, sehingga Pak Kaisar berpikir bahwa Arsen telah kasar denganku.
“Jangan ikut campur urusan rumah tangga orang, dan jangan pernah mendekati Kimmora lagi.” Arsen berdiri berhadapan dengan Pak Kaisar, kedua pasang mata itu saling bertemu dan mulai mengobarkan api permusuhan.
“Aku tidak ikut campur, tapi aku tidak suka ada wanita yang diperlakukan dengan kasar, apalagi kalau wanita itu orang yang aku cintai.”
“Kalau kamu tidak tahu apa-apa lebih baik diam. Apa kamu tidak laku sampai menggoda istri orang?” ejek Arsen yang kemudian mendapat pukulan dari Pak Kaisar.
“Dasar breng sek!” Arsen balas meninju wajah Pak Kaisar, sampai tubuh Pak Kaisar terhuyung dan membentur dinding.
“Stop!” teriakku sebelum mereka babak belur.
Pak Kaisar malah semakin menjadi, sekali lagi ia berusaha memukul Arsen, tapi Arsen dengan sigap menangkisnya. Kemudian Arsen balas memukul Pak Kaisar lagi, dan lagi.
🌹🌹🌹
...Oppa, jangan berantem, untung aja udah keluar dari tempat pesta. Kalau di dalam kan bisa buyar itu tamunya....
Nah aku sudah kabulkan permintaan kalian, udah aku pertemukan lagi kan? Jangan lupa hadiah buat aku 🤣🤣🤣 Aku sampai lembur nih malam-malam 😂😂😂.
Ritualnya jangan lupa.
Sampai ketemu lagi 😘😘
__ADS_1