
Aku akhirnya menuruti keinginan Mama untuk menemani Mama selama satu minggu ini atas permintaan Arsen juga.
Hari ini, Arsen mengantarku ke rumah peninggalan orang tua Mama dan Tante Sabila. Kata Mama, semenjak Mama ke luar negeri, Tante Sabila setiap hari datang ke rumah ini untuk menjenguk asisten rumah tangga dan tukang kebun yang menjaga rumah ini.
Rumah keluarga Mama cukup mewah, artinya keluarga Mama juga bukan orang yang sembarangan. Orang tua Mama memiliki usaha kafe dan restoran yang cabangnya ada di beberapa kota besar, dan kini dikelola oleh Tante Sabila dan suaminya. Salah satunya adalah kafe tempat Arsen dulu bekerja.
“Mama nggak nyangka sekarang mama sudah punya menantu,” ucap Mama saat Arsen akan pamit setelah mengantarku.
“Iya, Ma. Titip Kimmy, ya.” Arsen pun berpamitan padaku dan Mama.
Setelah kepergian Arsen, Mama mengantarku ke kamar di lantai bawah. Aku sendiri merasa kikuk, bingung harus mengatakan apa sama Mama, karena bagaimanapun juga aku dan Mama tidak pernah mengobrol layaknya ibu dan anak.
“Kimmora, kamu sudah sarapan?” tanya Mama yang kini duduk di ranjang menemaniku membuka koper.
“Udah, tadi di rumah Papa,” jawabku singkat.
“Kamu cantik seperti maa waktu masih muda.” Mama mengusap-usap kepalaku. Sementara itu aku hanya diam dan tersenyum simpul.
“Kenapa Mama dulu meninggalkanku dan Kak Darren?” tanyaku.
Mama menundukkan kepalanya, lagi-lagi Mama menangis. Apa Mama benar-benar menyesal sekarang? Rasanya aku ingin memeluk Mama, tapi tidak untuk saat ini.
__ADS_1
“Mama dulu memang egois Kimmora, Mama terlalu mencintai diri mama sendiri. Mama lupa dengan takdir mama yang sudah menjadi ibu dua orang anak. Waktu menikah dengan papamu, Mama masih mendapat banyak tawaran model dan iklan, bahkan setelah melahirkan Darren.” Mama semakin menundukkan kepala, aku yakin wajah Mama sangat basah kali ini.
“Tapi setelah melahirkan aku, Mama kehilangan dunia Mama, iya ‘kan?” sahutku yang membuat Mama mengangkat kepalanya.
“Maafkan mama Kimmora, maafkan mama. Kamu memang berhak membenci mama." Mama mengusap air matanya, entah berapa banyak tisu yang dihabiskan Mama untuk menghapus air matanya itu.
“Lalu, apa yang membuat Mama ingat denganku dan mencariku?” tanyaku yang begitu penasaran.
“Tante Sabila sudah menyadarkan mama, bahwa mama sudah semakin tua dan mama telah melewatkan banyak waktu tanpa kalian. Kali ini mama hanya ingin menghabiskan sisa waktu mama bersama kalian, itu saja Kimmora," jawab Mama.
Mungkin, kali ini aku harus mengalah dengan egoku sendiri, karena aku juga sangat merindukan kasih sayang seorang ibu, dan sekarang Tuhan telah mengirimkan Mama kembali. Aku akan berusaha melupakan sakit hati dan kecewa ku pada Mama.
Arsen pernah bilang, bahwa apapun yang terjadi, apapun kesalahan Mama, dia tetaplah ibu yang telah melahirkanku, karena Mama aku bisa bertemu Arsen di dunia ini.
Aku dan Mama akhirnya saling memaafkan dan melupakan masa lalu. Kami mulai mengakrabkan diri, dan rupanya itu bukanlah hal sulit karena kami memiliki banyak persamaan. Mama bilang, aku cerminan masa muda Mama.
"Mama dulu ketemu Papa di mana?" tanyaku. Saat ini kami sedang mengoleskan kutek di kuku masing-masing.
"Mama ketemu papamu di acara pembukaan salah satu cabang perusahaannya. Mama jadi pemandu acara waktu itu," jawab Mama yang pandangannya seakan menerawang ke masa lalu.
"Terus, Mama suka sama Papa karena apa?"
__ADS_1
"Emm, Papamu orang yang keren waktu itu, masih muda sudah sukses, banyak model yang tertarik, dan ternyata papa kamu sukanya sama mama." Mama memandangku, lalu tersenyum.
"Berarti, yang suka duluan itu Papa, ya? Sama kayak Arsen dong." Wajahku terasa panas saat mengingat betapa Arsen sangat mencintaiku.
"Arsen suka sama kamu duluan?" Pandangan mata Mama seakan menggodaku, membuatku semakin tersenyum.
"Kata Arsen sih gitu Ma, dia suka sama aku sejak kecil," jawabku.
"Dia Arsen anaknya Pak Aji bukan?" tanya Mama dengan wajah serius.
"Iya, Mama tau Arsen?"
"Tau bangetlah, mamanya Arsen kan sahabat mama. Asal kamu tahu, yang kenalin Pak Aji ke papa itu mama."
"Mamanya Arsen?"
🌹🌹🌹
...Nah loh, ternyata mamanya Kikim temenan sama mamanya Bang Arsen. Oh, pantesan....
Yuk, Jangan lupa Ritual Jejaknya seperti biasa. Udah capek aku mengomel 😂😂
__ADS_1
Oh ya, mulai hari ini aku up 1 bab aja ya. Biar kalian nggak terlalu bosan sama Kimmy 😂😂😂
Sampai ketemu lagi 👋👋👋