Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 58


__ADS_3

Libur. Awalnya aku pikir akan menjadi hari paling menyenangkan, apalagi sedang hamil begini. Pasti menyenangkan jika kita bisa menghabiskan waktu seharian di tempat tidur. Berguling-guling di kasur, sambil menonton acara televisi.


Arsen yang sedari pagi muntah-muntah membuatku tidak tega dan harus merawatnya. Kalau sudah muntah-muntah Arsen pasti akan memelukku terus, katanya rasa mualnya akan berkurang saat memelukku.


"Tumben banget kamu mual lagi, kayaknya kemarin-kemarin udah nggak mual." Aku mengoleskan minyak angin di perut Arsen. Enam kotak menggemaskan itu masih terbentuk sempurna di sana.


"Nggak tau, tadinya aku mau olahraga di sekitar rumah, tapi mendadak mual lagi" keluhnya yang kemudian menarikku ke dalam pelukannya.


"Sebenarnya apa ya yang bikin mual?" tanyaku heran. Arsen memang tidak setiap hari merasakan mual, berbeda denganku yang akan mual saat mencium aroma wangi yang menyengat seperti durian, atau bahkan minyak wangi.


"Apa mungkin karena tadi malam aku nggak nengokin dia ya?" Arsen mengusap perutku.


Jadi, dia berpikir kalau mualnya dia karena tadi malam kami tidak melakukan ritual suami istri? Memang hubungannya apa?


"Makanya kalau diajakin enak-enak jangan alesan terus." Satu kecupan mendarat di bibirnya. 


"Pinggangku beneran capek, Sayang."


"Ya udah rasain aja muntah-muntah tiap pagi."


Tiba-tiba ponsel Arsen berdering, karena posisiku lebih dekat dengan meja, maka aku yang meraih ponselnya. Sedikit mengintip nama penelepon, takutnya wanita yang menelepon Arsen.


"Papa Raffi." Aku mengulurkan ponsel itu pada Arsen.


"Ada apa ya." Arsen kemudian mengangkat tubuhnya ke posisi duduk bersandar di headboard.


"Halo, Pa," kata Arsen setelah mendekatkan ponsel itu ke telinganya.


"Em, nanti aku ke sana ya. Papa tenang aja. Iya Pa. Iya."

__ADS_1


Tak lama, Arsen menyerahkan ponselnya padaku.


"Ada apa?"


"Papa lagi butuh bantuan, dan aku harus ke sana, kamu di rumah sama Oma atau mau ikut aja?"


"Em ikut aja deh daripada kamu mual-mual nantinya."


Lalu, aku dan Arsen segera bersiap untuk mengunjungi rumah Papa Raffi.


Bisnis Papa Raffi memang sedang mengalami masalah, dan itu juga yang membuat Kakek marah terkena serangan jantung.


Aku dan Arsen akhirnya sampai di rumah Papa Raffi. Sudah ada Papa Raffi, Om Doni, dan juga Dion di sana. Lalu, aku dan Arsen duduk berdampingan di ruang keluarga.


"Ada apa, Pa?" tanya Arsen setelah kami duduk.


"Kamu tau kan keadaan bisnis kita sedang tidak bagus, kalau dalam tiga bulan kita tidak bisa mengembalikan kondisi keuangan, mungkin bisnis keluarga ini akan gulung tikar," kata Papa Raffi.


"Benar Arsen, jangan sampai apa yang dialami Kakek menimpa kita juga," kata Om Doni, Papa Dion.


Kenapa semua orang seakan menyudutkan Arsen? Apa mereka benar-benar menganggap Arsen keluarga mereka? Atau mereka hanya memanfaatkan Arsen saja?


"Kimmora, kamu sudah makan?" Mama Nisa menyentuh pundakku, membuatku menoleh padanya yang sedang berdiri di belakangku.


"Udah Ma," jawabku.


"Kita ke dapur yuk, ada Yumna juga," ajak Mama Nisa.


Aku melepaskan genggaman tangan Arsen dan mengikuti Mama Nisa ke dapur.

__ADS_1


"Kimmora, apa kabar?" tanya Yumna sambil mengulurkan tangannya.


"Baik, kamu apa kabar?" tanyaku pada mantan pacar Arsen itu.


"Baik juga, udah berapa bulan?"


"Sepuluh minggu."


"Kalian menikah sudah cukup lama ya?" Yumna memakan buah apel yang sudah dikupas.


"Sebenarnya kamu mau bahas apa? Bahas masa lalu?" Aku balik bertanya pada Yumna.


"Ini mama bikin jus, bagus buat kamu, Sayang." Mama Nisa menyerahkan segelas jus yang dari aromanya seperti jus alpukat.


"Kim, apa menurutmu Arsen mau membantu masalah bisnis keluarga Mahendra?" tanya Yumna.


Mam juga sepertinya menanti jawabanku.


"Aku nggak tau, tapi aku tau Arsen orang baik dan dia nggak mungkin setega itu, kalau dia bisa membantu."'


♥️♥️♥️


Tadinya mau buat mereka berantem, eh baru ingat kalau dua duanya hamil 🤣🤣🤣


Yaudahlah begitu aja, sambil ngejus sambil ghibah.


Selamat sore gaess


Mana suaranya yang masih baca?

__ADS_1


Coba cek ada berapa?


__ADS_2