
Laki-laki bernama Lee itu menoleh, dan yang paling mengejutkan, ternyata dia orang yang sangat tidak kuduga.
Dia? Ngapain dia di sini? Kenapa dia jadi Presdir Lee?
Si Cowok Mesum itu juga terlihat kaget.
“Presdir Lee. Perkenalkan, dia putri dari Erick Ardiansyah. Pemilik Ardy Grup. Bagaimana, cantik bukan?” ucap om David mengenalkan kami berdua.
Aku menaikkan satu sudut bibir dengan pose sedikit mengejeknya.
“Kenneth Lee!” Dia mengulurkan tangan seolah tak mengenalku.
Oke, aku akan ikuti permainanmu Presdir Kenneth Lee.
“Kimmora!” jawabku sembari menjabat tangan Kenneth.
Tak berapa lama, alunan musik terdengar begitu merdu memecah suasana. Beberapa orang sudah naik ke lantai dansa dan menunjukkan skil mereka.
Secepat kilat, tiba-tiba Kenneth menarikku. “Kalau begitu nggak masalah jika aku mengajaknya berdansa, kan?” tanya Kenneth pada Om David.
“Tentu tidak, silakan silakan!” Om David malah mengizinkan.
Sial, aku harap Arsen tidak akan melihatku berdansa dengan Kenneth.
“Apa-apaan sih kamu!” Aku menggeliat mencoba melepaskan diri.
“Jadi anak baik, oke!” ucapnya sambil membawaku ke lantai dansa. Ia mengajakku berdansa mengikuti alunan indah dengan gerakan dansa yang ringan.
“Aku harap kamu bisa jaga mulut saat di kampus!” ucapnya lirih tepat di telingaku.
“Kalau aku nggak mau? Lagi pula aku juga nggak dapat keuntungan.” Aku akan memanfaatkan laki-laki me*sum ini dengan baik.
Aku yakin dia ada maksud tersembunyi sampai tidak ingin ada yang tahu bahwa dia seorang presdir. Jangan-jangan dia menyukai dosen gila itu.
“Apa penawaranmu?” tanya Kenneth.
Good job Kimmora! Kenneth berhasil masuk perangkap. Aku akan mengerjainya habis-habisan di kampus.
__ADS_1
“Untuk tawarannya, aku pikirin dulu!” jawabku setuju.
Saat mendapat kesempatan, aku sengaja mendaratkan heels yang aku pakai tepat di kakinya.
“Ups, maaf nggak sengaja. Lagian aku nggak bisa dansa!” Dalam hati aku tertawa puas sudah mengerjai laki-laki me*sum seperti Kenneth.
Kenneth belum sempat merespon atau membalas perbuatanku. Tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan mendorong Kenneth.
“Dia, istriku!” ucap orang itu yang ternyata adalah Arsen, kemudian Arsen membawaku pergi menjauhi Kenneth.
Arsen mengambil selembar kain di saku jasnya, kemudian mengusap tanganku.
“Kenapa, Sayang?” tanyaku heran, tanganku tidak kotor sedikitpun, kenapa Arsen mengusapnya.
“Aku nggak mau kamu disentuh dia,” kata Arsen yang melirik ke arah Kenneth dengan tatapan mengejek.
Aku jadi sadar, maksud Arsen mengusap tanganku adalah menghilangkan bekas tangan Kenneth yang tadi memegangku.
Arsen lalu menarik tubuhku untuk berdansa dengannya.
Apakah mereka akan bermusuhan?
Aku mengikuti gerakan dansa Arsen dengan sangat baik. Aku sebenarnya khawatir dia akan marah karena salah paham, tapi kalau aku tidak menjelaskan sekarang, bisa saja dia akan semakin marah.
“Oppa, tadi aku dikenalin sama Om David. Aku nggak tahu kalau dia ada di sini juga.” Aku mencoba menjelaskan pelan-pelan pada Arsen.
“Tapi kamu nggak diapa-apain kan sama dia?” Arsen menatapku khawatir.
Aku tahu dia sedang cemburu saat ini, sehingga aku berusaha menjelaskn padanya sejujur mungkin.
“Nggaklah, aku juga baru datang kok,” jawabku apa adanya. “Kamu nggak marah, kan?” tanyaku takut-takut.
“Aku percaya sama kamu, Sayang.” Arsen menempelkan dahinya pada dahiku.
“Makasih, Oppa Sayang.”
Syukurlah kalau Arsen tidak mencurigaiku, karena memang antara aku dan Kenneth memang tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
***
Usai berdansa, aku dan Arsen menikmati hidangan yang telah disediakan. Pada akhirnya aku memberitahu Om David bahwa aku sudah menikah dengan Arsen, dan itu membuat Om David terkejut.
Setelah kepergian Om David, aku melihat Dion juga ada di pesta ini. Kemudian ia berjalan mendekatiku dan Arsen yang tengah menikmati minuman.
“Arsen, Kimmora. Kalian di sini juga?” tanya Dion
“Iya, wakilin papa Kimmy, lo di sini juga?” tanya Arsen pada sahabatnya itu.
“Iya, sama om gue,” jawab Dion.
“Om?” Arsen terlihat berusaha menetralkan ekspresinya.
“Iya, itu dia, yang jalan ke sini!” Dion menunjuk laki-laki seumuran Papa yang masih terlihat tampan itu. Apa dia papanya Arsen?
“Om cari dari tadi taunya kamu di sini.” Laki-laki itu berdiri di samping Dion.
“Sory Om. Oh ya, kenalin ini sohib Dion, namanya Arsen, kalau ini Kimmora.” Dion memperkenalkan aku dan Arsen pada laki-laki itu.
Arsen akhirnya bertemu langsung dengan ayah kandungnya, secara kebetulan di pesta ini.
“Halo Arsen, Kimmora,” sapa laki-laki itu. “Rafi.” Ia mengulurkan tangan pada Arsen.
“Arsen.” Arsen menerima uluran tanga dari ayah kandungnya itu dengan ekspresi biasa saja.
“Kimmora, putrinya Erick Ardiansyah.” Aku pun ikut berjabat tangan dengan ayah kandung Arsen, mertuaku.
Wajah laki-laki bernama Rafi itu tiba-tiba berubah menjadi datar setelah aku memperkenalkan diri.
🌹🌹🌹
...Nah loh, kira-kira kenal nggak ya, sama papanya Kimmy?...
Yuk tinggalkan like dan komentarnya. Udah hari senin aja ya gengs, udah dapat vote kan? Sini bagi ke aku.
Sampai ketemu lagi. 😘😘😘
__ADS_1