
Melihat bahan makanan di dapur sudah menipis, dan banyak yang habis, aku mengajak Arsen untuk pergi berbelanja. Sebenarnya, kami baru saja berdebat. Arsen ingin berbelanja di pasar esok hari, sedangkan aku tak ingin pergi ke tempat kotor seperti pasar tradisional yang dimaksud Arsen.
Akhirnya, Arsen mengalah dan menuruti keinginanku untuk berbelanja di supermarket, sekalian aku ingin membeli beberapa camilan dan beberapa keperluan lainnya.
Dalam perjalanan ke supermarket, aku merasa begitu lapar saat melihat deretan pedagang kaki lima yang menawarkan banyak macam makanan. Aku hanya menatap bengong dari jendela, liurku hampir menetes saat membayangkan seenak apa makan di pinggir jalan seperti itu.
“Mau mampir dulu?” tanya Arsen yang kini memperlambat laju mobil.
“Nggak deh, takut nggak steril,” tolakku. Sebenarnya aku sangat ingin makan, tapi daripada aku sakit perut lebih baik aku makan di kafe saja.
Aku masih menatap ke jendela saat tiba-tiba mobil berhenti. Aku menoleh pada Arsen yang kemudian mematikan mesin mobil.
“Kenapa berhenti?” tanyaku tak mengerti.
“Aku lapar, kita makan di sini dulu ya, makan di pinggir jalan itu romantis loh.” Arsen melepaskan sabuk pengamannya lalu turun dari mobil.
Aku masih terpaku saat Arsen berjalan memutari mobil untuk membuka pintu di sampingku.
“Ayo turun!” ajaknya.
Aku masih menatapnya bingung, makan di tempat seperti ini? Yang benar saja? Kalau nanti sakit bagaimana?
Arsen melepaskan sabuk pengaman yang masih terpasang di tubuhku, lalu ia menarik tanganku dan memaksaku turun dari mobil.
“Mau makan apa?” tanyanya yang kini menggenggam tanganku.
“Ayam lalapan,” jawabku setelah membaca menu di spanduk yang juga menjadi penutup warung dadakan itu.
__ADS_1
“Oke, kamu tunggu sebentar.” Arsen memintaku duduk di tikar yang mereka gelar di emperan toko.
Dengan setengah hati aku duduk di lesehan yang dilengkapi dengan meja kecil itu. Apa mereka akan membersihkan tikar ini setiap hari?
Tak lama Arsen kembali, ia lalu duduk di hadapanku. “Kamu harus coba, makan di tempat begini, kamu pasti belum pernah, kan?” tanyanya.
“Ya belum pernahlah! Kamu suka makan di tempat begini?” tanyaku.
Warung lesehan ini masih sepi, tapi setelah pelayan mengantarkan minuman untukku dan Arsen, para pengunjung mulai berdatangan.
"Sering, tapi nggak di sini," jawabnya.⁰
Cukup lama menunggu akhirnya makanan kami datang. Ayam goreng yang ditata sedemikian rupa di atas cobek yang penuh dengan sambal juga sayur mentah itu sungguh menggugah selera makanku. Apalagi nasinya yang benar-benar masih panas, terlihat mengepulkan asap. Sempurna sekali sepertinya.
Tanpa berpikir lagi, aku segera mencuci tangan di mangkuk yang telah disediakan. Lalu tanganku segera mengoyak daging ayam yang menggoda itu, kemudian mencocol ke sambal dan memindahkannya ke atas nasi yang masih panas.
Aku tidak menyesal makan di pinggir jalan, karena apa yang dikatakan Arsen memang benar. Makan di pinggir jalan itu mempunyai kesan romantis tersendiri.
Setelah selesai makan, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju supermarket.
***
“Kayaknya udah semua deh, kamu mau beli apa lagi?” tanya Arsen.
“Aku pengen beli camilan, kita ke tempat jajan yuk!” ajakku yang kemudian dijawab anggukan oleh Arsen.
Arsen mendorong troli sementara aku berjalan cepat menuju rak makanan ringan.
__ADS_1
Aku menemukan apa yang aku inginkan.
“Aku mau ini.” Aku menunjukkan dua buah coklat berbentuk seperti telur yang isinya juga ada mainannya.
“Kamu kayak anak kecil deh,” komentar Arsen dengan wajahnya yang terlihat heran.
Apa yang salah dengan makanan ini? Toh memang ini isinya coklat yang enak.
“Emang aku masih kecil, 'kan belum sembilan belas tahun. Lagian ini enak tau.” Aku meletakkan dua jajan itu ke atas troli, lalu mengambil beberapa makanan ringan.
Arsen hanya menggelengkan kepalanya.
“Habis deh uang gajianku,” gumamnya yang masih bisa kudengar jelas.
Kami kemudian berjalan menuju kasir, tetapi aku melihat sesuatu yang menarik dan langsung aku tunjukkan pada Arsen.
“Lihat deh! Ini rasa anggur, apa kita perlu coba?” bisikku.
“Boleh, tapi aku mau coba yang ini.” Arsen mengambil satu kotak pengaman yang bertuliskan ‘Ultra Thin’.
🌹🌹🌹
...Yang rasa anggur bisa dimakan nggak Kim?...
Aku udah up 2 bab ya, awas kalau nggak ninggalin jejak 🤭🤭🤭
Like, Komen, Hadiah dan Vote.
__ADS_1
Sampai ketemu lagi 👋👋👋