Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 73


__ADS_3

Arsen menyeruput kopinya yang mungkin mulai dingin. Ia tampak termenung, memikirkan satu pertanyaanku tadi


Sementara itu, aku mengalihkan pandanganku pada danau yang tenang di hadapanku. Sama tenangnya dengan perasaanku saat bersama Arsen.


Tiba-tiba Arsen memelukku dari belakang, menyibak setengah rambutku ke samping kiri. Lalu ia menyandarkan kepalanya di bahuku. Tangannya  semakin melingkar erat di perutku. Aku bisa merasakan hangat dada Arsen yang menempel di punggungku.


“Aku nggak tau alasan pastinya kenapa papa memilih aku, tapi yang jelas dari aku kecil sampai sebesar ini, Tuan Ardy sangat berjasa dalam hidupku.” Arsen menggoyangkan pelan tubuh kami. Seakan tubuh kami bergerak karena tiupan angin yang menerpa kami..


“Tapi, kamu beneran anak Pak Aji bukan sih? Kalau Bi Sri bukan ibu kamu, lalu ibu kandung kamu siapa?” Aku memutar sedikit kepalaku untuk melihat wajah Arsen.


Arsen kemudian mencium pipiku, dan entah mengapa aku merasa malu dicium di tempat umum begini.


“Arsen malu, kita dilihat orang,” protesku berusaha melepas pelukannya.


“Kita sudah menikah kenapa harus malu, mereka yang masih pacaran aja nggak punya malu,” bisiknya tepat di telingaku.


“Mas, Mbak, kalau mau mesum jangan di sini!” kata bapak-bapak pengunjung yang baru duduk di samping kami.


Arsen menjauhkan kepalanya dariku, tapi tangannya masih melingkar sempurna di perutku.


“Dia istri saya, Pak,” jawab Arsen sambil menunjukkan cincin di tanganku.


“Semua anak muda yang saya temui juga pasti bilang begitu.” Bapak-bapak itu memandang remeh pada kami.

__ADS_1


Arsen kemudian berbisik padaku, “Apa kita harus selalu membawa buku nikah? Memangnya kalau masih muda nggak boleh nikah?”


“Bukannya kamu punya foto buku nikah kita? Tunjukin ajalah sama bapak itu,” jawabku sambil berbisik juga.


Arsen tersenyum, lalu meraih ponselnya di saku, ia membuka galeri foto untuk mencari foto buku nikah kami. Aku bisa melihat banyak sekali foto-fotoku dengan berbagai pose di ponsel Arsen.


“Ini, Pak. Kami sudah menikah, kalau buku aslinya ada di penginapan, apa perlu saya ambilkan?” tanya Arsen sambil menunjukkan layar ponselnya pada orang itu.


Kemudian, bapak itu berdiri dan meninggalkan kami sambil bergumam, “Anak muda jaman sekarang, buku nikah juga bisa diatur dengan HP.”


Aku dan Arsen hanya saling pandang, lalu wajah Arsen berubah kesal karenanya.


“Kita jalan yuk, keliling danau!” ajakku untuk menghilangkan kekesalan di wajah Arsen.


“Arsen, kamu belum jawab pertanyaanku loh,” tanyaku. Aku benar-benar penasaran dengan jati diri Arsen yang sebenarnya.


“Pertanyaan yang mana?” Arsen menghentikan langkahnya membuatku juga ikut berhenti.


“Apa bener kamu anak kandung Pak Aji? Jangan-jangan kamu itu anak teman bisnis Papa yang lagi nyamar jadi anak Pak Aji!” tebakku.


Jika dipikir-pikir, Arsen ini wajahnya sangat tidak mirip dengan Pak Aji.


“Kamu terlalu berimajinasi, Kimmy Sayang! Udahlah terima kenyataan kalau kamu menikahi anak sopir papa kamu sendiri.” Arsen mengacak rambutku gemas.

__ADS_1


“Arsen kamu ngerusak rambut aku!” sungutku kesal.


“Kamu gemesin soalnya.” Arsen ganti mencubit kedua pipiku dengan kedua tangannya.


Aku dan Arsen kembali berjalan menikmati keindahan danau. Aku meminta Arsen untuk berjalan menuju jembatan yang menghubungkan bagian barat dan utara danau.


Kami menyempatkan diri untuk berfoto di danau indah ini, di atas jembatan yang juga dihiasi dedaunan yang merambat di pinggiran jembatan.


“Arsen, terus ibu kandung kamu kemana? Apa kamu juga mengalami hal yang sama denganku? Ditinggalkan ibu yang telah melahirkan kita?”


🌹🌹🌹


...Kalian berdua nasibnya kasihan banget sih. Noh kata Bang Arsen jangan terlalu berimajinasi, Bang Arsen cuma anak sopir 😅😅😅...


Ngarep tetep boleh kok gengss,, karena apapun bisa terjadi tergantung otak Othor yang baperan ini 😅😅😅


Nih aku udah kasih bab lagi, nggak tega aku sama kalian. Baik kan aku, baik banget lah 😅😅😅


Ritual Jejaknya jangan lupa Like + Komentar + Kembang/Kopi + Vote.


Thank you.


Sampai jumpa tahun depan 👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2