Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 8


__ADS_3

Semenjak Dion dan Yumna mengatakan soal Pak Zayn yang akan menikahi Dera, Arsen menjadi sosok pendiam yang hanya tersenyum saat aku ajak bicara. Apa dia sedang memikirkan adiknya itu?


“Oppa, kita jalan-jalan, yuk!” ajakku setelah kami mendapatkan gaun yang akan kupakai untuk acara pesta perusahaan.


“Ke mana, Sayang?" tanya Arsen yang kini kembali menggandeng tanganku.


"Ke mana aja, jalan-jalan naik motor gimana?"


"Berarti kita pulang dulu, terus jalan-jalan?"


Aku mengangguk sebagai tanda setuju. Lalu kami berjalan menuju tempat parkir mobil.


Sampai di rumah Papa, Arsen masih memarkirkan mobil ke garasi sedangkan aku langsung masuk ke dalam rumah untuk segera mandi.


Saat di dalam rumah, kulihat Oma sedang yoga bersama Mama di dekat kolam renang. Semenjak Mama dan Papa rujuk, Oma memilih tinggal di rumah Papa dan tidak kembali ke Singapura. Hubungan menantu dan mertua itu sekarang juga sudah sangat hangat. Memang benar kan waktu bisa memperbaiki segalanya.


“Baru pulang, Kim?” Kak Darren baru saja turun dari tangga, saat aku akan naik.


“Iya, Kak. Main ke mal dulu tadi,” jawabku. “Kakak mau ke mana?” tanyaku saat melihat Kak Darren yang sudah sangat rapi.


“Pacaran lah.” Kak Darren kemudian duduk di ruang keluarga kemudian memainkan ponselnya, sementara aku mematung di tangga.


“Pacaran terus, udah tua juga, nikah sana!” omelku padanya. Kak Darren dan Nana sudah pacaran cukup lama, usia Kak Darren yang sudah dua puluh delapan tahun juga sudah sangat matang untuk menikah.


Kak Darren menoleh padaku lalu berkata,”Iya sih, kakak juga pengennya gitu, tapi kan kamu tahu sendiri Nana belum mau nikah, padahal kakak juga pengen ngerasain yang enak-enak kayak Arsen.”


Pikiranku jadi ke mana-mana karena kata-kata Kak Darren. Kenapa mendadak jadi pengen banget gini ya.

__ADS_1


"Dasar OMES." Aku memalingkan pandangan dari Kak Darren, lalu berjalan menaiki tangga.


“Udah, langsung lamar aja, Kak. Kalau udah ngerasain enaknya, pasti ketagihan. Mubazir kan dulu kita sunat.” Kudengar suara Arsen yang datang dan menghampiri Kak Darren.


Setelah itu, aku tidak dapat lagi mendengar apa yang mereka bicarakan, karena aku langsung berjalan cepat ke kamarku.


***


Setelah aku selesai mandi, Arsen sudah berada di kamar sambil duduk di sofa dan menonton TV. Sedangkan aku sudah rapi dan tinggal mengeringkan rambut saja.


“Oppa, kamu nggak mandi?” tanyaku sambil berjalan ke arahnya, kemudian aku duduk di samping Arsen.


“Mandiin dong,” ucapnya dengan nada manja, kepalanya disandarkan di pundakku.


“Mandi sendiri lah, manja banget,” jawabku.


"Kamu manja banget sih, Sayang." Aku mengusap dengan sayang rambut Arsen dan membawanya ke dalam dadaku.


"Mumpung kita belum punya anak, nanti kalau kita punya anak nggak bisa sering-sering manja gini," kata Arsen yang kemudian menaikkan kaus dan bra yang kupakai dan langsung melahap apa yang ia sukai.


Anak, apa iya setelah punya anak nanti kami tidak akan semesrah ini? Kenapa rasanya aku deg degan saat membayangkan punya anak. Apa aku sudah siap memiliki anak. Sepertinya Arsen juga sudah memikirkan tentang anak, tapi kalau aku bilang mau lepas kontra-sepsi lagi pasti Arsen menolak.


Tok tok tok.


"Kim, Kikim."


"Bentar, Oppa. Kayaknya Oma yang manggil deh." Aku mendorong kepala Arsen yang menempel di dadaku.

__ADS_1


"Kenapa sih, Oma gangguin kita terus?" rengek Arsen, dengan ekspresi wajahnya yang menggemaskan.


"Kim, Kikim, Kimmy, Kimminah." Oma terus saja mengetuk pintu sambil memanggilku.


"Nggak tau, udah kamu mandi dulu ya, aku temuin Oma dulu, kita lihat apa maunya Oma!" Aku segera membenarkan kausku yang berantakan, lalu bangkit meninggalkan Arsen dan segera membuka pintu.


Ceklek.


"Lama banget sih Kim, ngapain aja?" tanya Oma yang sudah dengan ekspresi kesal.


"Lagi nyusuin bayi, bawel deh Oma," jawabku tak kalah kesal.


"Dasar mesum! Kakakmu kecelakaan."


"Apa? Kok bisa?"


🌹🌹🌹


...Ah kan Oma selalu gangguin....


Hai, lama aku gak cuap-cuap yah.


Gimana sehat kan?


Kasih aku kembang atau kopi dong 🤭🤭


Ah udah lah, yang penting like + komen + hadiah + vote

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 😘😘


__ADS_2