Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 40


__ADS_3

Setelah mendapat telepon dari Dera, aku dan Arsen bersiap menemui mereka di lobi resort. Aku benar-benar tidak menyangka, Dera benar-benar menyusul kami ke Bali.


"Sayang, jangan bahas soal kehamilan aku ya kalau di depan mereka nanti," pesanku pada Arsen saat kami bersiap menemui Dera dan Zayn.


"Kenapa sih Sayang? Takut mereka khawatir juga ke kamu?" tanya Arsen.


Aku memegang wajah Arsen dengan kedua tangan, lalu mengusapnya dengan lembut. "Bukan begitu, mereka kan baru menikah dan sedang honeymoon, nggak enak aja Sayang bahas kehamilan. Takutnya mereka kepikiran dan malah bikin kita nggak enak sama mereka."


"Em, iya deh. Perasaan Bumil lagi sensitif banget ya kayaknya," kata Arsen yang kemudian memelukku.


"Iya, biarin aja." Aku membalas pelukan Arsen yang menenangkan hatiku, dan sepertinya anak kami juga menyukai pelukan Daddynya.


"Tapi janji, jangan lari-larian di pantai, kamu nggak sendirian lagi Sayang." Arsen melepaskan pelukannya.


"Iya, calon Daddy yang posesif, aku tahu kok," jawabku lalu mencium pipi kiri dan kanannya.


Arsen tersenyum, kemudian ia kembali berjongkok dan menghadap perutku.


"Sayang, kamu baik-baik ya, nanti kita jalan-jalan biar kamu happy juga di dalam perut Mommy," kata Arsen yang berbicara dengan makhluk kecil yang kini menghuni rahimku.


"Udah yuk, nggak enak udah ditungguin mereka."

__ADS_1


Arsen mengangguk, lalu kami keluar kamar untuk menemui mereka.


Dari kejauhan aku melihat Dera yang tengah duduk bersama suaminya, tatapan mata Zayn pada Dera mengingatkanku pada tatapan mata Arsen yang kini menggandeng tanganku.


“Dera!” panggilku saat kami semakin dekat dengannya.


“Kimmora.” Dera berdiri dari kursinya dan memelukku.


“Hai, kalian jadi juga honeymoonnya?” tanyaku basa-basi saat Dera melepaskan pelukannya dari tubuhku.


“Iya, dadakan. Aku aja nggak tahu kalau mau ke sini,” jawab Dera antusias.


Aku tahu sih, suami Kimmora sangat sibuk, pasti mereka juga mencuri-curi waktu untuk bisa menikmati bulan madu seperti kami.


“Kamu nggak tau aslinya sih, udah yuk jalan!” Dera menarik tanganku.


“Pelan-pelan, Sayang,” kata Arsen yang mengikut di belakangku. Aku hanya mengangguk pada calon ayah yang sangat posesif itu.


“Tenang aja Kak, aku nggak apa-apain Kimmora kok. Kak Arsen terlalu sayang ya sama istrinya,” kata Dera yang membuatku tersipu.


Aku memang melarang Arsen untuk mengatakan pada mereka tentang kehamilanku, dan untungnya Arsen mau mengerti. Tidak enak kan kalau mengumumkan kehamilan pada suami istri yang baru memulai bulan madunya.

__ADS_1


Kami berempat menuju tepi pantai untuk menikmati matahari terbit. Sebagai sesama wanita, Dera sangat menyenangkan untuk diajak ngobrol, dan kami sangat cocok satu sama lain.


Kami juga sempat mengabadikan beberapa foto sambil menikmati matahari terbit di pantai ini.


"Kamu sama Kak Arsen harmonis terus ya Kim," kata Dera saat kami duduk berdua. Aku dan Dera duduk di posisi paling depan, sedangkan Arsen dan Zayn duduk di belakang kami.


"Nggak juga, aku tu masih kekanak-kanakan dan Kak Arsen sangat dewasa. Jadi, kelihatannya kami harmonis," jawabku.


Mereka tidak tahu saja, bagaimana awal pernikahanku dan Arsen yang terkadang membuatku menyesali perbuatanku yang menyakiti hatinya.


"Oh ya, Kak Arsen emang kelihatan dewasa sih. Tapi, dulu gimana cara kamu narik perhatian Kak Arsen, Kim?"


"Em, aku sama Kak Arsen nikah karena Papa, dia suami pilihan Papa sih, tapi dia berhasil membuat aku jatuh cinta sama dia." Aku menoleh sekilas pada Arsen yang juga memandangku lalu tersenyum.


Aku sangat sangat mencintainya saat ini, dan selamanya.


♥️♥️♥️


Ada yang nunggu nggak malam-malam gini?


Kalau mau tau apa yang diobrolin Bang Arsen sama Kak Zayn, mampir ke Istri Big Boss ya. Mereka juga ghibah sendiri kok 🤭🤭

__ADS_1


Ritualnya jangan lupa. Senin dapat vote baru kan 🤭🤭


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2