Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 101


__ADS_3

Kebahagiaan tidak hentinya hadir di tengah keluarga kami, setelah aku dinyatakan hamil lagi, kini giliran Nana yang hamil. Papa dan Mama sangat bahagia dengan bertambahnya anggota keluarga kami. Apalagi jarak kehamilanku dan Nana hanya beda tiga bulan saja, bisa dipastikan anak-anak kami akan seumuran. Papa dan Mama tidak akan rebutan cucu lagi.


Kemarin, Arsen juga sudah mulai bekerja, meskipun ada rasa khawatir, tapi aku bersyukur Arsen bisa bekerja tanpa ada keluhan.


Pagi ini, Mama Nisa menelepon. Mama ingin mengajakku dan Dera berbelanja keperluan bayi. Sudah lama aku tidak berbelanja, mungkin ini saat yang tepat untuk keluar rumah bersama Xavier.


"Apa Zayn ikut juga?" tanya Arsen yang sedang menemani Xavier, karena Mama hari ini pulang ke rumahnya bersama Papa.


"Nggak tau, emang kamu mau ikut, Dad?" Aku bertanya balik sambil merapikan lipstik yang baru saja aku oleskan bibir.


"Iya. Aku nggak tega kalau kamu pergi sama Xavier nggak ada yang jagain. Kayaknya emang kita butuh baby sitter deh," kata Arsen.


"Tapi Mama bilang nggak usah, aku juga bingung kan jadinya, takutnya Mama tersinggung kalau kita ambil baby sitter," balasku.


"Pada akhirnya, mama akan sibuk dengan anaknya Nana, baby twin kita juga pasti tetep butuh baby sitter."


"Ya udah nanti aku bilang Mama ya."


"Kalau Xavier lebih gede dikit aku bisa bawa dia kerja."


"Jangan! Udah biar di rumah sama aku, nanti kita carikan baby sitternya." Aku meninggalkan meja rias dan menghampiri suami dan anakku yang masih berbaring di kasur.

__ADS_1


"Aku masih kuat kok bayar babby sitter, kalau mama ikut jagain aku juga seneng, tapi kalau ada yang khusus jaga Xavier kan kita juga lebih leluasa, Sayang." Arsen mencium pipiku dan membuat Xavier tertawa.


"Xavier ketawain apa? Ketawain Daddy cium Mommy? Sini Mommy cium!" Aku meraih bayi yang belum genap satu tahun itu dan menciumnya dengan gemas.


Tidak lama Mbak Lastri memanggilku, ternyata Mama Nisa sudah datang. Aku dan Arsen keluar kamar bersama Xavier, menemui Mama Nisa yang langsung semringah menyambut Xavier.


Xavier yang memang sudah akrab dengan Mama Nisa pun merentangkan tangan minta digendong oleh omanya.


"Em, cucu Oma sudah wangi, udah siap pergi sama Oma?" Mama Nisa mencium Xavier yang memang membuat orang akan gemas dengan wajahnya yang tampan.


"Aku siapin tasnya Xavier dulu, Ma."


"Mama sama siapa?" tanya Arsen yang menemani Mama Nisa bermain dengan Xavier.


"Pakai mobilku aja, Ma. Aku mau ikut juga soalnya."


Aku meninggalkan obrolan ibu dan anak itu dan menyiapkan perlengkapan yang harus selalu ada saat mengajak Xavier keluar rumah. Seperti tisu basah, popok sekali pakai, pakaian ganti, botol susu, air hangat, dan juga bedak dan peralatan yang lain. Semua harus masuk dalam satu tas khusus, karena terkadang Xavier bisa buang air besar tidak mengenal tempat. Jadi, aku harus menyiapkan semua keperluannya.


Sqat masih asyik menyiapkan Keperluan Xavier, Arsen masuk ke kamar milik Xavier ini.


"Dera udah datang, sama Zayn," kata Arsen.

__ADS_1


"Oh, Kak Zayn ikut juga?"


"Iya, tapi perut Dera kok udah besar banget ya kayak mau lahiran."


"Jangan ngaco deh, Dad. Baru lima bulan kok mau lahiran, mana ada."


"Beneran, dia hamilnya kembar juga kan?"


"Terakhir ketemu emang kelihatan aneh sih, tapi ya semoga aja anak-anak kami sehat-sehat semua."


Arsen membawakan tas Xavier sekaligus mengeluarkan stroller yang memang akan kami bawa nantinya. Kami berdua jalan menuju ruang tengah tempat Mama, Dera dan suaminya menunggu.


Saat aku melihat Dera, memang aneh sih perutnya ternyata lebih besar dari perutku, dan sepertinya memang aneh. Apa dia salah menghitung usia kehamilan ya.


"Ra, perut kamu kok gede banget," kataku yang tidak bisa menahan rasa penasaran.


"Iya, aku hamilnya kembar empat, Kim."


"Apa?"


Aku dan Arsen terkejut mendengarnya. Aku yang hamil dua anak saja terasa lebih berat dari waktu hamil Xavier, lalu bagaimana dengan Dera yang hamil anak kembar empat sekaligus?

__ADS_1


❤❤❤


Selamat siang gaess, hujan hujan aku tetep update, biar makin disayang sama kalian. Jangan lupa tinggalkan jempolnya.


__ADS_2