
Setelah sarapan, kebetulan Papa dan Mama baru saja sampai di rumah. Papa langsung memanggil Pak Aji dan Bi Sri untuk membahas masalah resepsi pernikahanku dan Arsen. Entah ini sudah keberapa kalinya kami berkumpul seperti saat ini. Membahas banyak hal tentang semua persiapan.
Setelah itu kami kembali beraktifitas lagi. Hari minggu memang paling enak jika bersantai di rumah, tapi karena sudah lama tidak naik motor, akhirnya aku meminta Arsen untuk mengantarku jalan-jalan. Ya, hitung-hitung merayakan masa berakhirnya magangku.
Aku dan Arsen sudah rapi dan siap pergi, dengan memakai jaket yang sama. Kami juga memakai helm yang sama.
“Lebay nggak sih, kita kayak anak kembar gini?” tanya Arsen saat memakaikan helm di kepalaku.
“Nggak lah, kita kan couple,” jawabku yang membuat wajah Arsen terlihat pasrah.
Akhirnya, kami pun keluar dari rumah Papa dengan motor Arsen. Motor matic hitam yang lama yang sudah terjual tahun lalu, dan saat Arsen pulang dari Jepang, ia membeli lagi motor sport karena desakan dari Kak Darren juga yang ingin touring bareng arsen suatu hari nanti.
“Kita mau ke mana?” tanya Arsen saat kami sudah masuk di jalan raya.
“Ke mana aja deh, muter-muter juga nggak apa-apa, asal sama kamu,” jawabku setengah menggombal.
“Kita lihat rumah baru ya, mau nggak?” tanya Arsen.
“Oke.” Aku memeluk punggung kekarnya dengan tanganku melingkar di perutnya.
Akhirnya, aku bisa merasakan lagi bahagianya memeluk punggung Arsen, menikmati cuaca panas di atas laju motornya.
Rumah baru kami tidak terlalu jauh dari rumah Papa, sekitar dua puluh menit naik mobil. Kebetulan juga Arsen mendapatkan tanah di pinggir jalan utama, tidak masuk komplek perumahan elit seperti rumah Papa, jadi akses kendaraan jauh lebih mudah.
Sampai di rumah baru, para pekerja masih sibuk menyelesaikan tahap akhir pembangunan. Rumah ini memang hasil karyaku dan Arsen, kami berdua merancangnya sendiri sesuai keinginan kami.
__ADS_1
Aroma khas dari cat tembok menguar di indra penciumanku. Aroma rumah baru benar-benar membuat mood ku sangat baik hari ini.
“Dua minggu lagi udah bisa ditinggali, Sayang. Nanti setelah resepsi kita adakan syukuran kecil-kecilan ya buat rumah kita,” kata Arsen saat kami melihat-lihat beberapa ruangan yang baru selesai dicat.
“Berarti setelah honeymoon kita bisa pindah dong,” jawabku antusias. Secara refleks aku memeluk Arsen karena terlalu senang.
“Dih, seneng banget mau honeymoon. Kamu ketagihan lolipop kayaknya.” Arsen balas memelukku. Saat aku mendongak untuk menatapnya, ia mencium bibirku secara tiba-tiba.
“Ih, kalau dilihatin orang malu, Sayang,” protesku karena Arsen menciumku saat pintu ruangan ini tidak tertutup.
Tiba-tiba Arsen menggerakkan kakinya untuk menutup pintu, lalu ia menciumku lagi lebih dalam dari sebelumnya. Ia terus melu*mat bibirku, membuatku berhenti bernapas karena ciuman panasnya.
Sebelum aku mendorong tubuhnya tiba-tiba ponsel Arsen berbunyi, memaksanya untuk melepaskan ciuman kami. Lalu, dengan wajah kesal ia menjawab panggilan itu.
“Hallo.”
“....”
“....”
“Kenapa saya harus menemui Anda? Saya dan Pak Kaisar sudah selesai masalahnya. Kalau Anda tidak terima, silahkan lapor polisi,” kata Arsen dengan wajah yang benar-benar kesal.
“....”
“Kenapa bawa-bawa sertifikat istri saya?” tanya Arsen.
__ADS_1
“....”
“Baiklah, cepat kirimkan alamatnya, saya akan datang. Siapkan juga sertifikatnya!” Arsen langsung mengakhiri panggilannya. Ia benar-benar terlihat marah kali ini, tapi kenapa?
“Sayang, kenapa?” tanyaku sambil mengusap lengan Arsen.
“Bosnya Kaisar maksa aku buat ketemu sekarang juga. Katanya dia nggak terima aku pukulin Kaisar tadi malam.” Arsen membuka pintu ruangan yang baru ia tutup tadi.
Aku mengikuti Arsen ke luar rumah. Lalu, Arsen berpamitan pada seseorang yang menjadi pengawas proyek rumah kami.
“Kita akan menemui Pak Zayn?” tanyaku ragu. Masalahnya, Arsen dan Pak Kaisar kan sudah berbaikan, kenapa Pak Zayn malah tidak terima ya?
“Iya, Sayang. Kata dia kalau aku nggak ke sana, semua berkas magang mu tidak akan ditandatangani.” Arsen memakaikan lagi helm di kepalaku.
Aku benar-benar tidak paham dengan sikap Pak Zayn ini. Ada apa sih sebenarnya?
🌹🌹🌹
...Ada deh, nanti kalau udah sampai di sana juga tahu kok Kim. Tanya aja sama readers yang udah baca Big Boss hari ini 😅😅...
Selamat pagi gaess, semoga selalu sehat ya. Selamat beraktifitas.
Buat yang bertanya-tanya siapa yang hamilin Yumna, cek aja di istri Big Boss ya.
Jangan lupa ritualnya.
__ADS_1
Sampai ketemu lagi 😘😘