Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 79


__ADS_3

Pagi hari menjelang, bayi tampan itu baru saja terlelap beberapa saat yang lalu. Setelah terjaga semalaman, akhirnya ia terlelap juga. Untung saja Mama Nisa ikut menunggu di rumah sakit, sehingga ada yang membantuku dan Arsen yang masih belajar merawat bayi. Walaupun Mama Nisa harus pulang pagi-pagi tadi.


Oma datang bersama Nana dan Kak Darren. Tadinya mereka mau mengganggu tidur bayiku, tapi dengan cepat aku langsung menggagalkannya.


"Nidurinnya susah banget, kalian datang-datang ganggu aja," cegahku yang membuat keduanya menatapku.


"Dih, pelit banget sih Kim, cuma pengen pegang doang." Nana menaikkan satu sudut bibirnya. Lalu, ia ikut duduk bersama suaminya, Kak Darren.


"Masalahnya, dia baru tidur Markonah." Aku mendekat ke arah bayiku, rasanya masih sedikit ngilu dan tidak nyaman, mungkin karena bekas jahitan kemarin.


"Eh, namanya siapa sih?" tanya Kak Darren.


"Namanya Xavier," jawabku sambil menatap bayi menggemaskan itu.


Aku masih tidak percaya, dia sudah lahir dan bisa kupeluk saat ini. Kemarin-kemarin hanya bisa mengelusnya dari perut saat masih di kandunganku.


"Sayang, kamu mau mandi sekarang? Mumpung ada yang jagain Xavier," kata Arsen yang menghampiriku setelah keluar dari kamar mandi.


"Em, ya udah deh, aku mandi dulu." Aku berjalan ke kamar mandi, dan ternyata Arsen mengikuti di belakangku.


"Kalian nggak puasa?" tanya Oma saat Arsen ikut masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"Puasa Oma, kan aku cuma bantuin Kimmy." Arsen langsung menutup pintu sebelum mendengar omelan Oma.


"Kamu mau ngapain?" tanyaku ikut bingung.


Arsen membantu melepaskan pakaianku. "Bantuin kamu mandi lah, takut kamu kenapa-napa, kamu kan baru aja lahiran," kata Arsen.


Siapa sih yang tidak bahagia saat diperlukan istimewa seperti ini. Rasanya hatiku seperti berada di taman bunga, bermekaran di mana-mana.


"Nanti kamu pengen, kita kan puasa walaupun nggak sahur?" godaku sambil menangkup wajahnya.


"Aku akan tahan kok." Arsen mengecup keningku.


Walaupun dia suamiku, tapi rasanya tidak nyaman saat ia menyaksikanku dalam keadaan tidak suci seperti saat ini.


*


*


*


Setelah selesai mandi, aku melihat bayiku sedang digendong Oma. Rasanya ingin marah, tapi tidak bisa. Ada Mama, Papa juga yang sedang mengerubunginya.

__ADS_1


"Oma, kan dia baru tidur, kenapa digangguin?" tanyaku sambil menghampiri mereka.


"Tadinya nangis, Kim. Kayaknya pengen digendong Oma buyut," jawabnya sambil menenangkan Xavier yang sedang menangis.


"Ih, yaudah sini biar aku susuin dulu, pasti keganggu karena Oma berisik." Aku mengambil alih bayiku, walaupun baru belajar menggendong, tapi naluri ibu yang membuatku bisa dengan cepat menggendongnya.


"Ya udah, sama Mommy dulu, nanti ikut Oma Buyut lagi ya," kata Oma setelah berhasil memindahkan Xavier ke tanganku.


"Habis ini ikut Oma Brina," sahut Mama tidak mau kalah.


Belum apa-apa sudah jadi rebutan, untung Mama Nisa tidak ikut rebutan juga.


"Sayangnya Mommy haus ya." Aku mulai memposisikan diri membelakangi para laki-laki yang tengah mengobrol di sofa. Lalu, aku membuka kancing bajuku dan bersiap menyu*sui bayiku.


Beruntungnya, ASIku sudah mulai lancar, sehingga aku tidak memberikannya susu formula. Bagiku, apapun yang terbaik untuknya, pasti akan aku berikan. Walaupun sekarang Arsen sudah tidak berhak lagi atas dua bukit kenyal itu, karena sekarang pemiliknya hanya Xavier.


♥️♥️♥️


...Tenang Kim, Babang Arsen udah ada aku kok, sebagai istri kedua aku selalu siap sedia kalau Babang Arsen butuh 🤣🤣🤣...


Uncle Onty online, bagi kembang Kopinya dong, buat begadang nanti malam, jagain baby Xavier🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2