Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 57


__ADS_3

Kak Darren berdiri tidak jauh dari kami, masih mengenakan setelan jasnya yang rapi. Lalu, Nana berjalan mendekati tunangannya itu dan bertanya, "Loh, kamu ngapain di sini, emangnya nggak kerja?"


"Kerja, kebetulan lagi nyari charger." Kak Darren mengangkat paper bag kecil bertuliskan nama salah satu toko elektronik.


"Oh, kirain mata-matai aku" kata Nana.


"Ya ampun, kurang kerjaan banget. Kalian dari tadi di mal nggak beli apa-apa?"


"Nggak. Duit Arsen udah habis buat bangun rumah," jawabku bercanda, lalu berjalan mendekati Kak Darren dengan menggandeng tangan Dara.


"Kasihan amat adeknya kakak, mau kakak transfer?"


"Nggak usah, kita juga udah mau pulang kok," jawabku.


"Kalau gitu, kakak culik temen kalian satu ya, boleh kan?"


"Apaan sih, Sayang. Emangnya kamu nggak kerja?" Wanita yang dimaksdu Kak Darren tersenyum malu-malu.


"Udah culik aja, kita udah nggak butuh Kak," jawab Dara.


Aku dan Dara cekikikan melihat wajah Nana yang terlihat lucu saat di hadapan Kak Darren.


"Ya udah, kalian hati-hati ya." Kak Darren menarik Nana dalam pelukannya.


Lalu kami berpisah. Aku dan Dara memutuskan untuk pulang, sedangkan Nana dan Kak Darren berjalan berlawanan arah dengan kami.


*


*


*


Hari masih sore, tapi Arsen sudah pulang ke rumah. Saat ini, aku baru saja selesai mandi dan sedang memotong kuku sambil menonton TV.

__ADS_1


"Sayang, tumben udah pulang," ucapku sambil membalas pelukan Arsen.


"Iya, capek banget aku." Arsen menyandarkan kepalanya di pahaku. Lalu mencium perutku seperti biasa.


"Mau aku bikinin kopi apa susu?" tanyaku sambil mengusap rambutnya.


Ia menggelengkan kepala. "Hai, Baby, Daddy pulang. Kamu seharian jalan-jalan ke mana?"


Tentu saja aku yang harus menjawab. Tidak mungkin kan makhluk kecil di perutku ini yang menjawab.


"Kita ketemu dosennya Mommy, terus jalan-jalan ke mal."


"Happy kan anaknya Daddy?" Arsen kembali mencium perutku. Lalu ia bangun dan mencium wajahku. "Istriku happy juga kan?"


"Happy dong. Eh, tadi aku ketemu Oma juga loh, Dad."


"Oma? Kenapa Oma?"


"Masa sih? Ketemu di mana?"


"Di mal, Oma lagi sama dua kakek sama satu nenek juga. Oma kelihatan bahagia banget."


"Siapa yang kamu gosipin Kim Minah?"


Suara Oma yang berasal dari belakang kami, membuatku terpaksa melepaskan diri dari tubuh Arsen.


Oma duduk berhadapan denganku dan Arsen, dengan beberapa barang belanjaan yang diletakkan di sampingnya.


"Oma, Oma tadi di mal sama siapa? Pacar baru Oma?" tanyaku yang kembali memeluk Arsen, menikmati aroma khas tubuh Arsen yang sangat aku sukai.


"Bukan pacar, tapi mantan gebetan oma waktu muda," kata Oma lalu memainkan ponselnya.


"Wah Oma sebelum sama Opa banyak gebetan juga?" tanyaku.

__ADS_1


"Gini-gini, dulu yang tergila-gila sama oma juga banyak."


"Kayak aku ya Oma."


"Ehem." Arsen berdehem yang membuatku menoleh dan mencium gemas pipinya.


"Hem, lihat kalian mesrah-mesrahan gini bikin oma makin gerah aja, oma mau mandi dulu." Oma berdiri meninggalkanku dan Arsen dengan membawa serta belanjaannya.


"Aku mandi juga deh," kata Arsen yang berusaha menyingkirkan tanganku dari tubuhnya.


"Jangan! Aku masih mau cium bau tubuhmu," kataku sambil memeluk Arsen dengan erat.


"Sayang, bau asem gini, aku mandi dulu biar wangi ya, nanti peluk-peluk lagi," kata Arsen.


"Nggak mau, jangan mandi."


"Emm, Kalau sekalian mandiin mau nggak?"


"Mau deh."


♥️♥️♥️


Aku juga mau Oppa, kalau mandiin Oppa Sen sen 😍😍


Udah kasih vote belum,


Yuk buruan sini kasih 🤭🤭


Kembang kopinya juga boleh.


Jangan lupa ritualnya,


Sampai ketemu lagi 😘😘

__ADS_1


__ADS_2