
Saat malam sebelum tidur, aku tiba-tiba teringat Xavier. Entah apa yang sedang dilakukan bocah tampan itu, aku sangat merindukannya.
Ingin sekali aku berbicara dengannya untuk sekedar menyapa dan menyampaikan rindu, tapi Mama melarangku. Ternyata Xavier baru saja berhenti menangis, bisa kudengar ocehan Xavier di seberang sana. Setidaknya rindu ini sedikit terobati.
...****************...
Dua hari sudah kami menginap di villa ini, jauh dari Xavier yang aku rindukan. Siang ini rencananya kami akan pulang ke ibu kota. Sudah cukup bersenang-senangnya, sekrang waktunya kembali ke rutinitas biasa.
"Kamu seneng banget mau pulang, Sayang." Arsen menciumi pipiku.
"Iya dong, kangen Xavier, sipa tahu kita pulang dia udah bisa jalan," candaku, mengecup sekilas pipi Arsen dan mengambil koper untuk membereskan barang-barang kami.
"Tahan sebentar lagi ya, aku masih pengen mesra-mesrahan," kata Arsen. Ia berjalan mundur dan membawaku duduk di tepi ranjang.
Akhirnya, kami berdua bermesrahan cukup lama. Saling membelai, tertawa dan mengukir bahagia kami.
Hampir satu jam kami tiduran di kasur, menunda waktu yang seharusya sudah beberes. Sampai tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan vila kami.
"Dad, jangan-jangan itu tamu baru yang mau nempatin villa ini?" Aku sedikit panik karena memang sesuai jadwal kami meninggalkan villa di jam ini.
"Kamu cek dulu deh, aku ke kamar mandi bentar," jawab Arsen.
Terpaksa, aku harus keluar menengok siapa yang datang. Setidaknya aku akan mengatakan permintaan maaf dulu pada mereka jika memang mereka tamu berikutnya yang akan menginap di vila ini, walau sebenarnya sedikit aneh karena seharusnya pemilik vila datang menemui kami lebih dulu.
__ADS_1
Dengan hati-hati dan jantung berdebar-debar, aku membuka pintu. Kenyataan yang sangat mengejutkan ada di hadapanku.
Aku melihat Xavier yang berada dalam gendongan Mbak Dian sedang bergerak aktif sambil memanggil-manggil mommienya.
"Mom-my." Xavier seperti ingin melompat saat Mbak Dian membawanya mendekat,
"Surprise." Bisikan lembut di telingaku, dari Arsen yang sudah berdiri di belakangku.
"Ya ampun, kamu nggak bilang-bilang kalau Xavier ke sini?" Aku mencubit pipi Arsen, gemas.
"Mommie," teriak Xavier yang tidak sabar ingin digendong. Ia merentangkan tangannya, lalu aku memeluk dan menggedongnya.
"Hati-hati kena adek baby," kata Arsen yang mengingatkanku. Xavier memang luar biasa aktif sehingga aku harus ekstra hati-hati saat menggendongnya.
"Villa Papa udah aku pesenin, ada di sebelah kuncinya juga udah aku bawa kok," kata Arsen.
"Jadi kita nambah liburan?" tanyaku pada Arsen yang dijawab dengan anggukan cepat disertai senyuman andalannya.
Sepertinya liburan kami akan semakin menyenangkan karena kedatangan Xavier yang menyusul kami.
***
Saat ini kami sedang di pantai, Arsen menuntun langkah kecil kaki Xavier yang menyentuh pasir dan air laut. Sesekali ayah dan anak itu tertawa saat ombak kecil mengenai kaki mereka. Sementara itu, aku memilih duduk sendiri mengamati dua laki-laki kesayangan itu dari jarak yang tidak terlalu jauh.
__ADS_1
Matahari masih betah bersinar, walau sumber cahaya itu tidak begitu terik. Aku menikmati semua keindahan itu, burung-burung terbang di atas laut. Juga dua sosok paling berharga di hidupku yang sedang bermain air laut.
Aku tercengang saat Arsen menitah Xavier dengan cara yang berbeda dari biasanya. Bocah tampan itu tertawa dan berjalan ke arahku dengan tertatih, dua tangan Arsen siaga di bawah ketiak Xavier.
Satu, dua, tiga, empat, lima. Lima langkah berhasil Xavier lakukan tanpa dipegang oleh daddynya.
"Dia bisa ...."
Aku menutup mulutku yang terkejut melihat perubahan Xavier.
Arsen tersenyum, anggukan kepalanya adalah jawaban bahwa ia membenarkan dugaanku.
"Dia mulai bisa jalan, padahal baru sepuluh bulan lebih dikit," ucapku sambil mengulurkan tangan pada Xavier.
Xavier kembali berjalan, lima langkah berhasil ia lakukan, dan aku langsung menangkapnya sebelum ia terjatuh.
β€β€β€
Nggak jadi ngasih konflik.. uwu uwuan aja dulu, sebelum lahiran. Nanti ya lahirannya aku sesuaikan sama Dera yang bakalan lahiran lebih dulu πππ
Masih baper nggak sih, π€£π€£π€£π€£
Aku masih fokus ngurusin manten baru yang mau ke Inggris ππππ
__ADS_1